Connect with us

Viral

Bocah di Tangsel Tewas Kesetrum Listrik saat Kejar Layangan

Seorang bocah di Tangerang Selatan meninggal dunia setelah tersetrum saat memanjat tiang PJU untuk mengambil layangan yang tersangkut.

Logompn

Published

on

Bocah di Tangsel Tewas Kesetrum Listrik saat Kejar Layangan
Bocah di Tangsel Tewas Kesetrum Listrik saat Kejar Layangan. Gambar: Ilustrasi Canva

Banten, MPN Indonesia 8 Mei 2026 - Seorang anak di bawah umur berinisial RD (13) meninggal dunia setelah tersetrum saat mengejar layangan yang tersangkut di tiang lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kampung Koceak, Kota Tangerang Selatan, Banten, Rabu (6/5).

Peristiwa itu terjadi ketika korban bermain layangan bersama teman-temannya dan berusaha memanjat tiang PJU untuk mengambil layangan yang tersangkut.

Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya mengatakan peristiwa itu terjadi ketika korban sedang bermain layangan di lokasi kejadian.

“Korban saat itu sedang mengejar layangan dan berpegangan dengan tiang listrik penerangan dari dinas PU,” ujar Dhady saat dikonfirmasi Kompas.com via WhatsApp, dikutip MPN Indonesia pada Jumat (8/5) .

Saat memegang dan mencoba naik ke tiang tersebut, korban diduga tersetrum akibat adanya aliran listrik pada tiang.

Kronologi Kejadian dan Upaya Penanganan

Dari keterangan keluarga, korban merupakan seorang siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang tengah menjalani ujian sekolah.

Peristiwa bermula saat korban bersama teman-temannya bermain layangan di sekitar Kampung Koceak, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Banten.

Tante korban, Purwaningsih, menyampaikan bahwa peristiwa terjadi menjelang magrib.

“Pas itu sekitar pukul setengah 6 sore sebelum magrib. Raska sama teman-temannya mengejar layangan yang nyangkut pada tiang listrik,” ujar Purwaningsih, dikutip MPN Indonesia melalui Beritasatu.com.

Korban kemudian berinisiatif memanjat tiang untuk mengambil layangan itu.

“Yang lain enggak berani, tetapi dia yang berani naik. Belum sempat naik tinggi, baru setengah tiang sudah kesetrum,” lanjutnya.

Menurut keterangan keluarga, saat korban memanjat, diduga terdapat arus listrik bocor pada tiang PJU sehingga tubuh korban tersengat listrik.

Baca Juga:  Geger! Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Pandeglang

“Korban lagi main layangan sama teman-temannya. Layangannya nyangkut di tiang PJU, lalu korban naik mau ambil. Ternyata ada setrum di tiang itu,” ujar Purwaningsih.

Seorang teman korban bernama Ipan sempat berusaha memberikan pertolongan.

Namun, ia juga ikut tersetrum saat memegang tubuh korban yang menempel pada tiang.

Warga yang datang ke lokasi kemudian berupaya melepaskan tubuh korban dari tiang PJU.

Setelah berhasil dievakuasi, korban dibawa ke Puskesmas Keranggan untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Masih sempat dibawa ke puskesmas, tetapi sebenarnya di TKP sudah meninggal,” ucap Purwaningsih.

Jenazah korban dimakamkan pada Kamis (7/5) sekitar pukul 08.00 WIB.

Polisi yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Dari hasil pengecekan pihak PLN, ditemukan adanya tegangan listrik pada tiang tersebut.

“Dari PLN mengecek benar ada tegangan listrik di tiang tersebut dikarenakan ada kabel yang menempel dengan tiang tersebut,” kata Dhady.

Tanggapan Pemerintah Kota dan Evaluasi PJU

Menanggapi peristiwa tersebut, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menyampaikan duka cita kepada keluarga korban.

“Pertama-tama kami atas nama Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengucapkan turut berduka cita, khususnya kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya di Kantor Wali Kota Tangerang Selatan, Serua, Ciputat, Kamis (7/5).

Ia menyatakan peristiwa ini menjadi evaluasi untuk meningkatkan aspek keselamatan fasilitas umum, termasuk PJU.

“Saya juga menyampaikan kepada Dishub untuk terus memperhatikan terkait teknis, hal-hal jangan sampai misalkan ada anak kecil yang naik dan lain sebagainya, supaya aspek keselamatan lebih ditingkatkan lagi,” kata Pilar.

“Ini antisipasi ke depan menjadi evaluasi penting. Aspek keselamatan tetap itu yang harus diutamakan,” tambahnya.

Baca Juga:  Diterjang Hujan Deras, Tembok dan TPT SDN 3 Pandeglang Ambruk

Kepala Bidang PJU pada Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan, Eka Andryana Arifin, juga menyampaikan belasungkawa.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa ananda Rashka Dirly Putra. Semoga keluarga diberikan ketabahan,” kata Eka.

Ia menjelaskan, setelah menerima laporan, petugas teknis langsung diterjunkan ke lokasi untuk memutus aliran listrik dan melakukan pengecekan.

“Kami pastikan saat ini lokasi sudah aman dari potensi arus bocor,” ujarnya.

Eka menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan investigasi terkait penyebab munculnya arus listrik pada tiang tersebut, termasuk kemungkinan faktor cuaca, usia kabel, hingga kerusakan teknis.

(AKM/NID/RAD)

Trending