Connect with us

Berita

Perbedaan Gempa Kembar dan Gempa Susulan, Ini yang Terjadi di Venezuela

Gempa kembar mengguncang Venezuela dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 dalam waktu berdekatan. Simak perbedaannya dengan gempa susulan.

Logompn

Published

on

Perbedaan Gempa Kembar dan Gempa Susulan, Ini yang Terjadi di Venezuela
Perbedaan Gempa Kembar dan Gempa Susulan, Ini yang Terjadi di Venezuela. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 25 Juni 2026 - Dua gempa besar mengguncang wilayah Karibia Venezuela pada Rabu (24/6) dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi hanya dalam selang 39 detik.

Peristiwa ini terjadi di area yang sama dan dalam waktu yang sangat singkat, sehingga dikategorikan sebagai gempa kembar seismik, bukan gempa susulan.

Fenomena ini menunjukkan karakteristik khusus dalam bencana alam berupa pelepasan energi gempa yang tidak terjadi dalam satu kejadian tunggal, melainkan dalam dua guncangan hampir bersamaan.

Dikutip MPN Indonesia melalui Huffington Post, berdasarkan data awal Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), dua gempa bumi tersebut memiliki kekuatan yang hampir setara dan tidak menunjukkan pola penurunan intensitas sebagaimana yang terjadi pada gempa susulan.

Dalam fenomena ini, gempa kedua tidak dianggap sebagai lanjutan dari gempa pertama.

Perbedaan Gempa Kembar dan Gempa Susulan

Gempa kembar dan gempa susulan merupakan dua fenomena berbeda.

Gempa susulan umumnya terjadi setelah gempa utama dengan kekuatan yang lebih kecil, sedangkan gempa kembar memiliki magnitudo yang relatif sama dan terjadi hampir bersamaan.

Menurut Pusat Peringatan Tsunami Nasional AS, gempa kembar seismik merupakan kondisi di mana dua gempa besar terjadi dalam hitungan detik atau menit di lokasi yang sama.

Fenomena ini terjadi karena pelepasan energi pada patahan tidak sepenuhnya berlangsung dalam satu kejadian.

Menurut Kepala Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono, gempa kembar adalah gempa yang terjadi dalam waktu dan lokasi yang berdekatan dengan kekuatan yang hampir sama.

Fenomena gempa susulan berbeda karena biasanya muncul sebagai respons dari gempa utama dengan intensitas yang lebih rendah.

Baca Juga:  Tips Menghadapi Musim Kemarau agar Tubuh Tetap Bugar!

Penyebab Terjadinya Gempa Kembar

Gempa kembar dapat terjadi karena beberapa faktor yang berkaitan dengan kondisi geologi dan akumulasi energi pada patahan.

Penjelasan dari BMKG menunjukkan dua kemungkinan utama:

  • Pemicuan statis (static stress transfer), yaitu perpindahan tegangan dari gempa pertama yang memicu gempa kedua di lokasi berdekatan.
  • Pelepasan energi secara bersamaan dari dua sumber gempa yang telah mengalami akumulasi tegangan maksimum dalam waktu lama.

Fenomena ini biasanya terjadi pada wilayah dengan aktivitas seismik tinggi, seperti yang tercatat di Lampung pada 13 Februari 2021.

Monitoring BMKG menunjukan peningkatan aktivitas gempa selama tiga bulan, yakni 14 kejadian magnitudo di atas 5,0 sejak November 2020.

Dampak dan Risiko Gempa Kembar

Gempa kembar dalam bencana alam memiliki potensi dampak yang lebih besar dibandingkan gempa tunggal.

Hal ini disebabkan oleh dua guncangan kuat yang terjadi berdekatan sehingga memperparah kerusakan.

Kondisi ini meningkatkan risiko kerusakan bangunan dan infrastruktur, terutama di wilayah padat penduduk.

Jika terjadi di laut dengan kedalaman dangkal, gempa kembar juga berpotensi memicu tsunami, sebagaimana pernah terjadi di Bengkulu pada 12 September 2007 dan Aceh pada 11 April 2011.

Situasi dan Dampak Gempa di Venezuela

Peristiwa gempa kembar di Venezuela memicu respons darurat dari pemerintah.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, mengumumkan keadaan darurat nasional pada hari kejadian.

Berikut dampak dari gempa kembar yang terjadi di Venezuela:

  • Bangunan runtuh di wilayah Caracas
  • Kerusakan di negara bagian Miranda, La Guaira, Falcón, dan Carabobo
  • Gangguan layanan listrik, air, dan gas rumah tangga
  • Penghentian layanan metro dan kereta api
  • Penutupan Bandara Internasional Maiquetía akibat kerusakan infrastruktur

Selain itu, seluruh jaringan layanan kesehatan publik dan swasta diaktifkan untuk menangani situasi darurat.

Baca Juga:  Menteri LH Akui Keterbatasan Pengawasan Usaha di Tengah Kritik soal Banjir Sumatra

Kegiatan pendidikan dan aktivitas non-esensial juga dihentikan sementara.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending