Connect with us

Berita

Uang Rp1,54 M Milik Warga Batang untuk Kuliah Anak Rusak Terendam Banjir Rob

Seorang warga Batang, Jawa Tengah, Ida Murlija (51), mengajukan penukaran uang tunai sebesar Rp1,54 miliar yang rusak akibat banji rob.

Logompn

Published

on

Uang Rp1,54 M Milik Warga Batang untuk Kuliah Anak Rusak Terendam Banjir Rob
Uang Rp1,54 M Milik Warga Batang untuk Kuliah Anak Rusak Terendam Banjir Rob. Gambar: KPw Bank Indonesia Tegal

Jawa Tengah, MPN Indonesia 5 Juli 2026 - Seorang warga Batang, Jawa Tengah, Ida Murlija (51), mengajukan penukaran uang tunai sebesar Rp1,54 miliar yang rusak akibat banjir rob ke Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Tegal pada Kamis (2/7).

Uang tersebut sebelumnya disimpan dalam koper di rumahnya di Desa Proyonanggan Utara dan rencananya digunakan untuk biaya kuliah anaknya di kedokteran.

“Uang hasil jual tanah saya simpan di koper. Rencananya untuk persiapan biaya kuliah anak di kedokteran,” ujar Ida kepada wartawan di Kantor BI Tegal, Kamis (2/7), dikutip MPN Indonesia dari Kompas.com.

Tak Sadar Uang Terendam Banjir

Ida menyebut koper berisi uang itu terendam cukup lama karena banjir rob yang berulang di wilayah tempat tinggalnya sejak Februari lalu.

Ia mengaku baru mengingat keberadaan koper tersebut beberapa hari sebelum mendatangi BI Tegal karena sebelumnya fokus menghadapi dampak banjir rob.

“Saya sempat panik melihat kondisinya. Untung ada kenalan dari bank yang menyarankan supaya dibawa ke Bank Indonesia untuk ditukar,” ucap Ida.

Saat ditemukan, koper dalam kondisi kotor dengan kerak lumpur, sementara uang di dalamnya menghitam di bagian tepi, lembap, dan banyak yang saling menempel.

KPw BI Tegal Periksa Uang

Setibanya di Kantor Perwakilan BI Tegal, petugas melakukan pemeriksaan terhadap uang yang diajukan.

Proses ini meliputi penghitungan ulang nominal serta pemisahan lembaran uang yang saling menempel.

Pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan keaslian setiap lembar uang.

“Uang tersebut merupakan milik Ibu Ida yang mengalami kerusakan akibat rumahnya terendam air rob,” terang Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala.

Baca Juga:  Usai Viral, Pimpinan Ponpes di Pekalongan Bantah Cabuli Santriwati

“Kami melakukan penelitian terhadap setiap lembar uang untuk memastikan keaslian serta menentukan nilai penggantiannya,” tambahnya.

Tak Semua Uang Bisa Ditukar

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak seluruh uang dapat diganti. Dari total Rp1,54 miliar, sebesar Rp1,51 miliar memenuhi persyaratan untuk diganti dengan uang rupiah layak edar.

“Dari Rp1,54 miliar yang diperiksa, sebesar Rp1,51 miliar memenuhi persyaratan dan telah diganti dengan uang rupiah layak edar,” ujar Bimala.

Sisa uang yang tidak dapat diganti disebabkan oleh kondisi fisik yang tidak memenuhi ketentuan.

Bank Indonesia menetapkan bahwa penggantian dilakukan jika fisik uang masih tersisa lebih dari dua pertiga ukuran aslinya, ciri keasliannya masih dapat dikenali, serta merupakan satu kesatuan atau dapat dibuktikan berasal dari satu lembar yang sama.

(AKM/NID/RAD)

Trending