Connect with us

Lifestyle

Alasan Kenapa Kita Makan Cepat Tanpa Mikir saat Buka Puasa!

Mindful eating membantu mengontrol pola makan saat puasa agar tidak kalap saat berbuka. Terapkan cara ini untuk menjaga kesehatan selama Ramadan.

Actress 1299250

Published

on

Alasan kenapa kita makan cepat tanpa mikir saat buka puasa!
Alasan Kenapa Kita Makan Cepat Tanpa Mikir saat Buka Puasa!. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 5 Maret 2025 - Saat berbuka puasa, banyak orang cenderung makan dengan cepat dan tanpa berpikir panjang.

Kondisi ini terjadi karena tubuh mengalami rasa lapar yang intens setelah seharian menahan diri dari makan dan minum.

Mindful eating atau makan dengan penuh kesadaran, menjadi salah satu cara untuk mengontrol pola makan saat sahur dan berbuka agar tetap sehat dan seimbang.

Menurut dr. Yohan Samudra, Spesialis Dokter Gizi Klinik, orang makan cepat atau kalap makan terjadi karena produksi hormon lapar sedang tinggi.

“Karena saat itu hormon lapar sedang banyak-banyaknya diproduksi otak, dan craving atau selera makan pun meningkat, sehingga kita cenderung memilih makanan yang enak-enak yang tinggi gula, garam, atau lemak,” kata dr. Yohan Samudra kepada MPN Indonesia melalui pesan singkat, pada Kamis (27/2).

Selain itu, rasa haus yang menumpuk selama puasa juga bisa memperkuat sensasi lapar, sehingga seseorang merasa ingin segera mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak tanpa memperhatikan porsinya.

Solusi Kontrol Pola Makan Saat Puasa

Mindful eating adalah konsep makan dengan penuh kesadaran, yaitu memperhatikan apa yang dikonsumsi, bagaimana rasanya, serta bagaimana tubuh merespons makanan tersebut.

Dengan menerapkan mindful eating, seseorang dapat menghindari makan berlebihan saat berbuka maupun sahur.

Tips Agar Makan Tak Kalap Makan Saat Buka Puasa

Untuk menghindarinya, dr. Yohan Samudra memberikan beberapa tips agar makan tetap terkontrol selama puasa.

Menurut dr. Yohan, salah satu cara menghindari makan berlebihan adalah dengan memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka.

“Untuk saat sahur, lengkapi dengan serat baik dari karbohidrat kompleks atau buah dan sayuran. Saat berbuka, awali dengan pemenuhan cairan dulu, karena haus pun bisa menambah sensasi rasa lapar,” ujarnya.

Baca Juga:  Apakah Suplemen Serat Bisa Menggantikan Sayur dan Buah?

Selain itu, menerapkan mindful eating atau makan dengan penuh kesadaran juga dapat membantu.

Dengan cara ini, seseorang bisa lebih menikmati makanan, mengenali rasa kenyang, dan menghindari konsumsi berlebihan.

Mengunyah perlahan, menghindari distraksi seperti menonton TV saat makan, serta memilih makanan bergizi dapat membantu tubuh tetap bertenaga sepanjang hari tanpa merasa lemas atau kekenyangan berlebihan setelah berbuka.

Puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tapi juga melatih diri untuk mengendalikan nafsu.

“Sejatinya konsep bulan Ramadan adalah ibadah untuk menahan nafsu, dan nafsu makan adalah salah satu nafsu yang paling mendasar di manusia. Jadi mulai kendalikan nafsu makan dengan mempraktikkan mindful eating,” kata dr Yohan Samudra.

Dengan menerapkan pola makan yang lebih sehat dan terkontrol, puasa Ramadan bisa dijalani dengan lebih nyaman tanpa risiko gangguan kesehatan fisik akibat pola makan yang tidak terkendali.

(BNG/NID/RAD)

Trending