Connect with us

Lifestyle

Waspada! Ini 10 Gejala Tubuhmu Sudah Overdosis Karbohidrat

Konsumsi karbohidrat memang penting sebagai sumber energi, namun asupan karbohidrat berlebih dapat berdampak negatif terhadap kesehatan.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 07 17t104244.364
Waspada! Ini 10 Gejala Tubuhmu Sudah Overdosis Karbohidrat | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 17 Juli 2025 - Konsumsi karbohidrat memang penting sebagai sumber energi, namun pola makan yang tidak seimbang dengan asupan karbohidrat berlebih dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik.

Karbohidrat secara umum dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu karbohidrat sederhana dan kompleks.

Karbohidrat kompleks, seperti yang terdapat dalam biji-bijian utuh, dicerna secara lambat dan membantu menjaga kestabilan kadar gula darah.

Sebaliknya, karbohidrat sederhana atau “karbohidrat buruk” dari makanan olahan cepat menaikkan kadar gula darah.

Dikutip MPN Indonesia dari NDTV, karbohidrat menyumbang sekitar 40% hingga 60% dari total asupan energi harian.

Namun, bila konsumsi melebihi batas wajar, tubuh dapat mengalami berbagai gejala yang menunjukkan gangguan metabolik.

Lantas apa saja tanda tubuhmu telah overdosis karbohidrat? Berikut ulasannya.

Merasa Lemas dan Lelah

Konsumsi karbohidrat berlebihan meningkatkan kadar gula darah dengan cepat, lalu menurunkannya secara drastis sehingga menimbulkan kelelahan. Efek ini dikenal sebagai “crash” energi.

Selalu Haus

Setelah mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat, kadar gula darah naik dan tubuh merespons dengan meningkatkan frekuensi buang air kecil, yang kemudian memicu rasa haus.

Sakit Kepala

Makanan tinggi karbohidrat seperti roti putih dan pasta dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang mendadak. Akibatnya bisa memicu sakit kepala atau migrain.

Masalah Pencernaan

Karbohidrat olahan, seperti nasi putih, sering kekurangan serat yang dibutuhkan sistem pencernaan. Akibatnya, tubuh bisa mengalami konstipasi dan perut kembung.

Perubahan Mood

Lonjakan gula darah dari konsumsi karbohidrat menyebabkan tubuh mengalami lonjakan energi jangka pendek, diikuti oleh kelelahan emosional atau emotional crash, yang dapat menimbulkan rasa mudah marah.

Baca Juga:  Hobi Main HP dan Nonton Saat Makan? Ini Bahayanya!

Cepat Lapar

Karbohidrat olahan cepat dicerna dan tidak memberi rasa kenyang tahan lama. Akibatnya, tubuh merasa lapar kembali tak lama setelah makan, apalagi jika pola makan minim protein dan lemak sehat.

Kadar Gula Darah Tinggi

Dokter dapat mendeteksi gula darah tinggi yang dipicu oleh konsumsi karbohidrat olahan berlebihan, karena makanan seperti roti putih lebih cepat masuk ke aliran darah dibandingkan biji-bijian utuh.

Peningkatan Trigliserida

Gula tambahan dalam makanan olahan dapat meningkatkan kadar trigliserida. Menurut jurnal Circulation dari American Heart Association, konsumsi tinggi fruktosa, glukosa, dan sukrosa berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.

Gigi Berlubang

Karbohidrat seperti keripik, roti, dan pasta diubah menjadi gula oleh air liur. Bakteri di mulut memfermentasi gula ini menjadi asam yang merusak enamel gigi dan menyebabkan gigi berlubang.

Jerawat

Konsumsi gula berlebih dari karbohidrat olahan menyebabkan lonjakan insulin yang memicu peradangan kulit.

Proses glikasi merusak kolagen dan elastin kulit, sehingga memicu jerawat, keriput, dan penuaan dini.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending