Connect with us

Politik

Anies Baswedan Terbang ke Aceh Tamiang, Bawa Bantuan sekaligus Mendongeng untuk Anak Korban Bencana

Anies Baswedan mengunjungi pengungsi banjir Aceh Tamiang, mendongeng untuk anak-anak, dan meninjau desa serta pesantren yang rusak akibat banjir bandang.

Logompn

Published

on

Anies baswedan terbang ke aceh tamiang, bawa bantuan sekaligus mendongeng untuk anak korban bencana
Anies Baswedan Terbang ke Aceh Tamiang, Bawa Bantuan sekaligus Mendongeng untuk Anak Korban Bencana. Gambar : Kolase Tangkapan Layar Instagram/@aniesbaswedan

MPN Indonesia 10 Desember 2025 - Anies Baswedan mengunjungi Kabupaten Aceh Tamiang pada Senin (8/12) untuk menyerahkan bantuan logistik dan memberikan dukungan moril kepada korban banjir bandang dan longsor.

Dalam kunjungannya, ia mendatangi salah satu desa yang terdampak paling parah dan turut mendongeng untuk anak-anak di tenda pengungsian.

Kegiatan mendongeng tersebut dibagikan melalui unggahan Instagram pribadinya @aniesbaswedan pada Selasa (9/12).

Di Dusun Landuh, lokasi tenda pengungsian berdiri, Anies yang akrab disapa Abah menyampaikan cerita kepada anak-anak yang mengalami dampak langsung bencana.

Dalam suasana gelap di dalam tenda berwarna oranye yang hanya diterangi senter, Anies mengisahkan cerita tentang seorang anak bernama Badu yang suka berbohong hingga akhirnya digigit buaya.

“Apa pelajarannya di sini? Tidak boleh apa? Bohong. Jadi harus apa?” tanya Anies, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (10/12).

Anak-anak langsung menjawab serempak, “Harus jujur.”

Anak-anak terlihat kembali ceria saat mendengarkan cerita tersebut, meski baru beberapa hari tinggal di tenda darurat.

Dengan mengenakan rompi biru bertuliskan weAreHumanies dan syal bermotif hitam putih, Anies membaur bersama para pengungsi di tengah tenda yang penuh barang pribadi dan perlengkapan seadanya.

Kunjungan ke Desa Terparah dan Pondok Pesantren

Setelah dari pengungsian, Anies juga mengunjungi sebuah pondok pesantren di desa terdampak yang mengalami kerusakan berat akibat banjir dan hantaman kayu besar hasil illegal logging dari pegunungan.

Kedatangan Anies diketahui melalui unggahan akun TikTok “Apa Aja” pada Selasa (9/12).

Meski banyak bangunan hancur, masjid di area pesantren tetap berdiri kokoh.

Di lokasi itu, Anies menyebut banjir bandang di Aceh Tamiang sebagai musibah besar dan menilai pesantren tersebut turut menjadi pelindung bagi rumah warga dari serbuan kayu-kayu besar.

Baca Juga:  Korea Selatan Dilanda Hujan Lebat dan Tanah Longsor, 1 Orang Tewas

“Tadi bapak bilang kayu ini dengan akar-akarnya, iya ini artinya kayu ini kan langsung dari hutan ada yang sudah terpotong-potong juga ya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa suasana duka membuat pembicaraan mengenai hikmah menjadi sulit.

“InshaAllah, dalam suasana seperti ini berbicara hikmah memang sulit. Tapi kita percaya hikmah itu ada,” jelasnya.

Anies juga mengingatkan bahwa wilayah tersebut pernah mengalami bencana besar pada 2005 namun tetap mampu bangkit.

“Ini justru jadi catatan dan sejarah bahwa daerah ini pernah diterpa gempa, pernah dilanda suasana seperti saat ini, terus bangkit. Pondok pesantren ini semakin tua semakin kokoh. Biar masjid ini menjadi simbol. Namanya masjid apa?” tanyanya.

Ustaz setempat menjawab, “Masjid Assunnah, Pesantren Darul Mukhlisin.”

Dampak Banjir Bandang dan Longsor di Aceh Tamiang

Banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, menimbulkan dampak besar bagi masyarakat.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, bencana tersebut mengakibatkan 58 jiwa meninggal dunia, 23 orang hilang, dan lebih dari 262.000 jiwa harus mengungsi. Wilayah terdampak tersebar di 12 kecamatan.

Sementara itu, laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut bahwa bencana di wilayah Sumatra secara keseluruhan mengakibatkan 969 orang meninggal dunia, 252 hilang, dan 5.000 mengalami luka-luka.

(AKM/NID/RAD)

Trending