Connect with us

Berita

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Nelayan Diimbau Waspada

Status Gunung Anak Krakatau naik menjadi Level III Siaga setelah aktivitas vulkanik meningkat, warga dan nelayan diminta waspada.

Logompn

Published

on

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Nelayan Diimbau Waspada
Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Nelayan Diimbau Waspada. Gambar: TikTok/@tempat2indah

Lampung, MPN Indonesia 5 Juli 2026 - Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung, mengalami peningkatan hingga statusnya dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kamis (2/7) pukul 16.30 WIB.

Kenaikan status ini dipicu peningkatan aktivitas vulkanik yang ditandai dengan bertambahnya gempa vulkanik, emisi gas sulfur dioksida (SO₂), deformasi tubuh gunung, hingga terjadinya erupsi gunung berapi di kawasan tersebut.

Kondisi ini diikuti imbauan kewaspadaan bagi masyarakat pesisir, nelayan, wisatawan, hingga pelaku pelayaran di wilayah Lampung dan Selat Sunda.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Andi Suardi membenarkan perubahan status tersebut.

“Status Gunung Anak Krakatau sekarang ini statusnya dari Waspada Level II menjadi Siaga Level III,” kata Andi kepada MetroTV, dikutip MPN Indonesia pada Minggu (5/7).

Ia menyatakan masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi rekomendasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Untuk masyarakat pesisir baik itu nelayan maupun wisatawan kami mohon mengikuti instruksi PVMBG, dalam radius 3 kilometer, jangan melintas. Karena dikhawatirkan terjadi letusan, lontaran batu pijar dapat menjangkau lebih jauh,” ujar Andi.

Peningkatan Aktivitas Vulkanik dan Respons Pemerintah

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan peningkatan status Gunung Anak Krakatau didasarkan pada hasil pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan kenaikan aktivitas dalam beberapa waktu terakhir.

Aktivitas tersebut mengindikasikan adanya suplai magma ke permukaan yang berpotensi memicu erupsi gunung berapi lanjutan.

Seiring peningkatan aktivitas tersebut, Polda Lampung menyiapkan posko bencana dan mengaktifkan Satgas Aman Nusa.

Baca Juga:  Apa Arti Status Gunung Api Level Waspada, Siaga dan Awas? Ini Penjelasannya Lengkap

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menyampaikan langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak bencana.

“Selama ini hingga hari ini kami sudah menyiapkan Satgas Posko Bencana Alam di depan Mapolda Lampung. Di seluruh polres juga sudah ada satgas bencana alam. Dengan adanya peningkatan status Gunung Anak Krakatau, kami juga menyiapkan Satgas Aman Nusa untuk membantu masyarakat apabila terjadi bencana,” kata Yuni, Sabtu (4/7).

Personel kepolisian juga meningkatkan patroli di wilayah pesisir, khususnya di Lampung Selatan, serta melakukan koordinasi lintas sektor.

“Polair melaksanakan patroli di perairan dan berkoordinasi dengan lintas sektoral lainnya untuk melakukan pemantauan di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau,” ujar dia.

Selain itu, masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari BMKG, Badan Geologi, dan pemerintah daerah serta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.

Imbauan untuk Nelayan dan Aktivitas Pelayaran

Kenaikan status Gunung Anak Krakatau juga berdampak pada aktivitas pelayaran di Selat Sunda.

Kepala Kantor KSOP Kelas I Banten, Raden Yogie Nugraha, mengeluarkan imbauan kepada seluruh pengguna jasa angkutan laut untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Sehubungan dengan peningkatan status aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda menjadi Level III (Siaga) berdasarkan informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dengan ini disampaikan kepada seluruh nakhoda, pemilik atau pengusaha kapal, perusahaan pelayaran, agen kapal, serta seluruh pengguna jasa angkutan laut yang melaksanakan pelayaran di perairan Selat Sunda agar meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan pelayaran,” kata Yogie dalam keterangannya, Sabtu (4/7).

Arahan tersebut mencakup kewaspadaan terhadap potensi bahaya seperti letusan, lontaran material vulkanik, abu vulkanik, hingga gangguan navigasi akibat aktivitas erupsi gunung berapi.

Baca Juga:  Mobil Pembawa Ribuan Ekstasi Kecelakaan di Tol Lampung, Lencana Polisi Ikut Ditemukan

Nakhoda diminta memantau informasi resmi dari PVMBG, BMKG, dan instansi terkait serta merencanakan pelayaran dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan sebaran abu vulkanik.

Selain itu, kapal dilarang mendekati radius 5 kilometer dari kawah aktif selama status siaga masih berlaku.

Jika terdapat indikasi bahaya, nakhoda diminta mengambil langkah penghindaran dan melaporkan kepada otoritas terkait seperti Vessel Traffic Service (VTS), stasiun radio pantai, atau syahbandar terdekat.

Imbauan juga diberikan kepada nelayan yang beraktivitas di perairan Selat Sunda agar tidak mencari ikan terlalu dekat dengan kawasan Gunung Anak Krakatau.

“Polair terus memberikan imbauan kepada para nelayan agar berhati-hati saat melaut dan tidak mencari ikan terlalu dekat dengan kawasan Anak Krakatau,” kata Yuni.

Hingga saat ini, pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan oleh PVMBG dan instansi terkait, sementara aparat dan pemerintah daerah di Lampung tetap siaga menghadapi kemungkinan dampak lanjutan dari peningkatan aktivitas vulkanik tersebut.

(AKM/NID/RAD)

Kadus di Deli Serdang Bakar Sendiri Barak Diduga Markas Narkoba
Berita3 minutes ago

Kadus di Deli Serdang Bakar Sendiri Barak Diduga Markas Narkoba

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga18 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita37 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita44 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita1 hour ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti1 hour ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi1 hour ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal2 hours ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi4 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga4 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Trending