Connect with us

Internasional

Grand Canyon Dilanda Banjir Bandang, Satu Orang Tewas dan Puluhan Orang Hilang

Banjir bandang Grand Canyon menewaskan dua orang dan membuat belasan lainnya hilang.

Logompn

Published

on

Grand Canyon Dilanda Banjir Bandang, Makan 1 Korban Jiwa dan Puluhan Orang Hilang
Grand Canyon Dilanda Banjir Bandang, Makan 1 Korban Jiwa dan Puluhan Orang Hilang. Gambar: Dok. Aljazeera

MPN Indonesia 1 September 2026 - Grand Canyon di Arizona, Amerika Serikat, dilanda banjir bandang yang mengakibatkan sedikitnya dua orang tewas serta puluhan orang dievakuasi.

Bencana alam tersebut menerjang kawasan Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch setelah hujan monsun berintensitas tinggi memicu luapan Bright Angel Creek.

Operasi pencarian masih berlangsung, sementara sejumlah jalur pendakian, penginapan, dan fasilitas wisata ditutup akibat kerusakan infrastruktur.

“Upaya pencarian dan penyelamatan terus berlanjut untuk sekitar 15 orang yang masih hilang,” ujar National Park Service (NPS), dikutip MPN Indonesia dari Aljazeera, Selasa (1/9).

Lembaga tersebut juga meminta masyarakat memberikan informasi mengenai siapa pun yang diduga belum diketahui keberadaannya setelah banjir terjadi.

Grand Canyon Lumpuh

Banjir bandang terjadi tepatnya di kawasan Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch.

Arus deras membawa bebatuan besar, struktur logam, lumpur, serta berbagai puing ke Sungai Colorado.

Sedikitnya 62 orang telah dievakuasi menggunakan helikopter dari wilayah terdampak. Operasi dilakukan bersama National Park Service dan Departemen Keamanan Publik Arizona.

National Park Service menyatakan pencarian masih difokuskan di sepanjang koridor Bright Angel Creek, Jalur North Kaibab, hingga Sungai Colorado.

Kerusakan Infrastruktur dan Penutupan Fasilitas

Arus banjir bandang menghancurkan hampir seluruh jembatan penyeberangan di atas Bright Angel Creek.

Kondisi tersebut menghambat akses pejalan kaki sekaligus menyulitkan proses pencarian.

Selain jembatan, banjir juga memperlebar dasar sungai dan membentuk aliran baru yang menyerupai jeram di beberapa titik.

National Park Service juga menyatakan sekitar 40 persen Jalur Air Transcanyon mengalami kerusakan atau hancur akibat banjir.

Baca Juga:  Pemuda di Jakbar Naik Babi Milik RPH saat Banjir, Netizen: Naik Babi Juga Enak

Kerusakan tersebut mengganggu pasokan air bagi sekitar 2.500 penduduk dan pengunjung taman nasional.

Akibatnya, seluruh layanan menginap di kawasan South Rim dihentikan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

“Langkah-langkah ini sangat penting untuk memastikan keamanan dan keberlanjutan sumber daya air,” ujar pihak taman nasional.

Kesaksian Pengunjung saat Bencana Alam Terjadi

Sejumlah pendaki menceritakan situasi ketika bencana alam tersebut terjadi secara tiba-tiba.

Parth Desai mengatakan kelompoknya sedang berjalan di Bright Angel Canyon ketika hujan deras mulai turun.

“Kami melihat sungai meluap, air terjun muncul entah dari mana. Bebatuan, lumpur, dan tanah longsor terjadi di mana-mana,” ujarnya.

Nikki Baggs, yang berhasil dievakuasi menggunakan helikopter, menggambarkan perubahan cuaca berlangsung sangat cepat.

“Seluruh kejadian itu menakutkan. Awalnya hari itu cuacanya indah, lalu orang-orang berteriak dan berlarian,” ujarnya.

Ia bersama dua rekannya kemudian menuju tempat yang lebih tinggi sebelum akhirnya dievakuasi pada malam hari.

Baggs juga mengatakan respons petugas taman membuat mereka merasa lebih aman.

“Ini adalah upaya yang benar-benar terkoordinasi secara unik. Itulah yang membuat kami merasa aman dalam situasi yang tidak aman,” ujar Baggs, dikutip MPN Indonesia dari BBC, Selasa (1/9).

Sementara itu, Joey Martin mengaku hujan turun sangat deras hingga jarak pandang hilang sepenuhnya.

“Kamu tidak bisa melihat apa pun,” ujar Martin.

Martin menyebut aliran sungai kemudian berubah menjadi arus lumpur dan puing yang menghantam jembatan di dekat lokasi kerjanya.

“Dari tempat kami berdiri, kelihatannya tingginya sekitar 15 kaki. Dinding puing itu akhirnya merobohkan jembatan tepat di situ,” ujarnya.

Hujan Monsun Memicu Banjir di Amerika Serikat

Menurut Badan Layanan Cuaca Nasional, hujan sekitar 0,5 hingga 1 inci atau sekitar 1–2,5 sentimeter turun dalam waktu sekitar 20–30 menit di kawasan lereng berbatu Grand Canyon.

Baca Juga:  China Desak Dunia Tolak Tekanan AS, Ancam Negara yang Negosiasi Tarif Trump

Ahli meteorologi Darren McCollum mengatakan hujan deras tersebut datang setelah dua sistem cuaca lebih kecil sebelumnya telah membasahi wilayah itu.

“Jadi ketika badai utama datang, hujan deras mengguyur semua yang sudah basah, dan itu menyebabkan semua masalah yang kita lihat sekarang,” ujarnya.

National Weather Service menjelaskan hujan yang melanda wilayah barat daya Amerika Serikat merupakan bagian dari musim monsun Amerika Utara.

Pergeseran arah angin membawa udara hangat dan lembap dari Teluk California serta Pasifik tropis sehingga memicu badai di kawasan pegunungan.

Peringatan banjir diterbitkan untuk sebagian besar wilayah Arizona serta mencakup New Mexico, Utah, dan Colorado.

Ancaman banjir bandang diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa pekan ke depan selama musim monsun berlanjut.

Operasi Pencarian Masih Berlangsung

Gubernur Arizona Katie Hobbs menyampaikan pemerintah negara bagian terus berkoordinasi dengan National Park Service dan otoritas manajemen darurat dalam operasi pencarian serta pemulihan.

“Hati saya bersama keluarga dan orang-orang terkasih dari setiap orang yang hilang setelah banjir bandang di Grand Canyon,” ujar Hobbs.

National Park Service meminta siapa pun yang mengetahui keberadaan pendaki atau pejalan kaki yang berada di koridor Bright Angel Creek saat kejadian agar segera menghubungi pihak berwenang.

(RAD/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending