Connect with us

Politik

Menlu Janji Tanggung Biaya Pendidikan Anak Staf KBRI Peru yang Tewas Ditembak

Menlu Sugiono menyatakan akan menanggung biaya pendidikan anak-anak Zetro Leonardo Purba, staf KBRI Lima yang tewas ditembak.

Logompn

Published

on

Menlu janji tanggung biaya pendidikan anak staf kbri peru yang tewas ditembak
Menlu Janji Tanggung Biaya Pendidikan Anak Staf KBRI Peru yang Tewas Ditembak | Gambar: Ig/@sugiono_56

MPN Indonesia 12 September 2025 - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyatakan akan menanggung biaya pendidikan anak-anak Zetro Leonardo Purba, staf KBRI Lima yang tewas ditembak di Peru, Lima.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Sugiono kepada keluarga korban saat menjemput kepulangan jenazah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa malam (9/9).

“Selamat jalan Zetro saudara kami. Kami akan meneruskan apa yang menjadi perjuanganmu. Keluarga akan kami urus, akan kami rawat dengan sebaik-baiknya,” ucap Sugiono kepada wartawan.

Ia juga menegaskan bahwa Kementerian Luar Negeri akan menyelesaikan kasus ini dengan sejelas-jelasnya dan seterang-terangnya.

Sementara itu, perwakilan keluarga Zetro, Tiopan Purba, mengapresiasi janji Sugiono dalam pembiayaan pendidikan anak-anak Zetro.

“Kami sangat berbangga karena Pak Menlu sudah menyatakan statement untuk memberikan tanggung jawab sekolahnya anak-anak ini sampai setinggi-tingginya. Kami berharap mudah-mudahan ini betul-betul Bapak wujud nyatakan,” ujar Tiopan.

Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak

Zetro Leonardo Purba tewas setelah ditembak oleh orang tak dikenal di depan kediamannya di Lima, Peru, pada 1 September malam.

Saat itu, Zetro baru tiba di rumah usai bersepeda bersama istrinya. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Otoritas Peru menyebut Zetro ditembak tiga kali oleh pelaku. Rekaman CCTV memperlihatkan pelaku melepaskan tembakan lalu kabur dengan sepeda motor bersama seorang rekan.

Menteri Dalam Negeri Peru, Carlos Malaver, menyatakan bahwa peristiwa ini merupakan “pembunuhan kontrak”.

Polisi Peru menegaskan tidak ada barang milik korban yang hilang, mengindikasikan bahwa penyerangan memang ditujukan untuk menghabisi nyawa korban.

Zetro diketahui baru lima bulan bertugas di KBRI Lima, Peru. Kepergiannya meninggalkan seorang istri serta tiga orang anak.

Baca Juga:  Anak Racuni Ibu dan 2 Saudaranya hingga Tewas, Dendam karena Sering Dimarahi

(AKM/NID/RAD)

Trending