Connect with us

Teknologi

Era Baru Gmail, Kini Ada Fitur AI yang Bisa Bantu Tulis Pesan

Google memperkenalkan sejumlah fitur baru berbasis kecerdasan buatan (AI) pada layanan Gmail mulai Januari 2026.

Logompn

Published

on

Era baru gmail, kini ada fitur ai yang bisa bantu tulis pesan
Era Baru Gmail, Kini Ada Fitur AI yang Bisa Bantu Tulis Pesan | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 23 Januari 2026 - Google memperkenalkan sejumlah fitur baru berbasis kecerdasan buatan (AI) pada layanan Gmail mulai Januari 2026.

Langkah ini dilakukan untuk menyederhanakan proses penulisan serta pengelolaan email bagi para penggunanya secara global.

Fitur-fitur ini sebelumnya hanya tersedia untuk pelanggan paket Google AI Pro atau Ultra, namun kini mulai dapat diakses oleh seluruh pengguna Gmail, dengan peluncuran awal di Amerika Serikat.

Hadirkan Fitur-Fitur Canggih

Melalui penerapan AI generatif, termasuk teknologi yang mendasari chatbot, Google menghadirkan alat-alat seperti Help Me Write, Suggested Replies, dan AI Overview.

  • Help Me Write: Membantu pengguna menyusun draf email secara otomatis berdasarkan perintah. Fitur ini menawarkan beberapa opsi seperti formalize (formalisasi), elaborate (perincian), shorten (persingkat), dan polish (penyempurnaan).
  • Suggested Replies: Pembaruan dari Smart Replies, fitur ini memberikan respons yang dipersonalisasi berdasarkan gaya penulisan pengguna sebelumnya.
  • AI Overview: Memberikan ringkasan poin-poin penting dari percakapan di email.

Dalam waktu dekat, Google juga akan merilis AI Inbox, sistem kotak masuk cerdas yang secara otomatis mengelompokkan tugas berdasarkan isi percakapan dalam email.

Fitur ini tengah diuji dan dijadwalkan diluncurkan ke publik dalam beberapa bulan ke depan.

AI Inbox

Fitur AI Inbox dikembangkan untuk mereduksi beban pengguna dalam memilah dan membaca email satu per satu.

Sistem ini memberikan gambaran umum mengenai hal-hal penting yang perlu dilakukan hari itu dengan menyusun daftar tugas berdasarkan isi email terbaru.

Sebagai contoh penggunaan, AI Inbox dapat menampilkan tugas seperti merespons email pendaftaran sekolah, sembari menyembunyikan email-email promosi atau tak relevan.

Dikutip MPN Indonesia dari New York Times, AI Inbox sedang diuji oleh sejumlah kecil pengguna dan akan diluncurkan secara luas di akhir tahun 2026.

Baca Juga:  Pemanfaatan AI Dinilai Masih Rendah di Indonesia, Menaker: Kita Harus Beradaptasi dan Terus Berkembang

Google Jamin Privasi Pengguna

Implementasi AI di Gmail menimbulkan pertanyaan mengenai akses data dan privasi pengguna.

Google menjelaskan bahwa Gemini, asisten AI mereka, memerlukan akses ke seluruh isi kotak masuk untuk menjalankan fungsinya.

Namun, perusahaan menegaskan bahwa proses ini dilakukan secara otomatis tanpa campur tangan manusia.

“Kami tahu dibutuhkan banyak kepercayaan agar orang mau mengundang AI untuk menghubungkan titik-titik ini,” ujar Blake Barnes, Wakil Presiden Produk Google yang mengawasi Gmail.

“Kami dapat menggunakan AI untuk memproses dan melakukan hal-hal seperti AI Inbox di lingkungan terisolasi ini tanpa campur tangan manusia sama sekali,” tambahnya.

Meski demikian, Google mengakui bahwa data tertentu masih bisa diakses oleh penegak hukum jika diminta melalui surat perintah resmi.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending