Politik
Purbaya Sentil Dirut Bank BUMN: Mereka Pintar Cuma Malas, Sabtu-Minggu Main Golf
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyentil para direktur utama (dirut) bank BUMN dengan menyebut mereka pintar namun cenderung malas.
MPN Indonesia 17 September 2025 - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyentil para direktur utama (dirut) bank BUMN dengan menyebut mereka pintar namun cenderung malas.
Hal ini disampaikan Purbaya usai rapat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor DJP, Jakarta Selatan, pada Selasa (16/9), terkait kebijakan penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun dalam bentuk deposito.
Purbaya mengaku tidak memberikan panduan khusus kepada lima bank penerima dana tersebut agar para dirut dapat berpikir ke mana uang itu akan disalurkan.
“Mereka (dirut bank) kan orang-orang pintar. Cuma, selama ini malas karena bisa naruh di tempat yang aman. Enggak ngapain-ngapain, dapat spread cukup, untungnya gede. Jadi, mereka setiap Sabtu-Minggu main golf kali,” ucapnya.
Tempatkan Dana Pemerintah Rp200 T ke Bank Himbara
Sebagai informasi, Purbaya menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun kepada lima bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Penempatan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 276 Tahun 2025.
Dana tersebut berbunga dengan imbal hasil sebesar 80,476 persen dari suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), yang saat ini berada di angka 5 persen. Artinya, pemerintah akan menerima bunga sekitar 4 persen.
Kelima bank penerima dana itu adalah:
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk: Rp55 triliun
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk: Rp55 triliun
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk: Rp55 triliun
- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk: Rp25 triliun
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk: Rp10 triliun
Strategi Purbaya Kembangkan Roda Ekonomi
Menurut Purbaya, langkah ini merupakan bagian dari kebijakan moneter yang dirancang untuk meningkatkan permintaan dan penawaran secara bersamaan dalam perekonomian nasional.
“Sekarang, dengan uang itu (Rp200 triliun) mereka berpikir. Harusnya market based ya. Mereka akan mencari proyek-proyek yang memberikan return paling tinggi dan yang paling aman dulu,” jelasnya.
Dengan meningkatnya likuiditas, ia memperkirakan suku bunga pinjaman akan turun, mendorong masyarakat untuk mengajukan kredit, dan akhirnya menggerakkan roda ekonomi.
“Karena demand dan supply tumbuh bersamaan, tanpa menimbulkan bahaya kepanasan, apa yang disebut demand pull inflation,” ujarnya.
Purbaya menegaskan bahwa sistem yang sehat akan berjalan jika dana tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh perbankan. Jika tidak digunakan, maka bank harus membayar bunga kepada pemerintah.
“Saya paksa sistem bekerja dengan saya kasih bahan bakar, yang kalau mereka gak pakai, mereka harus bayar ke saya (bunga deposito),” ucapnya.
Purbaya juga menegaskan bahwa risiko penyaluran kredit harus diperhitungkan dengan hati-hati.
Jika terjadi peningkatan kredit macet atau Non Performing Loan (NPL), maka para dirut bank layak diberhentikan.
“Perbankan cukup pinter harusnya. Kalau mereka kasih pinjaman enggak hati-hati jadi NPL, ya harusnya mereka dipecat,” ujarnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
