Berita
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Hari Ini 8 September 2026
Badan Geologi menegaskan Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III (Siaga) dengan radius rekomendasi 3 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.
MPN Indonesia 8 September 2026 - Aktivitas Gunung Anak Krakatau hari ini, Selasa (8/9), masih berada pada Status Level III (Siaga) berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM.
Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat di wilayah Lampung Selatan dan Banten di tengah meningkatnya pertanyaan mengenai potensi erupsi gunung berapi, hujan abu, hingga kemungkinan tsunami.
Badan Geologi menegaskan rekomendasi yang berlaku tetap berupa larangan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas.
“Gunung Anak Krakatau masih berada pada Status Level III (Siaga) dengan jarak rekomendasi sejauh 3 kilometer dari pusat aktivitas,” tulis keterangan Badan Geologi, dikutip MPN Indonesia dari X @badangeologi_ pada Selasa (8/9).
PVMBG terus memantau aktivitas gunung melalui pengamatan visual dan instrumental. Evaluasi aktivitas tidak didasarkan pada satu kejadian erupsi maupun video yang beredar.
Penilaian dilakukan menggunakan berbagai parameter pemantauan gunung api.
Karena itu, masyarakat diminta mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan instansi berwenang.
Kondisi Gunung Berbeda dengan Sebelum Tsunami 2018
Selain itu, Badan Geologi juga menjelaskan kondisi saat ini berbeda dengan sebelum tsunami Selat Sunda pada 2018.
Hasil evaluasi menunjukkan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali setelah erupsi pada 22 Desember 2018 masih relatif kecil.
Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi saat ini tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami.
Meski demikian, perkembangan aktivitas dan perubahan morfologi gunung tetap dipantau secara intensif oleh PVMBG.
Abu Vulkanik Dapat Menjangkau Wilayah Jauh
Badan Geologi menjelaskan abu vulkanik akibat erupsi gunung berapi dapat mencapai wilayah yang cukup jauh dari gunung.
Material abu yang sangat halus dapat terangkat ke atmosfer bersama kolom erupsi.
Selanjutnya, abu terbawa mengikuti arah dan kecepatan angin pada ketinggian tertentu.
Akibatnya, wilayah yang berada cukup jauh dari gunung tetap berpotensi mengalami hujan abu.
Imbauan saat Terjadi Hujan Abu
Saat hujan abu terjadi, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Abu vulkanik mengandung partikel halus dan silika yang dapat mengiritasi mata serta saluran pernapasan.
Apabila harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker dan kacamata, terutama saat hujan abu dengan intensitas cukup pekat.
Masyarakat Lampung Selatan dan Banten Diminta Ikuti Informasi Resmi
Badan Geologi menegaskan masyarakat di wilayah Banten maupun Lampung Selatan tidak perlu mengungsi hanya berdasarkan video atau informasi yang beredar di media sosial.
Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari PVMBG, Badan Geologi, BPBD dan Pemerintah daerah.
Hingga saat ini, rekomendasi yang berlaku tetap berupa larangan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Indonesia Berada di Lempeng Tektonik
Badan Geologi menjelaskan Indonesia berada di kawasan pertemuan lempeng tektonik yang membentuk jalur gunung api aktif.
Kondisi tersebut memungkinkan beberapa gunung mengalami erupsi pada periode yang sama.
Namun, aktivitas tersebut tidak berarti saling memicu. Setiap gunung memiliki sistem dan suplai magma masing-masing sehingga aktivitasnya ditentukan oleh kondisi internal.
Faktor yang memengaruhi aktivitas setiap gunung meliputi:
- Pergerakan magma.
- Tekanan gas.
- Kondisi saluran magma.
Karena itu, erupsi beberapa gunung api secara bersamaan bukan berarti seluruh gunung api di Indonesia akan mengalami erupsi secara serentak.
Lima Gunung Api dengan Aktivitas Erupsi Tertinggi
Menurut data PVMBG, Badan Geologi, lima gunung api dengan aktivitas erupsi terbanyak dalam 100 hari terakhir terdiri atas:
- Gunung Semeru.
- Gunung Ibu.
- Gunung Lewotobi Laki-laki.
- Gunung Dukono.
- Gunung Ili Lewotolok.
Data tersebut menunjukkan lima gunung api dengan jumlah erupsi terbanyak selama periode pemantauan 100 hari terakhir.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
