Connect with us

Berita

Gunung Semeru Erupsi Beruntun, Kolom Abu Tercatat hingga 900 Meter

Gunung Semeru erupsi 11 kali pada 13 Oktober 2026 hingga pukul 16.20 WIB. Kolom abu mencapai 900 meter dan status aktivitas vulkanik tetap Siaga.

Actress 1299250

Published

on

Gunung Semeru Erupsi Beruntun, Kolom Abu Tercatat hingga 900 Meter
Hasil Pemantauan Gunung Semeru pada Rabu (14/10) periode 00.00-06.00 WIB. Gambar: Dok. Magma Indonesia

Jawa Timur, MPN Indonesia 14 Oktober 2026 - Gunung Semeru mengalami 11 kali erupsi sejak pukul 00.09 WIB hingga 16.20 WIB pada Selasa (13/10), sebagaimana dilansir dari iNews, Rabu (14/10).

Gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, itu mengeluarkan kolom abu hingga 900 meter di atas puncak.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat aktivitas tersebut melalui laporan pengamatan erupsi dan rekaman seismograf.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menjelaskan kondisi kolom abu saat erupsi kedua pada pukul 00.31 WIB.

“Erupsi kedua terjadi pada pukul 00.31 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya,” ujar Liswanto dalam keterangannya.

Aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.

PVMBG meminta masyarakat mematuhi pembatasan aktivitas di kawasan yang berpotensi terdampak erupsi gunung berapi.

Gunung Semeru Erupsi 11 Kali dalam Sehari

Dua erupsi berikutnya terjadi pada siang dan sore hari. Berikut waktu kejadian yang tercatat dalam laporan pengamatan:

  • Pukul 00.09 WIB: Erupsi pertama dengan kolom letusan sekitar 800 meter di atas puncak.
  • Pukul 00.31 WIB: Erupsi kedua dengan kolom letusan sekitar 800 meter.
  • Pukul 00.36 WIB: Erupsi ketiga.
  • Pukul 05.06 WIB: Erupsi keempat.
  • Pukul 05.13 WIB: Erupsi kelima.
  • Pukul 05.20 WIB: Erupsi keenam dengan kolom letusan mencapai 900 meter.
  • Pukul 06.47 WIB: Erupsi ketujuh dengan kolom letusan mencapai 900 meter.
  • Pukul 08.10 WIB: Erupsi kedelapan dengan kolom letusan sekitar 800 meter.
  • Pukul 10.37 WIB: Erupsi kesembilan dengan kolom letusan sekitar 800 meter.
  • Pukul 13.11 WIB: Erupsi kesepuluh.
  • Pukul 16.20 WIB: Erupsi kesebelas dengan kolom abu sekitar 400 meter.
Baca Juga:  Topan Kong-rey Hantam Taiwan, 2 Orang Tewas dan Ratusan Terluka

Kolom letusan tertinggi tercatat pada pukul 05.20 WIB dan 06.47 WIB. Kedua erupsi tersebut menghasilkan kolom abu setinggi 900 meter di atas puncak.

Sementara itu, erupsi pada pukul 10.37 WIB menghasilkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu.

Abu vulkanik teramati memiliki intensitas tebal dengan arah sebaran ke barat daya dan barat.

“Gunung Semeru erupsi kembali pada pukul 10.37 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak dengan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya dan barat,” tutur Liswanto.

Liswanto menyebut erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 137 detik.

Empat Aliran Sugai menjadi Perhatian

Selain kawasan sekitar kawah, petugas mengingatkan masyarakat mengenai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar.

Potensi bahaya tersebut berada di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Petugas juga mengingatkan potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.

“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” ujar Liswanto.

(AKM/NID/RAD) 

Trending