Teknologi
Tak Terima ChatGPT Disebut Boros Energi, Bos OpenAI: Melatih Manusia juga Butuh Banyak Energi
CEO OpenAI Sam Altman bantah banyaknya penggunaan energi ChatGPT.
MPN Indonesia 24 Februari 2026 - CEO OpenAI, Sam Altman, menanggapi kritik terkait konsumsi energi besar pada sistem kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT dengan menyatakan bahwa proses pelatihan manusia juga membutuhkan energi besar.
Pernyataan ini disampaikan Altman saat menjadi pembicara di acara Express Adda, yang digelar di sela-sela acara India-AI Impact Summit 2026 pada Jumat (20/2).
Altman menilai perbandingan energi yang digunakan AI dan manusia tidak adil karena tidak mempertimbangkan seluruh proses yang dialami manusia untuk menjadi cerdas.
“Namun, melatih manusia juga membutuhkan banyak energi. Butuh sekitar 20 tahun hidup dan semua makanan yang Anda makan selama waktu itu sebelum Anda menjadi pintar. Dan bukan hanya itu, dibutuhkan evolusi yang sangat luas dari 100 miliar orang yang pernah hidup dan belajar untuk tidak dimangsa oleh predator dan belajar bagaimana memahami sains dan sebagainya, untuk menghasilkan Anda,” kata Altman, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube The Indian Express pada Selasa, (24/2).
Altman menekankan bahwa perbandingan yang relevan adalah pada penggunaan energi saat satu pertanyaan diajukan setelah model AI dilatih, bukan pada total energi pelatihan.
“Jika Anda mengajukan pertanyaan kepada ChatGPT, berapa banyak energi yang dibutuhkan setelah modelnya dilatih untuk menjawab pertanyaan tersebut dibandingkan dengan manusia? Dan mungkin, AI sudah menyamai efisiensi energi, jika diukur dengan cara itu,” ujarnya.
Altman Bantah Isu Konsumsi Listrik dan Air AI
Dalam sesi wawancara dengan Anant Goenka, Direktur Eksekutif The Indian Express Group, Altman membantah klaim bahwa satu kueri di ChatGPT mengonsumsi energi setara 1,5 kali pengisian baterai iPhone.
“Tidak mungkin mendekati angka itu,” tegas Altman.
Selain listrik, isu konsumsi air oleh pusat data AI juga dibantah secara langsung oleh Altman.
Ia menanggapi tudingan yang menyebut satu kueri ChatGPT menghabiskan 17 galon air.
“Sekarang karena kita tidak melakukan itu, Anda melihat hal-hal ini di internet yang mengatakan, ‘Jangan gunakan ChatGPT, itu menghabiskan 17 galon air untuk setiap kueri’ atau apa pun. Ini sama sekali tidak benar, benar-benar gila, tidak ada hubungannya dengan kenyataan,” ujar Altman.
Ia menjelaskan bahwa OpenAI sebelumnya menggunakan sistem pendingin evaporatif di pusat data, tetapi kini tidak lagi digunakan.
Namun, Altman mengakui pentingnya isu konsumsi energi secara keseluruhan karena meningkatnya penggunaan AI secara global.
Ia menyatakan perlunya transisi cepat ke sumber energi terbarukan.
“Kita perlu beralih ke energi nuklir atau angin dan matahari dengan sangat cepat,” ucapnya.
Respons Netizen Terhadap Pernyataan Altman
Ciplikan wawancara Altman dalam Express Adda banyak tersebar di media sosial terutama di platform X.
Banyak netizen yang menganggap bahwa pernyataan Altman sangat tone deaf dan tidak masuk akal karena membandingkan penggunaan air dan listrik untuk mesin dengan manusia.
“Saya tidak mengerti, bukankah Anda sedang membangun alat untuk mempermudah kehidupan manusia? Argumen macam apa yang menyamakan model AI dengan manusia, membandingkan alat dengan pengguna akhir? Atau apakah Anda membayangkan dunia di mana kebalikannya yang terjadi? Selama bertahun-tahun, para pengusaha telah menciptakan narasi penawaran-permintaan dan ketakutan untuk meningkatkan valuasi, tetapi ini adalah jenis kejahatan distopia yang sama sekali baru,” tulis akun X @RaunaqMongottil.
Banyak pula yang membantah pernyataan Altman dan melakukan perhitungan bahwa melatih AI justru menggunakan lebih banyak energi dari pada manusia.
“Manusia mengonsumsi sekitar 2.000 kalori per hari. Selama 20 tahun, itu kira-kira setara dengan 17.000 kWh energi makanan total. Pelatihan GPT-4 diperkirakan mengonsumsi 50 GWh listrik. Itu setara dengan energi “pelatihan” 3.000 manusia untuk satu kali menjalankan model,” tulis akun X @Aakashgupta.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
