Connect with us

Lifestyle

Buka Puasa dengan Es dan Manis Berlebihan? Ini yang Harus Kamu Tahu!

Berbuka puasa dengan makanan dan minuman manis memang dianjurkan, tetapi konsumsi berlebihan bisa berbahaya.

Actress 1299250

Published

on

Buka puasa dengan es dan manis berlebihan ini yang harus kamu tahu!
Buka Puasa dengan Es dan Manis Berlebihan Ini yang Harus Kamu Tahu!. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 8 Maret 2025 - Saat berbuka puasa, banyak orang langsung mengonsumsi es dan makanan manis dalam jumlah berlebihan.

Kebiasaan ini sering dianggap sebagai cara cepat untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

Meski berbuka dengan yang manis dianjurkan untuk mengembalikan kadar gula darah yang turun selama berpuasa, konsumsi berlebihan justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan fisik.

Namun, menurut dr. Yohan Samudra, Spesialis Dokter Gizi Klinik, pola minum manis dan makan manis saat berbuka sebaiknya tetap memperhatikan prinsip mindful eating agar lebih sehat dan tidak berlebihan.

“Kita harus menakar porsi yang tepat, misalnya satu gelas es teh manis atau satu mangkok es buah. Setelah habis, kita tidak menambah lagi, tetapi melanjutkan dengan air putih,” jelas dr. Yohan Samudra kepada MPN Indonesia melalui pesan singkat pada Kamis (27/2).

Dampak Mengonsumsi Gula secara Berlebihan

Jika mengkonsumsi gula secara berlebihan, lonjakan kadar gula darah yang drastis dapat menyebabkan rasa lemas setelahnya, serta meningkatkan risiko gangguan metabolisme dalam jangka panjang.

Dokter Yohan Samudra juga menyebut minum manis dan makan manis saat berbuka puasa tidak bertentangan dengan konser mindful eating.

“Tentu tidak bertentangan dengan konsep mindful eating, karena sarannya adalah menggantikan gula darah yang sudah rendah saat magrib.” katanya.

Oleh karena itu, penting untuk memilih asupan berbuka yang seimbang dan tidak hanya bergantung pada makanan atau minuman manis.

Mindful Eating dan Pentingnya Mengontrol Nafsu Makan

Mindful eating adalah konsep makan dengan penuh kesadaran, di mana seseorang mengatur pola makannya dengan memperhatikan apa yang dikonsumsi, bagaimana cara makan, serta sinyal lapar dan kenyang dari tubuh.

Baca Juga:  Apa itu Keratosis Pilaris? Simak Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya dengan Perawatan yang Tepat

Konsep ini sejalan dengan esensi ibadah puasa, yaitu menahan nafsu, termasuk nafsu makan.

“Sejatinya, konsep bulan Ramadan adalah ibadah untuk menahan nafsu, dan nafsu makan adalah salah satu nafsu paling mendasar pada manusia. Jadi, mulai kendalikan nafsu makan dengan mempraktikkan mindful eating,” ujar dr. Yohan Samudra.

Mengapa Mindful Eating Penting Saat Berbuka?

Menurut dr. Yohan, mindful eating berperan dalam membantu seseorang memilih makanan yang benar-benar dibutuhkan tubuh.

“Mindful eating penting supaya kita dapat lebih bijak memilih makanan dan mengonsumsi yang memang dibutuhkan tubuh, misalnya agar berenergi lebih lama, untuk menunda rasa lapar, mencukupi cairan, serta menghindari gangguan pencernaan,” jelasnya.

Selain mengontrol konsumsi makanan manis, berbuka dengan makanan yang mengandung serat, protein, dan cukup cairan juga dianjurkan agar tubuh mendapatkan energi yang lebih stabil dan terhindar dari gangguan pencernaan.

Dengan menerapkan mindful eating, berbuka puasa tidak hanya menjadi momen mengisi perut, tetapi juga kesempatan untuk lebih sehat dan seimbang dalam mengatur pola makan.

(BNG/NID/RAD)

Trending