Connect with us

Internasional

Imbas Konflik Timur Tengah, Ekspatriat di Dubai Tinggalkan Hewan Peliharaan secara Massal

Penampungan hewan di Dubai kewalahan setelah banyak ekspatriat meninggalkan hewan peliharaan mereka saat meninggalkan kota.

Logompn

Published

on

Imbas Konflik Timur Tengah, Ekspatriat di Dubai Tinggalkan Hewan Peliharaan secara Massal
Imbas Konflik Timur Tengah, Ekspatriat di Dubai Tinggalkan Hewan Peliharaan secara Massal. Gambar: Kolase X/@TheGriftReport / X/@areyoflight

MPN Indonesia 20 Maret 2026 - Meningkatnya ketegangan regional di Timur Tengah memicu kekhawatiran di kalangan sebagian ekspatriat di Dubai, Uni Emirat Arab.

Di tengah situasi itu, organisasi penyelamat hewan melaporkan lonjakan kasus penelantaran anjing dan kucing yang ditinggalkan pemiliknya.

Kondisi ini terjadi sejak awal pekan ini dan telah menciptakan tekanan besar terhadap layanan penyelamatan dan penampungan hewan di wilayah tersebut.

Sejumlah organisasi penyelamat seperti K9 Friends Dubai dan layanan penitipan The Barking Lot melaporkan lonjakan kasus penelantaran hewan, terutama anjing dan kucing.

“Kami memahami situasinya tegang dan mungkin ada keluarga yang mencoba kembali ke negara asal mereka untuk keselamatan, kami mendesak Anda untuk membawa hewan peliharaan Anda bersama Anda,” tulis akun Instagram @k9friendsdubai, dikutip MPN Indonesia pada Jumat, (20/3).

“Jika Anda membutuhkan kontak dan informasi perusahaan relokasi tentang cara membawa hewan peliharaan Anda kembali, silakan hubungi kantor kami atau kirim pesan langsung kepada kami untuk mendapatkan kontak yang sesuai,” lanjutnya.

Para dokter hewan juga mencatat peningkatan pertanyaan mengenai eutanasia, bahkan terhadap hewan yang masih sehat.

Gambar dan unggahan tentang hewan yang ditinggalkan tersebar di media sosial, menampilkan anjing yang diikat ke tiang lampu tanpa makanan dan air, serta kucing yang ditinggalkan dalam kandang di bawah suhu panas ekstrem.

Salah satu kasus yang dilaporkan The Sun memperlihatkan seekor induk kucing dan empat anaknya ditemukan di dalam kandang dengan sebuah catatan.

“Saya akan kembali ke negara saya karena situasi di sini,” tulis catatan tersebut.

Shelter Hewan Mulai Kewalahan

Pusat penyelamatan hewan di Dubai kini mengalami tekanan kapasitas. Seorang sukarelawan The Barking Lot menyatakan bahwa tempat penampungan “sudah berada di ambang batas,” sementara laporan menunjukkan peningkatan ratusan unggahan tentang hewan peliharaan yang ditinggalkan.

Baca Juga:  2.000 Lebih Warga Gaza Meninggal Dunia saat Menunggu Perawatan dan Evakuasi

“Beberapa orang ingin mengembalikan hewan peliharaan adopsian mereka. Ada anjing-anjing yang mulai ditinggalkan,” ungkap Claire Hopkins, warga Dubai yang juga relawan lembaga amal hewan.

Tercatat lebih dari 2 juta hewan peliharaan di seluruh UEA, dengan Dubai sebagai kota dengan kepadatan tinggi pemilik hewan peliharaan.

Rasio kucing terhadap anjing di wilayah ini mencapai dua banding satu, dengan 64,98% pemilik merupakan pencinta kucing.

Namun, konflik yang memuncak menyebabkan banyak pemilik memilih meninggalkan hewan mereka karena sulitnya proses relokasi.

Penyebab utama penelantaran termasuk biaya tinggi pemindahan hewan, prosedur administrasi rumit, serta terbatasnya opsi penerbangan.

“Dalam tiga hari terakhir, kami mengalami peningkatan permintaan sebesar 2.000 persen,” ujar Kirsty Kavanagh, pendiri Pawsome Pets kepada Conde Nast Traveller Middle East.

Hewan Ditinggalkan di Area Terbuka

Banyak hewan dilaporkan ditinggalkan di jalanan dan bahkan di gurun saat pemilik berusaha menyeberang ke Oman melalui jalur darat.

Berdasarkan aturan perbatasan Oman, hanya dua hewan peliharaan per orang yang diizinkan melintas, dengan syarat tambahan seperti mikrochip, sertifikat kesehatan, dan vaksinasi lengkap.

Akibatnya, sebagian ekspatriat yang tidak memenuhi syarat memilih meninggalkan hewan mereka di wilayah perbatasan.

Anso Stander, pengelola suaka hewan Six Hounds di Al Ain, mengatakan telah menerima 27 pesan mengenai hewan yang ditinggalkan hanya dalam satu hari.

Six Hounds mengatakan bahwa mereka menemukan sekotak penuh anak kucing dan seekor induk kucing.

Ia juga menyebut dua anjing ditemukan tewas ditembak di gurun dekat perbatasan.

Reaksi Relawan dan Warganet

Penyelamat dari War Paws, Louise Hastie, menyatakan bahwa kondisi ini bukan hanya terjadi di Dubai, tapi juga di Irak dan Ukraina.

“Beberapa orang tidak memandang hewan peliharaan seperti yang kita pandang,” ucapnya.

Baca Juga:  Militer Myanmar Bom Warga di Tengah Festival Bulan Purnama, 40 Orang Tewas

Saat ini, Hastie masih berada di Irak dan memilih tetap bersama hewan-hewan yang ia selamatkan sampai atapnya runtuh.

Sementara itu, suasana media sosial penuh kemarahan terhadap para ekspatriat.

Foto-foto hewan yang ditinggalkan dibagikan melalui grup WhatsApp dan Facebook, dengan sekitar 200 unggahan disebutkan berisi seruan adopsi dan bantuan.

Salah satu unggahan memperlihatkan seekor kelinci ditinggalkan di taman bersama kandangnya, tempat minum, dan sekantong makanan.

Upaya Penanganan oleh Otoritas Dubai

Sejumlah laporan media menyebut tempat penampungan hewan di Dubai dan sekitarnya kini menghadapi tekanan kapasitas di tengah meningkatnya kasus penelantaran.

Sementara itu, Dubai Municipality telah meluncurkan 12 stasiun pintar “Ehsan Stations” untuk membantu memberi makan hewan liar, meski inisiatif tersebut belum dikonfirmasi sebagai respons langsung terhadap situasi ini.

Di tengah konflik kawasan yang masih berlangsung, nasib hewan-hewan peliharaan yang ditinggalkan pun menjadi sorotan.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending