Connect with us

Berita

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi pada 9 September 2026 Dini Hari

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Rabu (9/9) pukul 00.47 WIB dengan amplitudo maksimum 51 mm dan durasi 28 detik.

Logompn

Published

on

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi pada 9 September 2026 Dini Hari
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi pada 9 September 2026 Dini Hari. Gambar: Dok. Kementerian ESDM

MPN Indonesia 9 September 2026 - Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Rabu (9/9) dini hari. Peristiwa terjadi pada pukul 00.47 WIB.

Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 51 mm dan durasi gempa selama 28 detik.

Tinggi kolom erupsi tidak teramati karena kondisi gunung tertutup kabut.

“Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Rabu, 09 September 2026, pukul 00:47 WIB,” demikian keterangan Badan Geologi yang dikutip MPN Indonesia dari laman resminya, Rabu (9/9).

PVMBG menyatakan erupsi gunung berapi tersebut terjadi saat kondisi gunung tertutup kabut.

Asap kawah juga tidak teramati selama pengamatan berlangsung.

Status Gunung Anak Krakatau Saat Ini

Dalam laporan pengamatan, cuaca tercatat berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat laut sehingga tinggi kolom erupsi tidak dapat diamati.

“Gunung api tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat laut,” jelas PVMBG dalam keterangannya.

Status aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III (Siaga).

Status tersebut masih menjadi acuan bagi masyarakat dan pihak terkait dalam menjalankan langkah mitigasi.

Imbauan PVMBG Usai Erupsi Gunung Berapi

Seiring status Level III (Siaga), PVMBG menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki.

Imbauan yang disampaikan meliputi:

  • Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan memasuki atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas atau kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
  • Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, aliran lava, lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.
  • Warga yang terdampak abu vulkanik disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah atau menggunakan masker saat beraktivitas guna menghindari gangguan pernapasan.
  • Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung Selatan maupun wilayah Lampung diminta tetap tenang serta tidak mempercayai isu mengenai tsunami akibat erupsi. Warga juga diminta mengikuti arahan BPBD setempat.
Baca Juga:  Apa Bedanya Banjir, Banjir Rob, dan Banjir Bandang?

(AKM/NID/RAD)

Trending