Teknologi
Berkat ChatGPT, OpenAI Raup Rp162,7 Triliun Setahun
OpenAI capai pendapatan tahunan Rp162,7 triliun lewat ChatGPT dan API. Jumlah pelanggan naik, pengguna aktif tembus 500 juta per Maret 2025.
MPN Indonesia 16 Juni 2025 - OpenAI mencatat lonjakan pendapatan tahunan berulang (annual recurring revenue/ARR) yang mencapai US$10 miliar atau sekitar Rp162,7 triliun.
Capaian ini diraih kurang dari tiga tahun sejak peluncuran ChatGPT pada 30 November 2022 dan menjadi tonggak penting dalam pertumbuhan perusahaan yang berfokus pada kecerdasan buatan (AI).
Menurut laporan CNBC International yang dikutip MPN Indonesia pada Senin (16/6), pendapatan tersebut mencakup produk konsumen, layanan bisnis ChatGPT, serta pendapatan dari application programming interface (API).
Seorang juru bicara OpenAI menyebutkan bahwa angka tersebut belum termasuk lisensi dari Microsoft dan transaksi satu kali terbesar perusahaan.
ChatGPT Jadi Sumber Pendapatan Utama
Sejak dirilis, ChatGPT menjadi produk andalan OpenAI. Chatbot ini langsung meraih popularitas global dengan 100 juta pengguna mingguan di awal peluncuran.
Model berbayar yang dikembangkan kemudian dilaporkan memiliki 3 juta pelanggan per Juni 2025, naik dari 2 juta pada Februari 2025.
Selain dari konsumen individu, layanan API juga memberi kontribusi besar dalam pendapatan. Kombinasi ini menjadikan ChatGPT dan turunannya sebagai tulang punggung pemasukan perusahaan.
Sepanjang tahun 2024, OpenAI mencatatkan ARR sebesar US$5,5 miliar atau sekitar Rp89,5 triliun.
Peningkatan hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya ini mencerminkan laju pertumbuhan yang pesat.
Target Ambisius dan Pendanaan Jumbo
OpenAI menargetkan pendapatan sebesar US$125 miliar pada 2029, menunjukkan proyeksi ekspansi bisnis yang agresif.
Untuk menunjang hal itu, perusahaan berhasil menyelesaikan putaran pendanaan senilai US$40 miliar.
Kesepakatan ini disebut sebagai yang terbesar di antara perusahaan teknologi swasta.
OpenAI juga dikabarkan memiliki valuasi sekitar 30 kali dari pendapatannya.
Hal ini mencerminkan ekspektasi tinggi dari para investor terhadap potensi bisnis kecerdasan buatan yang mereka kembangkan.
Beberapa investor besar yang terlibat antara lain SoftBank, Microsoft, Coatue, Altimeter, dan Thrive.
Pengguna Aktif Tembus 500 Juta
Hingga akhir Maret 2025, OpenAI mencatat 500 juta pengguna aktif mingguan.
Sementara itu, pengguna layanan bisnis berbayar juga meningkat signifikan hingga mencapai tiga juta per Juni 2025.
Juru bicara perusahaan menyatakan, “Jumlah itu belum termasuk lisensi Microsoft serta transaksi satu kali yang terbesar,” yang berarti total pendapatan sebenarnya bisa lebih besar dari yang dilaporkan.
Dalam waktu singkat, OpenAI telah berhasil membangun ekosistem AI yang luas, dengan fondasi produk yang kuat dan strategi bisnis yang menghasilkan pendapatan besar.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
