Connect with us

Politik

Setelah 4 Hari Berlangsung, Pramono Anung dan Kepala Daerah Lainnya dari PDIP Akhirnya Tiba Hadiri Retret

Gubernur Jakarta Pramono Anung dan 18 kepala daerah PDIP akhirnya hadir di retret Magelang setelah penundaan atas instruksi Megawati Soekarnoputri.

Profile Nida MPN Indonesia

Published

on

Setelah 4 Hari Berlangsung, Pramono Anung Dan Kepala Daerah Lainnya Dari Pdip Akhirnya Tiba Hadiri Retret
Setelah 4 Hari Berlangsung, Pramono Anung dan Kepala Daerah Lainnya dari PDIP Akhirnya Tiba Hadiri Retret. Gambar : Kompas.com/Egadia Birru

MPN Indonesia 24 Februari 2025 - Gubernur Jakarta Pramono Anung dan 18 kepala daerah dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akhirnya menghadiri retret kepala daerah di Akademi Militer Magelang pada Senin (24/2).

Kedatangan mereka menyusul penundaan yang diinstruksikan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait situasi politik internal partai.

Pramono Anung tiba di lokasi pada pukul 13.05 WIB, mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam. Ia didampingi oleh Wali Kota Yogyakarta dan 17 kepala daerah lainnya.

“Saya Gubernur Jakarta besama dengan Pak Wali Kota Yogya dan juga ada 17 lainnya yang bersama-sama dengan kami. Hari ini, kita memulai ikut retret,” ujar Pramono Anung, saat ditemui di Magelang, Jawa Tengah, dilansir dari kompas.com, pada Senin (24/2).

Pramono menyatakan bahwa meskipun baru hadir pada hari keempat, ia tetap berkomunikasi secara intens dengan Megawati dan DPP PDIP mengenai keputusan penundaan keikutsertaan mereka.

Alasan Penundaan dan Komunikasi dengan Megawati

Pramono enggan menjelaskan alasan spesifik di balik penundaan tersebut.

“Kenapa baru hari ini? Tentunya saya tidak perlu menjelaskan apa-apa, tetapi apapun saya tetap berkomunikasi dengan Ibu Megawati, dengan DPP Partai, apa yang kemudian menjadi keputusan bersama,” kata Pramono Anung.

Namun, ia menegaskan bahwa keputusan itu diambil berdasarkan arahan dan pertimbangan Ketua Umum PDIP.

“Tentunya dengan berbagai pertimbangan, dengan mempertimbangkan sesungguh-sungguhnya apa yang menjadi arahan Ketua Umum untuk melakukan penundaan,” tambah Pramono Anung.

Instruksi penundaan ini berkaitan dengan penahanan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca Juga:  Tiang Monorel Mangkrak akan Dibongkar Pemprov DKI Mulai Pekan Ketiga Januari

Dalam surat bernomor 7295/IN/DPP/II/2025 tertanggal 20 Februari 2025, Megawati meminta seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP untuk menunda keikutsertaan dalam retret yang digelar pada 21-28 Februari 2025.

Bagi yang sudah terlanjur berangkat, mereka diminta menunggu arahan lebih lanjut.

Rano Karno Ditunjuk sebagai Wakil Gubernur

Selama kehadirannya di retret, Pramono Anung menitipkan tugas-tugas kepemerintahan kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.

Ia menyampaikan salam khusus untuk Rano dengan sapaan akrab, “Saya titip salam buat Bang Doel,” ujar Pramono, merujuk pada peran ikonik Rano Karno dalam serial televisi “Si Doel Anak Sekolahan.”

Rano Karno mengambil peran sementara dalam menjalankan tugas-tugas administratif dan kegiatan kenegaraan di Jakarta selama Pramono mengikuti retret di Magelang.

Langkah ini menunjukkan koordinasi dan pembagian tugas yang efektif di antara pimpinan daerah dari PDIP.

Kehadiran Kepala Daerah PDIP di Retret

Sebanyak 36 kepala daerah dari PDIP yang sempat menunda keikutsertaan akhirnya hadir pada hari keempat retret.

Namun, masih terdapat dua kepala daerah yang tidak bisa hadir dan hanya mengirimkan sekretaris daerah sebagai perwakilan.

Pramono menjelaskan bahwa hal ini dilakukan atas arahan dari Kementerian Dalam Negeri dan Wakil Menteri Dalam Negeri.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebutkan bahwa 17 kepala daerah dari PDIP hadir pada Minggu malam (23/2) pukul 21.00 WIB.

Ia juga menegaskan bahwa peserta yang hadir kurang dari 90 persen tidak akan menerima sertifikat kelulusan, tetapi hanya sertifikat partisipasi.

Latar Belakang Penundaan dan Retret di Magelang

Retret kepala daerah PDIP diadakan di Akademi Militer Magelang untuk memberikan pembekalan kepemimpinan kepada para kepala daerah dan wakil kepala daerah dari partai tersebut.

Baca Juga:  Tok! Pramono Anung Tetapkan UMP Jakarta Naik 6,17 Persen jadi Rp5,7 Juta

Namun, instruksi penundaan dari Megawati dikeluarkan sebagai respons atas situasi politik internal, khususnya terkait penahanan Hasto Kristiyanto.

Meskipun sempat menunda, para peserta yang hadir tetap mengikuti sesi materi yang disampaikan oleh Lemhannas dan sejumlah menteri. Namun, mereka tidak dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sejak awal.

(AKM/NID/RAD)

Trending