Berita
Hore! Kemenhub Beri Diskon Tiket Pesawat Libur Natal dan Tahun Baru
Pemerintah menyiapkan stimulus tiket pesawat Nataru 2026/2027, mulai dari PPN DTP, airport tax, hingga penyesuaian fuel surcharge.
MPN Indonesia 3 Oktober 2026 - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan diskon tiket pesawat untuk periode libur Natal dan Tahun Baru 2026/2027.
Kebijakan ini disiapkan pemerintah untuk menjaga harga penerbangan tetap terjangkau bagi masyarakat selama periode tersebut.
Program akan diterapkan melalui stimulus pajak dan penyesuaian sejumlah komponen biaya penerbangan.
Besaran sejumlah insentif masih dikaji pemerintah pada awal Oktober 2026.
Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Agustinus Budi Hartono memastikan program tersebut sedang dipersiapkan.
“Untuk PMK-nya sendiri, untuk pemberian PPNDTP-nya sudah mulai disusun, nanti akan tinggal harmonisasinya saja. Artinya untuk PPNDTP-nya yang nanti akan diberikan pada harga tiket itu akan berlaku,” terang Agustinus dalam pernyataan resmi.
Kemenhub Siapkan PPN DTP untuk Tiket Pesawat
Salah satu instrumen yang disiapkan Kemenhub adalah Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah atau PPN DTP.
Dasar hukumnya akan dituangkan Kementerian Keuangan melalui Peraturan Menteri Keuangan atau PMK.
Agustinus menyebut proses penyusunan PMK telah berjalan dan tinggal menunggu harmonisasi.
Ia memperkirakan besaran PPN DTP mengikuti tarif PPN yang berlaku.
“Untuk besarannya kemungkinan, sih, kalau PPNDTP sama lah mungkin, akan sama 11%,” lanjut Agustinus.
Stimulus tersebut menjadi salah satu cara pemerintah menjaga keterjangkauan harga perjalanan udara.
Pemerintah juga masih menghitung komponen biaya penerbangan lainnya.
Agustinus mengatakan masyarakat tetap dapat melakukan perjalanan dengan harga penerbangan yang terjangkau.
“Nantinya, masyarakat masih bisa melakukan bepergiannya dengan harga tiket tentunya yang pasti terjangkau. Itu sudah pasti,” ujar Agustinus.
Selain pajak, pemerintah menyiapkan penyesuaian Passenger Service Charge (PSC).
Pemerintah juga mempertimbangkan penyesuaian biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge.
Persentase penyesuaian kedua komponen tersebut belum ditetapkan.
Pemerintah masih akan membahas besarannya dalam waktu dekat.
“Besarnya nanti PSC-nya berapa persen, FS berapa persen, ini belum kita putuskan. Jadi memang mungkin nanti ini kita akan diskusikan, mungkin dalam waktu dekat,” tuturnya.
Ia kembali menyampaikan pembahasan mengenai besaran penyesuaian tersebut masih berlangsung.
“Jadi nanti kita akan diskusikan mungkin dalam waktu dekat,” ujarnya.
Diskon Tiket Pesawat Menjadi Bagian Stimulus Akhir Tahun
Program diskon transportasi untuk periode akhir tahun sebelumnya juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Pemerintah menyiapkan potongan harga transportasi dan penerbangan selama periode Natal dan Tahun Baru.
Program tersebut menjadi bagian stimulus ekonomi pada semester II 2026.
“Terkait dengan diskon transportasi dan juga diskon untuk angkutan udara selama liburan sekolah nanti dan juga untuk Nataru,” kata Airlangga pada keterangan terpisah, Selasa (26/5).
Pemerintah telah menyiapkan sejumlah anggaran dan target penerima manfaat untuk periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Anggaran program selama periode tersebut mencapai Rp161,4 miliar dengan target penerima manfaat sebanyak 2.874.581 orang.
Selain itu, pemerintah memberikan insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah atau PPN DTP sebesar 100 persen untuk penerbangan domestik kelas ekonomi.
Anggaran yang disiapkan untuk PPN DTP tersebut mencapai sekitar Rp722 miliar.
Insentif itu ditargetkan dapat dinikmati oleh sekitar 3,7 juta penumpang.
Skema tersebut menjadi bagian kebijakan pemerintah dalam menekan komponen harga perjalanan udara.
PPN DTP berlaku untuk penerbangan domestik kelas ekonomi sesuai program yang disiapkan.
Kemenhub Perkuat Pemeriksaan Pesawat saat Libur Nataru
Selain harga tiket, pemerintah juga menyiapkan aspek keamanan penerbangan selama libur Natal dan Tahun Baru.
Kemenhub akan kembali membuka posko terpadu seperti pada pelaksanaan periode sebelumnya.
Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara juga akan meningkatkan pemeriksaan armada.
Langkah serupa dilakukan seluruh Kantor Otoritas Bandar Udara dari Otban 1 hingga 10.
“Pemeriksaan pesawat baik itu sebelum Nataru maupun pada saat Nataru,” ujar Agustinus.
Agustinus juga mengingatkan maskapai untuk memastikan seluruh pesawat berada dalam kondisi laik operasi.
Kesiapan armada berkaitan dengan kelancaran rotasi penerbangan selama periode ramai penumpang.
Kerusakan pesawat secara mendadak dapat mengganggu jadwal rotasi penerbangan.
Kondisi tersebut juga dapat memicu keterlambatan pada penerbangan berikutnya.
“Biasanya kalau sudah mulai lagi peak season itu keterlambatannya panjang akan jadi berita viral. Itu tidak kita inginkan,” ujar Agustinus.
Pemeriksaan armada akan dilakukan sebelum dan selama periode Nataru.
Langkah tersebut berjalan bersamaan dengan persiapan kebijakan keterjangkauan tiket pesawat.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
