Connect with us

Internasional

Dua WNI Terluka akibat Serangan Houthi di Bandara Riyadh

Sebanyak 2 WNI terluka akibat serangan Houthi di Bandara Riyadh, Arab Saudi. Kemlu RI memastikan keduanya bukan jemaah umrah dan telah diperbolehkan pulang.

Actress 1299250

Published

on

Dua WNI Terluka akibat Serangan Houthi di Bandara Riyadh
Dua WNI Terluka akibat Serangan Houthi di Bandara Riyadh. Gambar: Dok. AP

MPN Indonesia 15 Oktober 2026 - Dua warga negara Indonesia (WNI) mengalami luka ringan akibat serangan kelompok Houthi di Bandara Internasional Raja Khalid, Riyadh, Arab Saudi, Minggu (11/10).

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan kedua korban merupakan penduduk tetap di Arab Saudi, bukan jemaah umrah.

Keduanya sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum diperbolehkan pulang pada hari yang sama.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan informasi yang diterima Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh.

“KBRI Riyadh telah menerima informasi resmi dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada hari Selasa (13/10) yang menyampaikan, bahwa terdapat dua WNI yang mengalami luka ringan,” kata Heni dalam keterangannya, Rabu (14/10).

Identitas Dua WNI yang Terluka di Bandara Riyadh

Kemlu RI mengungkapkan identitas kedua korban berdasarkan informasi dari otoritas Arab Saudi.

Kedua WNI yang mengalami luka ringan tersebut, yakni RM (45) dan ET (32) dengan status pemegang izin tinggal tetap di Arab Saudi.

Kedua korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Takhasusi, Riyadh.

Kemlu tidak menjelaskan secara terperinci jenis luka yang dialami kedua korban.

Heni memastikan kedua korban bukan jemaah umrah yang sedang menjalankan ibadah di Arab Saudi.

“Dan bukan jemaah umrah, dan keduanya telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama 11 Oktober 2026,” tambahnya.

KBRI Riyadh Berkoordinasi dengan Otoritas Arab Saudi

KBRI Riyadh berkoordinasi dengan otoritas setempat dan korps diplomatik setelah serangan terhadap Bandara Internasional Raja Khalid.

Baca Juga:  Kilang Minyak Raksasa Arab Saudi Dihentikan Sementara Imbas Serangan Drone

Koordinasi dilakukan untuk memantau kondisi keamanan dan keselamatan WNI yang berada di Riyadh.

KBRI juga menjalin komunikasi dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang memiliki anggota di berbagai rumah sakit di Riyadh.

Selain itu, KBRI Riyadh berkoordinasi dengan komunitas WNI yang bekerja di kawasan bandara.

KBRI Riyadh juga memberikan bantuan kepada tiga pekerja migran Indonesia yang terdampak gangguan penerbangan pada Minggu (11/10).

Serangan Houthi di Riyadh Timbulkan Korban Jiwa

Bandara Internasional Raja Khalid menjadi sasaran serangan yang dikaitkan dengan kelompok Ansar Allah atau Houthi dari Yaman.

Serangan terhadap fasilitas penerbangan di Riyadh menyebabkan korban meninggal dunia, korban luka, serta kerusakan terminal penumpang.

Berdasarkan laporan Sputnik yang mengutip Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi, serangan pada Sabtu (10/10) menyebabkan 12 orang meninggal dunia dan 309 orang mengalami luka-luka.

Sementara itu, serangan pada Minggu (11/10) mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan 11 orang lainnya mengalami luka-luka.

Serangan tersebut juga dilaporkan mengenai dua terminal penumpang dan menyebabkan kebakaran.

Kemlu RI memastikan tidak ada WNI di antara korban meninggal dunia.

Kemlu Siapkan Rencana Kontingensi

Pemerintah Indonesia telah menyiapkan rencana kontingensi untuk menghadapi perkembangan konflik antara kelompok Houthi dan Arab Saudi.

Heni mengatakan pemerintah akan menyesuaikan langkah tersebut berdasarkan perkembangan situasi keamanan di lapangan.

“Rencana Kontigensi sudah disiapkan dan akan selalu disesuaikan dengan perkembangan di lapangan,” kata Heni.

Rencana tersebut disiapkan di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang berdampak pada fasilitas penerbangan di Riyadh.

Sementara itu, berdasarkan data Kemlu RI, terdapat sekitar 581.000 WNI di Arab Saudi.

Jumlah tersebut mencakup 351.070 Warga Negara Indonesia (WNI) yang menetap dan memiliki izin tinggal atau iqamah.

Baca Juga:  Jemaah Haji Kloter Pertama akan Berangkat pada 22 April 2026

Selain itu, sekitar 229 ribu WNI yang berstatus sebagai pengunjung atau peziarah.

Dua laporan mencantumkan angka pengunjung yang berbeda, yakni 229.930 dan 229.350 orang. Namun, keduanya mencatat jumlah keseluruhan sekitar 581.000 WNI.

KBRI Riyadh terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau kondisi keamanan dan keselamatan WNI setelah serangan tersebut.

(RAD/NID/RAD)

Trending