Connect with us

Lifestyle

Salat Iduladha di Rumah, Bolehkah? Ini Penjelasannya

Salat Iduladha idealnya berjamaah di masjid, tapi boleh di rumah jika darurat. Kurban wajib bagi yang mampu, bisa lewat lembaga terpercaya.

Logompn

Published

on

Salat iduladha di rumah, bolehkah ini penjelasannya
Potret Salat Iduladha di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Gambar : Unsplash/Alim

MPN Indonesia 4 Juni 2025 - Menjelang Hari Raya Iduladha, sebagian umat Islam masih bertanya-tanya apakah salat Iduladha boleh dilakukan di rumah.

Uztaz Agan Priam Bagus, dosen Universitas Darunnajah, menjelaskan bahwa salat Iduladha idealnya dilaksanakan secara berjamaah di masjid atau lapangan.

Namun, pelaksanaan di rumah diperbolehkan jika kondisi tidak memungkinkan.

“Salat Iduladha sebaiknya berjamaah di masjid atau lapangan, tetapi jika tidak memungkinkan bisa di rumah dengan berjamaah keluarga,” ujar Uztaz Agan kepada MPN Indonesia dalam pesan singkat, pada Selasa (3/6).

Ia menambahkan bahwa kondisi darurat atau keterbatasan tertentu yang menghambat kehadiran ke tempat umum dapat menjadi alasan sah untuk melaksanakan salat di rumah.

Makna dan Pelaksanaan Ibadah Kurban

Selain salat, Iduladha juga identik dengan pelaksanaan ibadah kurban.

Uztaz Agan menegaskan bahwa kurban merupakan amalan yang sangat dianjurkan, bahkan diwajibkan bagi mereka yang memenuhi syarat, yakni baligh, berakal, dan mampu secara finansial.

Ia mengutip hadits, “Tidak ada amal yang lebih dicintai oleh Allah pada hari-hari ini selain dari berkurban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bahkan, berkurban atas nama orang yang sudah meninggal pun diperbolehkan.

“Wahai Aisyah, berkurbanlah atas nama orang yang meninggal dari kalangan keluargamu.” (HR. Bukhari)

Kurban Online dan Penyaluran Sesuai Syariat

Pelaksanaan kurban dapat dilakukan melalui lembaga kurban online, selama lembaga tersebut terpercaya dan mengikuti syariat.

Hal ini sejalan dengan isi surat Al-Baqarah (2:267): “Wahai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah sebagian dari yang baik yang kamu usahakan dan sebagian dari yang Kami keluarkan untuk kamu dari bumi.”

Baca Juga:  Berapa Lama Daging Kurban Tahan Disimpan di Kulkas? Simak Penjelasannya!

Syarat dan Ketentuan Hewan Kurban

Hewan yang digunakan untuk kurban harus memenuhi syarat tertentu, seperti jenis (sapi, kambing, domba, atau unta), usia minimal, dan kondisi kesehatan yang baik, tidak cacat, pincang, atau sakit. Penyembelihan dilakukan pada hari Iduladha dan hari-hari Tasyrik.

Soal patungan, diperbolehkan tujuh orang berkurban satu sapi atau unta.

“Kami berkurban bersama Nabi SAW, satu unta untuk tujuh orang.” (HR. Muslim)

Daging Kurban Boleh Dimakan dan Dibagikan

Orang yang berkurban diperbolehkan memakan sebagian dari daging kurbannya, serta membagikannya kepada keluarga, kerabat, dan mereka yang membutuhkan.

“Makanan yang dibagikan dari hewan kurban adalah untuk kalian dan untuk orang-orang yang membutuhkan.” (HR. Bukhari)

Mereka yang berkurban juga tidak diwajibkan untuk menyaksikan langsung proses penyembelihan.

“Tidak wajib bagi orang yang berkurban untuk menyaksikan penyembelihan kurban, yang wajib adalah berkurban dan memanfaatkan dagingnya.” (HR. Bukhari)

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending