Connect with us

Internasional

Oposisi Minta Warga Korsel Kepung Gedung Parlemen sebagai Penolakan Darurat Militer

Pemimpin oposisi Korea Selatan, Lee Jae-myung, serukan aksi massa menolak darurat militer Presiden Yoon Suk-yeol.

Actress 1299250

Published

on

Oposisi Minta Warga Korsel Kepung Gedung Parlemen sebagai Penolakan Darurat Militer
Oposisi Minta Warga Korsel Kepung Gedung Parlemen sebagai Penolakan Darurat Militer. Gambar : AFP/JUNG YEON-JE

MPN Indonesia 4 Desember 2024 - Pemimpin oposisi Korea Selatan, Lee Jae-myung, secara tegas menolak pemberlakuan darurat militer yang diumumkan Presiden Yoon Suk Yeol.

Lee Jae-myung mengajak masyarakat Korea Selatan untuk berkumpul di depan gedung parlemen sebagai bentuk protes terhadap kebijakan yang dianggap ilegal.

Seruan ini disampaikan pada Selasa (3/12), menyusul pengumuman kontroversial dari Presiden Yoon Suk Yeol.

Seruan Oposisi untuk Protes

Lee Jae-myung menyatakan bahwa darurat militer yang diumumkan Presiden Yoon Suk Yeol tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

“Pemberlakuan darurat militer Presiden Yoon Suk Yeol tak valid,” ungkap Lee Jae-myung, sebagaimana dikutip oleh Reuters.

Ia juga mengajak warga untuk segera bergabung dengannya di Majelis Nasional.

“Mari datang ke Majelis Nasional sekarang. Saya juga menuju ke sana sekarang,” tegas Lee Jae-myung, menyerukan aksi massa di depan gedung parlemen Korea Selatan.

Pengumuman Darurat Militer oleh Presiden

Presiden Yoon Suk Yeol sebelumnya mengumumkan pemberlakuan darurat militer melalui sebuah pengarahan yang disiarkan langsung di televisi nasional.

Dalam pernyataannya, Yoon Suk Yeol menegaskan bahwa langkah tersebut diperlukan untuk memberantas kekuatan proKorea Utara dan melindungi tatanan demokrasi konstitusional di Korea Selatan.

Namun, pengumuman ini memicu kontroversi.

Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai dampak kebijakan tersebut terhadap stabilitas pemerintahan maupun demokrasi di Korea Selatan.

Baca Juga:  Isi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran

Trending