Connect with us

Berita

Tips Menghadapi Musim Kemarau agar Tubuh Tetap Bugar!

Musim kemarau tingkatkan risiko penyakit dan karhutla. Simak 9 tips penting dari BPBD untuk menjaga kesehatan dan lingkungan selama kemarau

Logompn

Published

on

Tips menghadapi musim kemarau agar tubuh tetap bugar!
Ilustrasi Musim Kemarau. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 30 Juli 2025 - Memasuki musim kemarau yang dipicu oleh pergerakan angin muson timur, masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia mulai merasakan dampak yang signifikan, baik terhadap lingkungan maupun kesehatan.

Kekeringan, penurunan kualitas udara, hingga meningkatnya risiko penyakit menjadi ancaman nyata yang perlu diwaspadai bersama.

Berdasarkan data dari Stasiun Klimatologi BMKG Kalimantan Selatan, musim kemarau di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan diperkirakan sudah berlangsung sejak Mei 2023.

Dalam situasi ini, kesiapan masyarakat menjadi hal krusial untuk mencegah risiko-risiko yang bisa muncul selama musim kemarau berlangsung.

Tak hanya kekurangan air bersih dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), musim kemarau juga berdampak pada meningkatnya kasus penyakit seperti diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), demam berdarah dengue, flu, hingga batuk.

Penurunan kelembaban udara dan peningkatan polusi turut memperburuk kondisi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan lansia.

Antisipasi Risiko Selama Musim Kemarau

Dalam menghadapi situasi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah-langkah antisipatif baik secara fisik maupun lingkungan.

Upaya ini bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus meminimalkan potensi bencana alam yang dapat terjadi.

Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi BPBD Hulu Sungai Selatan, berikut sembilan tips yang disarankan oleh BPBD untuk menjaga kesehatan dan keselamatan selama musim kemarau:

Baca Juga:  Deretan Rumah Artis yang Terdampak Banjir Jabodetabek, dari Baim Wong hingga Vilmei

1. Menjaga sumber atau mata air

Lindungi sumber air bersih agar tetap terjaga kebersihannya dan bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang.

2. Menggunakan air secara bijak

Hindari pemborosan air dan gunakan sesuai kebutuhan demi mengantisipasi kelangkaan di tengah potensi kekeringan.

3. Jangan membakar sampah atau lahan

Kegiatan ini dapat memicu karhutla yang berdampak buruk terhadap kesehatan dan lingkungan.

4. Hindari paparan udara panas di siang hari

Usahakan tidak beraktivitas langsung di bawah terik matahari demi mencegah dehidrasi dan heatstroke.

5. Gunakan topi dan tabir surya

Perlindungan fisik seperti ini penting untuk mencegah efek buruk sinar matahari terhadap kulit.

6. Rajin mencuci tangan

Langkah sederhana ini efektif mencegah penyebaran berbagai penyakit, termasuk diare dan flu.

7. Cukupi kebutuhan cairan tubuh

Konsumsi air putih minimal 8 gelas per hari untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal.

8. Penuhi asupan gizi dan vitamin

Gizi seimbang membantu tubuh tetap kuat melawan infeksi yang lebih mudah menyerang saat musim panas.

9. Kenakan pakaian ringan berbahan katun

Pakaian yang menyerap keringat akan membuat tubuh tetap nyaman meski cuaca panas ekstrem.

Imbauan Pemerintah Daerah

Selain menjaga kesehatan, masyarakat juga diimbau untuk menerapkan pola hidup bersih serta tidak ragu melapor ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala penyakit.

Laporan dini kepada BPBD juga sangat penting apabila terjadi indikasi kebakaran hutan dan lahan di sekitar pemukiman.

Langkah pencegahan dan kewaspadaan bersama sangat dibutuhkan agar dampak musim kemarau tidak menimbulkan krisis yang lebih luas, baik dari segi kesehatan maupun lingkungan.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending