Connect with us

Berita

BPOM Larang Latiao Beredar usai 7 Wilayah di Indonesia Alami Keracunan

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi melarang peredaran Latiao, jajanan pedas asal China, di Indonesia.

Adinda

Published

on

BPOM Larang Latiao Beredar usai 7 Wilayah di Indonesia Alami Keracunan
BPOM larang peredaran latiao di Indonesia | Gambar : Mx. Granger

MPN Indonesia 3 November 2024 - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi melarang peredaran Latiao, jajanan pedas asal China, di Indonesia.

Langkah ini diambil setelah ada sejumlah laporan mengenai kasus keracunan muncul di tujuh wilayah indonesia akibat konsumsi camilan tersebut.

Berkoordinasi dengan Komdigi

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar mengatakan bahwa larangan peredaran latiao ini dilakukan dengan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebab produk ini banyak dijual di platform online.

“Karena barang ini dijual secara online, kami meminta kepada pihak terkait, kementerian terkait, yaitu untuk men-take down produk online, kerja sama dengan Kementerian Informasi. Jadi kami sudah berkirim surat untuk men-take-down,” ujarnya, Jumat (1/11).

Ia juga mengatakan bahwa BPOM telah meminta para importer untuk menarik semua produk latiao dari Indonesia dan melaporkan proses penarikannya pada BPOM.

“Kami minta importer untuk segera melaporkan proses penarikan dan pemusnahan ini kepada badan POM dan kami akan terus memantau kepatuhan mereka,” pungkas Taruna.

Mengandung Bakteri

Taruna mengatakan bahwa produk latiao itu mengandung bakteri bacillus cereus. Hal inilah yang diduga menjadi penyebab banyak yang keracunan usai mengonsumsi latiao.

“Hasil pengujian laboratorium, berdasarkan pengujian terhadap produk yang diduga menyebabkan KLB, kami menemukan indikasi kontaminasi bakteri bacillus cereus pada produk Latiao,” ujar Taruna.

Apa Itu Latiao?

Latiao, dikenal juga sebagai spicy stick atau spicy gluten stick, adalah camilan khas China yang dibuat dari tepung terigu yang dicampur dengan cabai dan bumbu rempah.

Makanan ini pertama kali populer di Provinsi Hunan, China, pada akhir 1990-an sebagai alternatif camilan berbahan dasar tepung kedelai yang saat itu langka akibat banjir besar pada tahun 1998.

Baca Juga:  Kepala BGN Buka Suara soal Santri Keracunan MBG di Sidoarjo, Sebut Ada Kelalaian

Proses pembuatan Latiao melibatkan pengolahan adonan tepung terigu yang diekstrusi pada suhu tinggi, kemudian dibumbui dengan campuran cabai pedas.

Tekstur kenyal dan rasa pedas yang khas membuat camilan ini sangat digemari, terutama di kalangan pelajar di China.

Harganya yang terjangkau dan cita rasa pedas yang kuat menjadikan Latiao cepat populer hingga diekspor ke luar negeri.

Latiao sendiri dikembangkan oleh tiga warga Hunan, yaitu Qiu Pingjiang, Li Mengneng, dan Zhong Qingyuan.

Mereka mendapatkan ide dari mesin pembuat mi beras di Changde, yang kemudian dimodifikasi untuk mengolah adonan tepung terigu menjadi stik.

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita40 seconds ago

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita26 minutes ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti34 minutes ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi41 minutes ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal51 minutes ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga1 hour ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional1 hour ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi3 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga3 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral3 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga3 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga3 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

PSS vs Borneo 1 2 Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam
Olahraga4 hours ago

PSS vs Borneo 1-2: Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam

Tak Hanya Jaga Mangrove, Flora Potensi Prioritaskan Kesejahteraan Warga Pesisir di Aceh
Berita4 hours ago

Tak Hanya Jaga Mangrove, Flora Potensi Prioritaskan Kesejahteraan Warga Pesisir di Aceh

Trending