Connect with us

Teknologi

Setengah Abad Vakum, Nasa Siap Kirim Manusia Kembali ke Bulan

NASA akan meluncurkan misi Artemis II pada Februari 2026, membawa astronot mengorbit bulan untuk pertama kalinya sejak 1972.

Logompn

Published

on

Setengah abad vakum, nasa siap kirim manusia kembali ke bulan (2)
Roket NASA yang sedang menunggu kedatangan tim Artemis II. Gambar: Dok. NASA.

MPN Indonesia 14 Januari 2026 - Setelah lebih dari 50 tahun vakum sejak program Apollo terakhir pada 1972, NASA akan kembali mengirim manusia ke bulan melalui misi Artemis II.

Misi ini dijadwalkan paling cepat diluncurkan pada Jumat (6/2) dari Kennedy Space Center, Florida, menggunakan roket Space Launch System (SLS) dan pesawat ruang angkasa Orion.

NASA telah menetapkan bahwa gladi bersih peluncuran akan dilakukan pada akhir Januari 2026 sebagai bagian dari persiapan teknis terakhir.

Artemis II akan menjadi penerbangan pertama berawak dalam program Artemis dengan empat astronot sebagai kru, yaitu Reid Wiseman sebagai komandan, Victor Glover sebagai pilot, Christina Koch sebagai spesialis misi dari NASA, serta Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada (CSA).

Para astronot akan mengelilingi bulan dalam lintasan angka delapan tanpa mendarat, menempuh misi selama kurang lebih 10 hari, dan menjadi manusia pertama yang kembali mengorbit bulan dalam satu generasi.

“Kita semakin mendekati Artemis II dengan peluncuran yang sudah di depan mata. Kita masih memiliki langkah-langkah penting yang harus ditempuh menuju peluncuran dan keselamatan awak akan tetap menjadi prioritas utama kita di setiap langkah, seiring kita mendekati kembalinya umat manusia ke bulan,” ucap Lori Glaze, Penjabat Administrator Asosiasi Direktorat Misi Pengembangan Sistem Eksplorasi NASA, dikutip MPN Indonesia melalui laman resmi NASA pada Rabu (14/1).

Integrasi dan Persiapan Teknis Menuju Peluncuran

NASA menjadwalkan pemindahan roket SLS dan kapsul Orion dari Gedung Perakitan Kendaraan ke Landasan Peluncuran 39B menggunakan crawler-transporter-2 pada Sabtu (17/1).

Baca Juga:  Kapsul Dragon SpaceX Jadi Pilihan Utama NASA untuk Pulangkan Astronot yang Terjebak di Orbit

Proses perjalanan sepanjang 4 mil ini diperkirakan memakan waktu hingga 12 jam.

Setelah tiba di lokasi peluncuran, tim akan menghubungkan sistem pendukung darat, mengaktifkan sistem penerbangan terintegrasi, dan menguji semua komponen untuk memastikan kesiapan penuh.

Uji coba pra-peluncuran (wet dress rehearsal) dijadwalkan akhir Januari, dengan tujuan mengisi lebih dari 700.000 galon propelan kriogenik, menjalankan hitung mundur, dan latihan prosedur keselamatan.

Tahapan simulasi hitung mundur akan dimulai sekitar 49 jam sebelum peluncuran, termasuk fase pengujian sistem otomatis hingga 33 detik sebelum peluncuran dan evaluasi sistem propelan, termasuk penanganan nitrogen gas di area kritis.

Selama persiapan teknis, beberapa kendala telah diatasi, seperti penggantian kabel pada sistem terminasi penerbangan dan katup tekanan palka Orion yang bermasalah.

Selain itu, teknisi juga menyelesaikan perbaikan kebocoran pada perangkat keras pengisian oksigen gas untuk kebutuhan pernapasan astronot.

Jalur Peluncuran dan Kendala Orbit

Artemis II memiliki periode peluncuran utama dari Sabtu (31/1) sampai dengan Sabtu (14/2) dengan peluang peluncuran pada 6, 7, 8, 10, dan 11 Februari.

Peluncuran akan bergantung pada posisi orbit yang memungkinkan Orion memasuki lintasan translunar, memastikan panel surya tidak berada dalam kegelapan lebih dari 90 menit, serta menjaga suhu dan efisiensi listrik.

Pembakaran translunar akan menempatkan Orion dalam lintasan mengelilingi bulan lalu kembali ke Bumi tanpa manuver propulsi tambahan.

Jalur ini dirancang agar pesawat tetap dapat kembali meskipun terjadi anomali teknis selama misi.

NASA juga telah menjadwalkan jendela peluncuran tambahan hingga April 2026 jika terjadi penundaan.

Tujuan Misi dan Rencana Eksplorasi

Selain menguji sistem pendukung kehidupan pesawat ruang angkasa, para astronot akan menjalani serangkaian eksperimen ilmiah, termasuk studi biomedis terkait efek radiasi dan sistem imun dalam penerbangan luar angkasa di luar orbit rendah Bumi.

Baca Juga:  Diduga Pesawat Alien, NASA Pastikan Komet 3I/ATLAS Tak Berbahaya

NASA menegaskan bahwa misi ini akan menjadi fondasi bagi kehadiran jangka panjang di bulan, sekaligus mempersiapkan pengiriman astronot AS pertama ke Mars.

Tantangan dan Kompetisi Global

Peluncuran Artemis II merupakan lanjutan dari misi Artemis I yang diluncurkan pada November 2022 tanpa awak.

Awalnya, Artemis II ditargetkan pada 2023, tetapi mengalami penundaan akibat kerusakan pada perisai panas Orion.

Jadwal kemudian bergeser dari November 2024, ke April 2026, dan kini dipercepat menjadi Februari 2026.

NASA menghadapi tekanan internasional, terutama dari program luar angkasa China dan India.

China berencana mengirimkan manusia ke bulan pada 2030, sementara India telah sukses mendaratkan wahana tanpa awak di kutub selatan bulan.

Selain itu, keterlambatan pengembangan wahana pendarat Starship milik SpaceX juga memicu pertimbangan NASA untuk membuka kontrak kepada penyedia lain seperti Blue Origin.

“Kecuali ada perubahan, sangat kecil kemungkinan Amerika Serikat akan mengalahkan jadwal yang diproyeksikan China,” ucap Komite Perdagangan Senat, mantan Administrator NASA, Jim Bridenstine.

NASA menetapkan bahwa misi Artemis 3 mendatang akan membawa astronot ke permukaan bulan dan berlabuh di stasiun ruang angkasa Gateway.

Akan tetapi, dengan ketidakpastian kesiapan Starship, NASA mempertimbangkan opsi wahana pendarat lain untuk menjamin kelancaran jadwal jangka panjang.

Penutup Persiapan Menuju Peluncuran

Setelah gladi bersih, NASA akan melakukan tinjauan kesiapan penerbangan untuk menilai semua sistem dan menetapkan tanggal peluncuran final.

Dengan target peluncuran pertama pada Jumat (6/2), misi Artemis II akan menjadi langkah besar dalam misi berawak ke luar orbit Bumi pertama dalam lebih dari setengah abad.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending