Teknologi
Canggih! OpenAI Bakal Rilis Pena AI
OpenAI bersama Jony Ive mengembangkan pena AI tanpa layar bernama proyek Gumdrop. Perangkat ini ditargetkan rilis 2026 dengan integrasi ChatGPT.
MPN Indonesia 6 Januari 2026 - OpenAI menggandeng desainer legendaris Apple, Jony Ive, untuk mengembangkan perangkat keras kecerdasan buatan berbentuk pena yang ditargetkan meluncur pada 2026.
Perangkat ini merupakan bagian dari proyek berkode Gumdrop dan diposisikan sebagai “perangkat inti ketiga” yang melengkapi ponsel pintar dan laptop.
CEO OpenAI Sam Altman menyebut perangkat tersebut dirancang lebih sederhana dibandingkan iPhone, tanpa layar, serta mengutamakan interaksi alami dengan AI.
Pena AI ini ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan alat bantu digital tanpa distraksi layar, baik di meja kerja maupun saat dibawa di saku.
“Perangkat ini bukan untuk menggantikan ponsel dan komputer, tetapi untuk mengisi situasi di mana tidak praktis untuk mengeluarkan ponsel atau diperlukan konsentrasi yang tinggi,” ujar Altman, dikutip MPN Indonesia melalui laman 36 Kr European Central Station, Selasa (6/1).
Kolaborasi OpenAI dan Jony Ive
Kerja sama OpenAI dan Jony Ive semakin intensif setelah OpenAI mengakuisisi perusahaan io Products senilai US$6,5 miliar pada Mei 2025.
Akuisisi tersebut membawa sekitar 55 insinyur dan desainer produk eks Apple ke dalam tim OpenAI.
Ive dikenal sebagai perancang Apple Pencil dan memiliki filosofi desain yang menekankan kesederhanaan serta keanggunan.
Ia menggambarkan perangkat AI baru ini sebagai sesuatu yang memiliki “kesederhanaan yang hampir seperti anak kecil.”
Sam Altman menyebut desain pena ini begitu menarik secara taktil hingga membuatnya ingin “menjilatnya.”
Altman juga dikenal gemar mencatat secara manual dan merekomendasikan Uni-Ball Micro 0.5 serta Muji 0.36/0.37 sebagai “kombinasi menulis yang ideal.”
Fitur dan Kemampuan Pena AI
Dikutip dari The Prompt Buddy, berdasarkan laporan berbagai sumber industri, pena AI ini akan menggabungkan sejumlah fitur utama, antara lain:
- Transkripsi tulisan tangan secara real-time ke format digital
- Integrasi langsung dengan ChatGPT untuk penyimpanan dan pengolahan konten
- Komunikasi audio dua arah melalui mikrofon internal
- Potensi integrasi proyektor mini dan kamera di bagian klip pena
- Konektivitas dengan perangkat lain melalui Bluetooth
Perangkat ini dirancang tanpa layar agar tetap intuitif dan memberikan pengalaman penggunaan yang lebih tenang dibandingkan smartphone.
Rencana Produksi dan Jadwal Peluncuran
OpenAI awalnya merencanakan manufaktur perangkat ini melalui Luxshare Precision di Tiongkok.
Namun, karena pertimbangan geopolitik dan stabilitas rantai pasok, produksi dialihkan ke Foxconn dengan opsi lokasi di Vietnam atau Amerika Serikat, termasuk Wisconsin, Ohio, Texas, Virginia, atau Indiana.
Foxconn dipilih karena memiliki pengalaman luas dalam merakit perangkat elektronik presisi seperti iPhone.
Hingga saat ini, perangkat masih berada pada tahap desain dan diperkirakan meluncur pada 2026 atau awal 2027.
Sejumlah laporan menyebut potensi penundaan akibat tantangan teknis, termasuk bentuk fisik perangkat, karakteristik suara, serta isu privasi.
Pengembangan Model AI Audio
Untuk mendukung perangkat ini, OpenAI mempercepat pengembangan arsitektur model AI audio.
Tim yang dipimpin oleh Kundan Kumar (mantan Character.AI), Ben Newhouse, dan Jackie Shannon ditugaskan untuk meningkatkan kualitas interaksi suara.
Model audio baru ini diharapkan mampu memberikan respons lebih cepat, menangani interupsi secara real-time, serta meningkatkan akurasi dan kedalaman konten suara.
Versi awalnya diperkirakan rilis pada kuartal pertama 2026.
Potensi Pasar dan Skema Penjualan
Pena AI ini dirancang terintegrasi langsung dengan layanan langganan ChatGPT.
OpenAI diperkirakan akan menawarkan skema perangkat keras plus langganan, yang mencakup penyimpanan cloud dan fitur AI lanjutan dalam satu ekosistem.
Perangkat ini diperkirakan akan dijual dengan harga sekitar $650 hingga $775 (setara Rs 55.000-65.000 di India), dan ditargetkan sebagai produk premium.
Berbeda dengan perangkat AI seperti Humane AI Pin atau Rabbit R1, OpenAI memilih pendekatan yang memperkuat aktivitas yang sudah dilakukan pengguna, seperti menulis, sehingga pena AI ini berfungsi sebagai pelengkap, bukan pengganti smartphone.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
