Berita
Banjir Bandang Terjang Sukabumi, Sebanyak 6 Mobil Terseret
Enam mobil warga Sukabumi terseret banjir bandang akibat hujan deras. Simak selengkapnya di sini!
MPN Indonesia 5 Desember 2024 - Enam mobil warga terseret derasnya arus banjir bandang yang melanda Kabupaten Sukabumi pada Rabu pagi (4/12).
Kejadian ini menarik perhatian publik setelah video amatir merekam mobil-mobil tersebut hanyut di kawasan Palabuhanratu.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim gabungan segera bergerak menangani dampak bencana alam ini.
Banjir Melanda Sukabumi
Banjir dengan arus setinggi lebih dari satu meter terjadi akibat hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Sukabumi sejak Selasa siang (3/12) hingga Rabu pagi (4/12).
Luapan empat aliran sungai utama tidak mampu menampung debit air yang meningkat drastis, menyebabkan banjir meluas ke sejumlah kecamatan, termasuk Palabuhanratu, Ciemas, Cidong, Gegerbitung, Tegalbuleud, dan Pabuaran.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menyatakan bahwa pihaknya sedang memverifikasi kejadian dan dampaknya.
“Sedang kami lakukan pengecekan di daerah, untuk perkembangan selanjutnya akan segera diinformasikan,” ujarnya.
Langkah Penanganan oleh Tim Gabungan
Petugas gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Sukabumi dan Kantor SAR Bandung telah berada di lokasi untuk melakukan evakuasi dan mitigasi.
Tim ini dipimpin oleh Kepala Pelaksana BPBD Sukabumi dan didukung oleh tenaga SAR lokal.
Mereka memastikan bahwa langkah-langkah evakuasi dan penanggulangan dampak banjir bandang dilakukan secara terkoordinasi.
Selain banjir bandang, Sukabumi juga dilanda bencana tanah longsor, pergerakan tanah, dan cuaca ekstrem.
Sedikitnya 18 kawasan di wilayah ini terdampak oleh rangkaian bencana alam tersebut.
Dampak Kerugian
Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Sukabumi telah mengabarkan satu orang meninggal dunia akibat bencana alam ini.
“Satu orang meninggal dunia dalam bencana banjir dan longsor di Sukabumi sampai 16.00 WIB,” ujar Deden Sumpena, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi pada Rabu (4/12).
Sejauh ini, pihak BPBD telah mencatat 257 orang dan 71 jiwa terdampak dalam bencana alam ini.
Bencana ini meliputi tanah longsor, banjir, angin kencang, serta pergerakan tanah yang terjadi di 37 lokasi berbeda di 22 kecamatan.
“Sebanyak 22 kecamatan yang terdampak di antaranya Nyaundung, Surade, Cisolok, Cidolog, Parakansalak, Ciemas, Sukaraja, Simpenan, hingga Pabuaran,” jelasnya.
Selain itu, BPBD juga melaporkan bahwa 61 rumah mengalami kerusakan akibat bencana yang melanda Sukabumi.
Dari jumlah tersebut, 56 rumah mengalami kerusakan ringan, 4 rusak sedang, dan 1 rusak berat.
Sebelumnya diberitakan bahwa Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, menyatakan bencana ini disebabkan oleh cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Sukabumi sejak Selasa (3/12).
“Cuaca ekstrem yang terjadi di Kabupaten Sukabumi pada Selasa, 3 Desember 2024, hingga Rabu, 4 Desember 2024, telah memicu bencana di sejumlah titik,” kata Hadi.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
