Connect with us

Internasional

Harga Tembus Rp100 Jutaan per Ekor, Warga Gaza Rayakan Iduladha Tanpa Hewan Kurban

Warga Gaza, Palestina, merayakan Iduladha 1447 Hijriah tanpa penyembelihan hewan kurban.

Logompn

Published

on

Harga Tembus Rp100 Jutaan per Ekor, Warga Gaza Rayakan Iduladha Tanpa Hewan Kurban
Harga Tembus Rp100 Jutaan per Ekor, Warga Gaza Rayakan Iduladha Tanpa Hewan Kurban. Gambar: AFP

MPN Indonesia 28 Mei 2026 - Warga Gaza, Palestina, merayakan Iduladha 1447 Hijriah tanpa penyembelihan hewan kurban.

Hal itu dikarenakan harga hewan kurban yang bisa menembus hingga Rp100 jutaan (kurs Rp17.500) per ekor.

Selain itu, mahalnya harga hewan kurban juga disebabkan oleh larangan masuknya hewan ternak ke Jalur Gaza oleh Israel.

Sebelum genosida Israel, Gaza biasanya mengimpor 10.000 hingga 20.000 sapi serta 30.000 hingga 40.000 domba setiap tahun khusus untuk musim Iduladha.

Namun sejak genosida dimulai pada Oktober 2023, sektor peternakan mengalami kehancuran luas dan pasokan ternak menjadi sangat terbatas.

Warga menggambarkan kondisi tersebut sebagai situasi yang belum pernah dialami sebelumnya.

“Tiga hari raya telah berlalu. Iduladha tiba dan kami praktis tidak memiliki apa-apa,” kata warga Gaza, Nasma Al-Sha’ir, dikutip MPN Indonesia dari tayangan Breaking News Metro TV, Kamis (28/5).

Harga Melonjak Gila-gilaan

Al Jazeera menyebutkan harga hewan yang sebelumnya berkisar antara 400 hingga 600 dolar AS per ekor kini dapat mencapai hingga 6.000 dolar AS.

“Daging domba yang dulunya berharga sekitar 400–500 dinar Yordania ($560–$700), atau sekitar 2.000 shekel, sebelum perang sekarang harganya sekitar 16.000–17.000 shekel ($4.400–$4.700) untuk hewan seberat 50 kilogram, dan kondisinya sangat lemah,” katanya kepada Al Jazeera.

Kenaikan harga tersebut terjadi di tengah pengepungan dan pembatasan masuknya hewan hidup ke wilayah Gaza.

Kamar Dagang dan Industri Gaza melaporkan lebih dari 90 persen peternakan hancur akibat serangan Israel.

Salat di Tengah Reruntuhan

Tahun ini, warga Gaza kembali melaksanakan sholat Iduladha di tengah reruntuhan bangunan akibat serangan Israel.

Baca Juga:  Netanyahu: Israel Tak Perlu Minta Izin untuk Serang Gaza dan Lebanon

Foto-foto yang dirilis EPA memperlihatkan warga beribadah di antara puing-puing Masjid Al-Huda di Khan Younis.

Suasana serupa terlihat di lingkungan Al-Rimal, di mana warga berjalan di antara lapak dan tenda darurat yang didirikan di sekitar bangunan yang hancur.

Warga Tak Bisa Jalankan Ibadah Haji

Pembatasan yang diberlakukan Israel terhadap titik keluar Gaza juga berdampak pada pelaksanaan ibadah haji.

Untuk tahun ketiga berturut-turut, tidak ada jemaah yang berangkat menunaikan ibadah haji dari Gaza.

Seorang warga bernama I’tidal Hamdan, 68 tahun, mengatakan ia berharap dapat menunaikan ibadah haji bersama suaminya yang berusia 67 tahun, namun suaminya tewas dalam serangan tahun lalu.

“Suamiku sangat menginginkan ibadah haji dan dia terbunuh sebelum bisa mewujudkan keinginannya,” ujarnya.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending