Lifestyle
Waspada! Ini 10 Gejala Tubuhmu Sudah Overdosis Karbohidrat
Konsumsi karbohidrat memang penting sebagai sumber energi, namun asupan karbohidrat berlebih dapat berdampak negatif terhadap kesehatan.
MPN Indonesia 17 Juli 2025 - Konsumsi karbohidrat memang penting sebagai sumber energi, namun pola makan yang tidak seimbang dengan asupan karbohidrat berlebih dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik.
Karbohidrat secara umum dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu karbohidrat sederhana dan kompleks.
Karbohidrat kompleks, seperti yang terdapat dalam biji-bijian utuh, dicerna secara lambat dan membantu menjaga kestabilan kadar gula darah.
Sebaliknya, karbohidrat sederhana atau “karbohidrat buruk” dari makanan olahan cepat menaikkan kadar gula darah.
Dikutip MPN Indonesia dari NDTV, karbohidrat menyumbang sekitar 40% hingga 60% dari total asupan energi harian.
Namun, bila konsumsi melebihi batas wajar, tubuh dapat mengalami berbagai gejala yang menunjukkan gangguan metabolik.
Lantas apa saja tanda tubuhmu telah overdosis karbohidrat? Berikut ulasannya.
Merasa Lemas dan Lelah
Konsumsi karbohidrat berlebihan meningkatkan kadar gula darah dengan cepat, lalu menurunkannya secara drastis sehingga menimbulkan kelelahan. Efek ini dikenal sebagai “crash” energi.
Selalu Haus
Setelah mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat, kadar gula darah naik dan tubuh merespons dengan meningkatkan frekuensi buang air kecil, yang kemudian memicu rasa haus.
Sakit Kepala
Makanan tinggi karbohidrat seperti roti putih dan pasta dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang mendadak. Akibatnya bisa memicu sakit kepala atau migrain.
Masalah Pencernaan
Karbohidrat olahan, seperti nasi putih, sering kekurangan serat yang dibutuhkan sistem pencernaan. Akibatnya, tubuh bisa mengalami konstipasi dan perut kembung.
Perubahan Mood
Lonjakan gula darah dari konsumsi karbohidrat menyebabkan tubuh mengalami lonjakan energi jangka pendek, diikuti oleh kelelahan emosional atau emotional crash, yang dapat menimbulkan rasa mudah marah.
Cepat Lapar
Karbohidrat olahan cepat dicerna dan tidak memberi rasa kenyang tahan lama. Akibatnya, tubuh merasa lapar kembali tak lama setelah makan, apalagi jika pola makan minim protein dan lemak sehat.
Kadar Gula Darah Tinggi
Dokter dapat mendeteksi gula darah tinggi yang dipicu oleh konsumsi karbohidrat olahan berlebihan, karena makanan seperti roti putih lebih cepat masuk ke aliran darah dibandingkan biji-bijian utuh.
Peningkatan Trigliserida
Gula tambahan dalam makanan olahan dapat meningkatkan kadar trigliserida. Menurut jurnal Circulation dari American Heart Association, konsumsi tinggi fruktosa, glukosa, dan sukrosa berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.
Gigi Berlubang
Karbohidrat seperti keripik, roti, dan pasta diubah menjadi gula oleh air liur. Bakteri di mulut memfermentasi gula ini menjadi asam yang merusak enamel gigi dan menyebabkan gigi berlubang.
Jerawat
Konsumsi gula berlebih dari karbohidrat olahan menyebabkan lonjakan insulin yang memicu peradangan kulit.
Proses glikasi merusak kolagen dan elastin kulit, sehingga memicu jerawat, keriput, dan penuaan dini.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
