Internasional
Irlandia Surplus Anggaran hingga Rp126 Triliun Saat Negara di Eropa Hadapi Kenaikan Pajak
Irlandia mencatat surplus anggaran Rp126 triliun pada 2024 berkat kebijakan pajak rendah.
MPN Indonesia 7 November 2024 - Irlandia mencatat surplus anggaran signifikan sebesar Rp126 triliun pada 2024, di tengah ketegangan fiskal di Eropa yang menghadapi kenaikan pajak.
Kondisi ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi Irlandia yang pesat, kontras dengan negara-negara Eropa lainnya, seperti Inggris dan Prancis, yang bergulat dengan beban pajak tinggi.
Surplus ini hampir lima kali lipat dari proyeksi pada 2023, terjadi bersamaan dengan putusan Pengadilan Eropa terkait pajak Apple yang mengharuskan raksasa teknologi itu membayar pajak tertunda senilai Rp237 triliun kepada Irlandia.
Keputusan Kontroversial Pajak Apple di Eropa
Pada September 2024, Pengadilan Eropa memutuskan bahwa Apple wajib membayar pajak sebesar Rp237 triliun kepada Irlandia.
Namun, pemerintah Irlandia menolak implementasi putusan tersebut, beralasan bahwa Apple tidak melanggar aturan pajak yang ada.
Pembayaran ini setara dengan 4,8% dari pendapatan nasional Irlandia, yang sudah mengalami surplus sebesar 7,5% pada 2024, diproyeksikan turun menjadi 2,9% pada 2025.
Sikap Irlandia ini memicu kebingungan di kalangan otoritas Eropa, yang mempertanyakan dukungannya terhadap Apple.
Pertumbuhan Ekonomi Irlandia Didukung Kebijakan Pajak Rendah
Surplus besar anggaran Irlandia mencerminkan keberhasilan strategi kebijakan ekonomi global yang diterapkan selama puluhan tahun.
Sejak 1950-an, Irlandia menetapkan tarif pajak yang menarik bagi perusahaan multinasional, termasuk tarif pajak perusahaan 12,5% yang dipertahankan bahkan saat krisis euro di awal 2010-an.
Hal ini menjadikan Irlandia basis operasi bagi perusahaan besar Amerika Serikat seperti Apple, Google, dan Meta di Eropa.
Pendapatan dari pajak perusahaan di Irlandia meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, dari Rp119,6 triliun pada 2015 menjadi Rp410,1 triliun pada 2023.
Diperkirakan pada akhir 2020-an, pendapatan pajak ini akan mencapai Rp512,6 triliun per tahun.
Namun, ketergantungan pada sejumlah perusahaan besar membuat basis pajak Irlandia sempit.
Pada 2021, pemerintah menyetujui kenaikan tarif pajak untuk mengurangi risiko ketergantungan tersebut, meski pada 2022, sepuluh perusahaan besar masih menyumbang tiga per lima dari total penerimaan pajak.
Dampak Surplus Terhadap Ekonomi dan Masyarakat Irlandia
Peningkatan surplus yang dihasilkan dari kebijakan pajak rendah ini mengundang dilema bagi Irlandia dalam pengelolaannya.
Ekonom David McWilliams memperingatkan bahwa kelebihan anggaran yang terlalu besar dapat memicu inflasi, terlebih dengan tambahan Rp237 triliun dari pembayaran Apple yang diperkirakan berdampak besar pada ekonomi yang sedang tumbuh pesat.
“Tambahan Rp237 triliun pada ekonomi yang sudah memanas akan mendorong inflasi,” ujar McWilliams.
Irlandia juga menghadapi tantangan sosial yang membutuhkan perhatian serius.
Krisis perumahan menjadi masalah mendesak, dengan tunawisma mencapai 12.600 orang pada Juni 2023.
Harga sewa properti terus melonjak, dengan harga sewa kamar di Dublin mencapai Rp30 juta per bulan.
McWilliams merekomendasikan agar sebagian surplus dialokasikan untuk peningkatan infrastruktur publik, termasuk perumahan dan transportasi.
Rencana Dana Kekayaan Negara dan Kebijakan Ekonomi Berkelanjutan
Untuk mengatasi kerentanan akibat surplus, pemerintah Irlandia berencana mendirikan dana kekayaan negara, dengan dua dana terpisah yang diharapkan mencapai total Rp1.700 triliun pada 2040.
Pendekatan ini mirip dengan dana Norwegia dari pendapatan minyak Laut Utara, bertujuan menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.
Pemerintah juga mengalokasikan sebagian anggaran untuk program kesejahteraan, seperti pemberian kredit energi sebesar Rp4 juta untuk rumah tangga selama musim dingin, kenaikan tunjangan anak, dan peningkatan ambang batas pajak penghasilan.
Investasi publik dalam infrastruktur juga ditingkatkan sebesar Rp51 triliun.
Namun, pembuat kebijakan Irlandia menghadapi keterbatasan kelonggaran fiskal akibat pasar tenaga kerja yang ketat dan proyeksi penurunan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa.
Situasi ini menambah tekanan untuk mengelola surplus tanpa memicu inflasi.
McWilliams memperingatkan bahwa kebijakan tambahan untuk memotong pajak atau meningkatkan pengeluaran pemerintah dapat memicu lonjakan inflasi, menambah tantangan Irlandia di tengah surplus ekonomi ini.
Masa Depan Kebijakan Ekonomi Irlandia
Irlandia berhasil mencapai surplus anggaran dengan kebijakan pajak rendah yang menarik bagi perusahaan multinasional.
Namun, surplus besar juga membawa tantangan baru terkait pengelolaannya, terutama dalam menghindari risiko inflasi dan ketergantungan pada beberapa perusahaan besar.
Pemerintah Irlandia perlu menemukan keseimbangan antara penggunaan surplus untuk kebutuhan sosial dan ekonomi tanpa menimbulkan ketidakstabilan.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
