Connect with us

Berita

Pemerintah Imbau Siswa Jalan Kaki atau Bersepeda Bagi yang Rumahnya Dekat dengan Sekolah

Mendikdasmen mengajak siswa berjalan kaki atau naik sepeda ke sekolah untuk mendukung kebijakan efisiensi energi nasional.

Logompn

Published

on

Pemerintah Imbau Siswa Jalan Kaki atau Bersepeda Bagi yang Rumahnya Dekat dengan Sekolah
Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Gambar: Dinas Pendidikan Kepulauan Riau

MPN Indonesia 1 April 2026 - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengimbau siswa yang rumahnya berada dekat dengan sekolah untuk berjalan kaki atau menggunakan sepeda saat berangkat ke sekolah.

Imbauan tersebut disampaikan dalam acara Halalbihalal di Gedung A Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (30/3).

Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah efisiensi energi nasional yang diinstruksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai respons terhadap dinamika geopolitik di Timur Tengah.

“Jadi misalnya kita imbau kalau yang rumahnya dekat dari sekolah, ya kalau memang kira-kira aman dan nyaman saya kira tidak ada salahnya jalan kaki misalnya kan, atau kembali kepada kebiasaan bersepeda,” kata Abdul Mu’ti.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa kebiasaan berjalan kaki atau bersepeda sudah sempat populer selama masa pandemi COVID-19 dan membawa manfaat kesehatan serta lingkungan.

Ia menilai kebiasaan ini layak diteruskan untuk menghemat energi dan mengurangi polusi.

Penghematan Energi dan Penggunaan Transportasi Umum

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa selain berjalan kaki atau bersepeda, penggunaan transportasi umum yang aman dan nyaman juga perlu didorong.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat kecenderungan sebagian siswa lebih memilih menggunakan sepeda motor daripada angkutan umum.

“Sekarang ini kan ada kecenderungan untuk sebagian anak-anak kita ini lebih nyaman pakai sepeda motor daripada angkutan umum,” ujarnya.

Menurut Mu’ti, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah agar dapat memperbaiki dan meningkatkan jangkauan serta kenyamanan transportasi umum di wilayah masing-masing.

Tujuannya agar siswa dapat berangkat ke sekolah dengan angkutan umum yang layak.

Baca Juga:  Kelab Malam hingga Diskotek di Jakarta Wajib Tutup selama Ramadan, Ini Aturannya!

“Mungkin menurut saya ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah di mana pun untuk memperbaiki sarana transportasi umum, sehingga anak-anak kita ini bisa berangkat ke sekolah dengan menggunakan transportasi umum. Itu kan lebih hemat energi juga bisa mengurangi polusi,” tegasnya.

Dukungan Presiden Prabowo dan Kebijakan Terpadu

Kebijakan pemerintah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan efisiensi energi di beberapa sektor.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden telah melakukan koordinasi lintas kementerian untuk memastikan efisiensi berjalan efektif, tepat sasaran, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

“Presiden menginstruksikan agar efisiensi difokuskan pada beberapa sektor spesifik guna menjaga stabilitas dan ketahanan energi dalam negeri,” ujar Teddy dalam keterangannya.

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi pemerintah terhadap krisis energi akibat konflik di kawasan Timur Tengah, yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi global.

“Presiden membahas langkah-langkah strategis terkait rencana penghematan energi di berbagai sektor sebagai antisipasi atas dinamika politik di kawasan Timur Tengah yang dapat memengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi global,” lanjut Teddy.

Proses Belajar Tetap Tatap Muka

Meski pemerintah menggalakkan efisiensi energi, pelaksanaan pembelajaran di sekolah tetap dilakukan secara tatap muka.

Abdul Mu’ti menyatakan bahwa proses belajar mengajar akan terus berjalan sebagaimana biasanya tanpa perubahan metode.

“Tetap berjalan sebagaimana biasa,” tegasnya.

Pernyataan tersebut didukung oleh Menko PMK, Pratikno, yang menyampaikan bahwa Presiden Prabowo ingin memastikan proses pembelajaran tidak terganggu oleh perubahan sistem.

Ia menyatakan bahwa pembelajaran harus berjalan optimal agar tidak terjadi learning loss.

“Bahwa di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss. Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa,” kata Pratikno dalam keterangannya.

Baca Juga:  Kemenkeu Tunggu SOTK untuk Hitung Anggaran Kementerian Haji dan Dua Badan Baru

Kebijakan pemerintah ini menjadi bagian dari koordinasi lintas kementerian untuk menjaga kualitas pendidikan dan kesehatan sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, sebagaimana prioritas utama Presiden Prabowo Subianto.

(AKM/NID/RAD)

Trending