Teknologi
Pentingkah Penggunaan Blockchain dan Quantum Computing dalam Pendidikan?
Penggunaan blockchain dan quantum computing dalam pendidikan tengah menjadi perhatian.
MPN Indonesia 17 April 2025 - Penggunaan teknologi blockchain dan quantum computing dalam sektor pendidikan tengah menjadi perhatian sebagai bagian dari transformasi digital.
Pendapat para praktisi pendidikan dan hasil studi akademik memperlihatkan bahwa penerapan keduanya dapat membawa perubahan signifikan, meski dihadapkan pada sejumlah tantangan teknis dan struktural.
Pemanfaatan Blockchain dalam Pendidikan
Dikutip MPN Indonesia dari jurnal Penggunaan Teknologi Blockchain dalam Bidang Pendidikan karya Muhammad Oka dan kawan-kawan, Blockchain adalah teknologi penyimpanan data digital yang bersifat aman dan desentralistik.
Data yang ada pada blockchain nyaris tidak dapat dipalsukan karena divalidasi oleh sistem sebelum disimpan secara permanen dalam jaringan data terdistribusi.
Dalam sektor pendidikan, teknologi ini bermanfaat untuk manajemen sertifikat dan identitas pelajar.
Menurut hasil penelitian tersebut, “dengan blockchain, data pelajar (sertifikat, skill yang dikuasai, dsb.) tidak dikuasai oleh lembaga pendidikan, tetapi oleh pelajar itu sendiri,”.
Hal ini memungkinkan pelajar bisa menyimpan data pembelajaran mereka dan dapat mengontrol apa yang bisa diakses dan siapa yang bisa mengaksesnya.
Selain itu, blockchain meningkatkan efisiensi dalam pencatatan digital, manajemen kekayaan intelektual, dan verifikasi ijazah. Keunggulan lainnya adalah transparansi akademik.
“Blockchain membuat siswa tidak bisa memalsukan nilai, jurusan, dan sertifikat,” yang dapat membantu perekrut memastikan keabsahan keterampilan pelamar kerja.
Potensi Quantum Computing dalam Dunia Pendidikan
Sementara itu Quantum computing memiliki kemampuan dalam memproses dan mengelola data besar secara efisien.
Dalam wawancara dengan guru SMA swasta di Tangerang Selatan, Dufi menjelaskan bahwa teknologi ini bisa digunakan untuk menyimpan data mata pelajaran yang dapat diakses dengan mudah.
“Serta bisa digunakan sebagai optimasi kurikulum untuk guru sendiri terhadap siswa,” kata Dufi kepada MPN Indonesia saat dihubungi melalui aplikasi perpesanan.
Hal ini menunjukkan bahwa quantum computing bisa berperan penting dalam personalisasi pembelajaran dan peningkatan efektivitas kurikulum berbasis data besar.
Pandangan Praktisi Pendidikan
Meski potensinya besar, pemahaman mengenai teknologi ini belum merata. Kaprodi Bisnis Digital di Politeknik Piksi Input Serang, Resita Rahma mengungkapkan bahwa ia belum familiar dengan konsep blockchain.
Namun, ia menyatakan bahwa perkembangan teknologi ini pasti tujuannya untuk memudahkan pengguna.
“Apa pun bentuk perkembangan teknologi yang pasti tujuannya adalah hal yang baik dan memudahkan pengguna,” kata Resita kepada MPN Indonesia.
Hal ini mengindikasikan pentingnya peningkatan literasi teknologi di kalangan pendidik dan pengambil kebijakan untuk menyambut inovasi digital yang semakin berkembang.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
