Teknologi
Google Luncurkan Veo 3 dan Imagen 4 di Google I/O 2025
Google luncurkan Veo 3 & Imagen 4 di I/O 2025, dukung kreator film & gambar lewat platform AI Flow dengan fitur sinematik canggih dan watermark konten.
MPN Indonesia 23 Mei 2025 - Google resmi memperkenalkan dua model kecerdasan buatan (AI) terbaru, Veo 3 dan Imagen 4, dalam konferensi tahunan Google I/O 2025 yang digelar sejak 20 Mei di Amerika Serikat.
Peluncuran ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperluas dukungan teknologi bagi industri kreatif, terutama dalam produksi film dan video.
Kedua model telah diintegrasikan dalam Flow, platform AI terbaru Google yang ditujukan untuk para pembuat film.
Dukung Proses Kreatif Seniman
Menurut Wakil Presiden Google DeepMind, Eli Collins, model Veo 3 dan Imagen 4 dirancang untuk menciptakan gambar, video, dan musik berkualitas tinggi guna mendukung proses kreatif.
“Model-model ini menciptakan gambar, video, dan musik yang memukau, memberdayakan seniman untuk mewujudkan visi kreatif mereka,” ujar Eli Collins, seperti dikutip MPN Indonesia dari blog resmi Google, Jumat (23/5).
Kedua model ini mendukung berbagai format visual, seperti pembuatan karakter, ilustrasi naratif, dan klip sinematik.
Fitur Unggulan Veo 3 dan Imagen 4
Veo 3 merupakan model AI generatif video yang dilengkapi fitur seperti sinkronisasi audio dengan gerakan bibir karakter, kontrol kamera, serta outpainting untuk memperluas bingkai gambar.
Teknologi ini juga mendukung penciptaan audio lingkungan yang sesuai dengan suasana video, seperti suara kota atau alam.
Imagen 4, di sisi lain, merupakan model AI generatif gambar yang menghasilkan ilustrasi dengan detail lebih tajam dan realistis.
Model ini unggul dalam menampilkan tekstur halus seperti kain, air, dan bulu, serta akurat dalam ejaan dan tipografi.
Hal ini menjadikannya cocok untuk pembuatan komik, poster, dan kartu ucapan dalam resolusi tinggi hingga 2K.
Flow: Platform Kreatif Berbasis AI
Flow adalah evolusi dari proyek VideoFX yang sebelumnya diuji Google.
Platform ini menggabungkan kekuatan model Veo, Imagen, dan Gemini, memungkinkan pengguna menyusun narasi sinematik hanya dengan menggunakan bahasa sehari-hari.
Pengguna dapat menyusun adegan dengan transisi halus, kontrol kamera tingkat lanjut, serta sinkronisasi visual dan audio secara otomatis.
Veo 3 tersedia bagi pelanggan Ultra di aplikasi Gemini dan Flow, serta pengguna Vertex AI.
Kolaborasi Kreator dan Keamanan Konten
Google mengembangkan model-model ini melalui kolaborasi dengan para seniman dan kreator, termasuk dari komunitas YouTube.
Beberapa kreator seperti Dave Clark, Henry Daubrez, dan Junie Lau turut serta dalam uji coba awal penggunaan Flow untuk film pendek mereka.
Untuk menjamin transparansi dan keaslian konten, semua hasil generatif dari Veo 3 dan Imagen 4 dilengkapi watermark digital melalui teknologi SynthID.
Google juga menyediakan SynthID Detector, portal yang memungkinkan pengguna memverifikasi keaslian konten dengan mengunggah sebagian atau seluruh file.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
