Teknologi
Komdigi Kolaborasi dengan Universitas Tokyo untuk Kembangkan Kurikulum Berbasis AI
Komdigi dan Universitas Tokyo bahas kerja sama kurikulum AI untuk pendidikan Indonesia, dorong penguatan skill digital dan inovasi teknologi berbasis AI.
MPN Indonesia 30 April 2025 - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menjalin kerja sama awal dengan Universitas Tokyo dalam pengembangan kurikulum kecerdasan buatan (AI) untuk pendidikan di Indonesia.
Pada Selasa (29/4), Komdigi memulai diskusi awal mengenai kolaborasi pengembangan kurikulum pendidikan kecerdasan buatan bersama Universitas Tokyo, Jepang.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Komdigi untuk meningkatkan kompetensi digital masyarakat Indonesia melalui transfer pengetahuan dan teknologi dari institusi akademik terkemuka dunia.
Pertemuan berlangsung di Kantor Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), Jakarta Pusat, dan dihadiri oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, serta Profesor Yutaka Matsuo dari Department of Technology Management for Innovation, Universitas Tokyo.
Fokus pada Transfer Digital Skill dan Knowledge
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Yutaka Matsuo menawarkan berbagai bentuk kontribusi teknis untuk memperkuat pendidikan berbasis kecerdasan buatan.
“Dari apa yang ditawarkan oleh Profesor Yutaka Matsuo, kerja sama pengembangan kurikulum pendidikan Artificial Intelligence ini sangat menarik. Ia menawarkan pengembangan hal-hal yang sifatnya teknis seperti digital knowledge dan digital skill,” ujar Nezar Patria dalam rapat tersebut, sebagaimana dikutip MPN Indonesia melalui laman resmi Komdigi, pada Rabu (30/4).
Pendidikan kecerdasan buatan yang dimaksud tidak hanya menekankan pada penguasaan teknologi, tetapi juga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Program yang dirancang akan memperluas wawasan peserta dalam penggunaan teknologi AI untuk menciptakan solusi konkret yang dapat diterapkan langsung di masyarakat maupun sektor industri.
AI sebagai Solusi Teknologi Masyarakat dan Bisnis
Profesor Matsuo juga menyoroti pentingnya adopsi AI sebagai bagian dari strategi pemecahan masalah sosial dan penguatan bisnis.
Ia menyampaikan bahwa pengalaman Jepang dalam membentuk startup berbasis teknologi kecerdasan buatan dapat menjadi contoh bagi Indonesia.
“Ia mendorong dengan mencontohkan apa yang dilakukan di Jepang. Mereka yang sudah mendapatkan pendidikan ini kemudian bisa membentuk startup yang langsung memecahkan persoalan di masyarakat. Atau ketika berkecimpung di dunia bisnis, bagaimana adopsi teknologi artificial intelligence bisa memperkuat solusi-solusi bisnis yang dibuat,” jelas Nezar Patria.
Pendekatan ini mencerminkan bagaimana pendidikan dan penerapan AI dapat berjalan beriringan untuk menciptakan dampak nyata.
Inisiatif pengembangan kurikulum AI akan dirancang agar mendorong lahirnya inovator digital di Indonesia.
Diskusi Awal yang Potensial bagi Pengembangan Kemitraan
Wamen Nezar menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan tahap awal dari kemungkinan kemitraan lebih lanjut antara Komdigi dan Universitas Tokyo.
Meski belum ada kesepakatan final, pihaknya melihat adanya minat kuat dari Prof. Matsuo dan ERIA untuk menjalin kerja sama resmi.
“Kita terbuka untuk kesempatan bekerja sama. Ini baru diskusi awal, tapi Profesor Takamatsu dan ERIA kelihatannya cukup berniat untuk bisa bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital,” ungkap Nezar.
Nezar juga menekankan bahwa pengalaman Prof. Yutaka Matsuo sebagai penasihat teknologi AI bagi pemerintah Jepang akan menjadi aset berharga dalam mengembangkan kebijakan serta sistem pendidikan berbasis teknologi di Indonesia.
Dorongan Penguatan Ekosistem Pendidikan Kecerdasan Buatan
Kemitraan potensial ini diharapkan mempercepat penguatan ekosistem pendidikan berbasis kecerdasan buatan di Indonesia.
Komdigi memandang kerja sama dengan Universitas Tokyo sebagai langkah strategis untuk mendekatkan pengembangan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri dan masyarakat digital.
Dengan inisiatif ini, Komdigi menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi digital melalui pendidikan yang adaptif dan relevan dengan perkembangan teknologi global.
Kolaborasi ini juga menunjukkan arah baru kebijakan pendidikan yang terfokus pada kompetensi di bidang kecerdasan buatan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
