Connect with us

Teknologi

Meta Dikabarkan akan PHK Ratusan Karyawan di Divisi Metaverse

Meta melakukan PHK terhadap lebih dari 1.000 karyawan Reality Labs seiring pergeseran strategi dari metaverse ke kecerdasan buatan (AI).

Logompn

Published

on

Meta dikabarkan akan phk ratusan karyawan di divisi metaverse
Potret Meta VR. Gambar: Yahoo News.

MPN Indonesia 15 Januari 2026 - Meta, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 1.000 karyawan di divisi Reality Labs yang fokus pada pengembangan virtual reality (VR) dan metaverse mulai minggu ini.

Keputusan ini merupakan bagian dari pergeseran strategi perusahaan yang kini mengalihkan fokus dari proyek metaverse ke pengembangan kecerdasan buatan (AI).

PHK ini berdampak pada berbagai unit, termasuk studio pengembang konten VR dan tim yang bekerja untuk perangkat Quest VR headset serta Horizon Worlds, platform sosial berbasis VR.

Meta juga menutup beberapa studio internal seperti Armature Studio, Twisted Pixel, dan Sanzaru, serta unit teknologi Oculus Studios Central Technology.

Studio lainnya, termasuk Ouro Interactive yang didirikan Meta pada 2023, juga terkena dampak pemangkasan ini.

Chief Technology Officer Meta, Andrew Bosworth, menjadwalkan pertemuan seluruh tim Reality Labs pada Rabu (14/1).

Fokus Beralih ke AI dan Perangkat Wearable

Sejak tahun lalu, CEO Meta Mark Zuckerberg mulai mengurangi alokasi anggaran untuk proyek metaverse dan mengalihkan dana ke pengembangan teknologi AI dan perangkat wearable.

Pada bulan Desember, perusahaan menyatakan akan mengalihkan sebagian anggaran Reality Labs dari proyek VR ke proyek kacamata pintar dan perangkat wearable lainnya.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya tersebut dan kami berencana menginvestasikan kembali penghematan yang diperoleh untuk mendukung pertumbuhan perangkat wearable pada tahun ini,” ucap seorang juru bicara Meta tanpa mengomentari secara langsung mengenai PHK, dikutip MPN Indonesia melalui CNBC pada Kamis (15/1).

Baca Juga:  Meta Luncurkan Ray-Ban Display, Kacamata AI dengan Gelang Pintar EMG Neural Band

Langkah ini sejalan dengan strategi baru Meta yang kini berinvestasi besar-besaran di bidang AI, termasuk mengalokasikan dana miliaran dolar untuk merekrut talenta unggulan, seperti pendiri Scale AI, Alexandr Wang, yang kini memimpin strategi AI perusahaan.

Vishal Shah, yang sebelumnya memimpin upaya metaverse selama empat tahun, ditunjuk sebagai wakil presiden produk AI pada Oktober lalu.

Selain itu, Supernatural, aplikasi kebugaran VR yang dibeli Meta seharga USD 400 juta pada 2023, kini dipindahkan ke mode pemeliharaan dan tidak akan menerima konten baru.

Kerugian Reality Labs dan Penurunan Minat terhadap Horizon Worlds

Divisi Reality Labs mencatat kerugian signifikan sejak 2020 dengan total kerugian lebih dari USD 70 miliar.

Pada kuartal terakhir, divisi ini melaporkan kerugian sebesar USD 4,4 miliar dengan pendapatan hanya USD 470 juta.

Kinerja platform Horizon Worlds juga belum menunjukkan hasil menggembirakan, dengan jumlah pengguna aktif bulanan tidak pernah melebihi beberapa ratus ribu, jauh di bawah platform seperti Roblox yang memiliki lebih dari 150 juta pengguna harian.

Sebagai bagian dari upaya mempertahankan relevansi Horizon Worlds, Meta mulai mengarahkan pengembang pihak ketiga untuk membuat konten yang lebih sederhana dan ramah anak, meniru pendekatan Roblox dan Minecraft.

Tahun lalu, perusahaan meluncurkan versi mobile Horizon Worlds dan memindahkan sejumlah karyawan ke tim tersebut.

Deepak Nair, seorang pengembang advokat di Meta, membuat pernyataan terkait demografi yang menjadi target dari strategi konten baru tersebut dalam sebuah pertemuan dengan pengembang di Berlin pada Agustus lalu.

“Secara umum berada di kisaran usia 13 hingga 24 tahun, bukan? Bahkan di ekosistem lain, usianya justru lebih muda dari itu,” ucapnya.

Baca Juga:  Data Center Amazon di UEA dan Bahrain Rusak Kena Serangan Drone

Strategi Produk Masa Depan dan Perkembangan Wearables

Di bidang perangkat wearable, Meta mulai menunjukkan kemajuan melalui kerja samanya dengan EssilorLuxottica dalam memproduksi kacamata pintar Ray-Ban Meta.

Produk terbaru, Meta Ray-Ban Display, dirilis pada September dengan harga USD 799 dan dilengkapi layar kecil untuk menampilkan pesan dan pratinjau foto.

Peluncuran global perangkat ini ditunda karena permintaan tinggi di AS.

CFO Luxottica, Stefano Grassi, menyatakan bahwa target produksi 10 juta unit yang ditetapkan untuk akhir 2026 kemungkinan akan tercapai lebih awal.

Meskipun tengah melakukan pemangkasan di sektor VR, Meta belum sepenuhnya meninggalkan proyek tersebut.

Perusahaan masih berupaya menarik pengembang game dari platform lain untuk menciptakan pengalaman baru di Horizon Worlds.

Tahun ini, Meta juga meluncurkan dana kreator sebesar USD 50 juta untuk mendorong pengembangan konten dalam platform tersebut, khususnya untuk versi gawai.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending