Internasional
Alasan Amerika Serikat Serang Houthi Yaman, Hingga PBB Minta Hentikan
AS lancarkan serangan udara ke Houthi di Yaman, tewaskan puluhan orang. PBB serukan penghentian konflik, sementara Houthi balas dengan serangan ke kapal AS.
MPN Indonesia 17 Maret 2025 - Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap kelompok Houthi di Yaman pada Minggu (16/3), di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Serangan ini menargetkan wilayah yang dikuasai Houthi, termasuk Ibu Kota Sana’a dan provinsi Saada di utara Yaman.
Milisi Houthi melaporkan bahwa serangan tersebut menewaskan sedikitnya 20 orang, termasuk anak-anak, sementara Kementerian Kesehatan yang dikelola Houthi menyebut jumlah korban mencapai 31 orang dengan 101 lainnya terluka.
Seorang fotografer AFP di Ibu Kota Yaman, Sana’a melaporkan adanya tiga ledakan besar yang diikuti kepulan asap dari permukiman.
Kementerian Kesehatan Yaman menyatakan bahwa sembilan warga sipil tewas dan sembilan lainnya mengalami luka serius akibat serangan tersebut.
“Sembilan warga sipil tewas dan sembilan lainnya terluka, sebagain besar dari mereka mengalami luka serius,” ujar Kementerian Kesehatan dan Lingkungan Yaman dalam sebuah keterangan di kantor berita Saba, dikutip MPN Indonesia dari AFP, pada Senin (17/3).
Houthi mengutuk serangan Amerika Serikat dan menyebutnya sebagai “agresi AS-Inggris” serta “kebrutalan kriminal” Washington.
Kelompok Houthi telah menguasai sebagian besar Yaman selama lebih dari satu dekade dan menjadi bagian dari kelompok pro-Iran yang menentang Israel serta Amerika Serikat.
Dalam beberapa bulan terakhir, mereka melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang melewati Laut Merah dan Teluk Aden, mengklaim tindakan tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina.
AS Sebut Houthi Sebagai Ancaman, Trump Perintahkan Serangan
Sebelum serangan ini, Amerika Serikat telah mengklasifikasikan Houthi sebagai “organisasi teroris asing” dan melarang segala bentuk interaksi dengan kelompok tersebut.
Pentagon menyatakan bahwa sejak 2023, Houthi telah menyerang kapal perang Amerika Serikat sebanyak 174 kali dan kapal komersial sebanyak 145 kali.
Presiden Donald Trump mengumumkan perintah serangan militer terhadap Houthi melalui platform media sosial Truth Social, pada Minggu (16/3).
“Kami akan menggunakan kekuatan mematikan yang sangat besar sampai kami mencapai tujuan kami,” ujar Donald Trump pada unggahannya, dikutip MPN Indonesia dari Aljazeera, pada Senin (17/3).
Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah media milik Houthi mengonfirmasi serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
PBB Serukan Penghentian Aktivitas Militer
Merespons eskalasi konflik, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan penghentian semua aktivitas militer di Yaman.
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menyampaikan keprihatinan terhadap serangan Amerika Serikat serta ancaman Houthi yang terus berlanjut terhadap kapal-kapal di Laut Merah.
“Kami menyerukan pengendalian diri sepenuhnya dan penghentian semua aktivitas militer,” ujar Dujarric.
Ia memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut dapat meningkatkan ketegangan di kawasan, memicu siklus serangan balasan, dan memperburuk situasi kemanusiaan di Yaman.
Dujarric menegaskan bahwa semua pihak harus menghormati hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional.
PBB berkomitmen untuk mendorong de-eskalasi konflik dan mencari solusi damai bagi Yaman melalui keterlibatan dengan pihak-pihak terkait di tingkat nasional, regional, dan internasional.
Houthi Balas dengan Serangan ke Kapal AS
Sebagai tanggapan atas serangan Amerika Serikat, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengumumkan bahwa kelompoknya melancarkan “operasi militer strategis” dengan menargetkan kapal induk USS Harry S. Truman serta kapal-kapal pengawalnya di Laut Merah bagian utara.
Serangan itu menggunakan 18 rudal balistik dan jelajah serta pesawat nirawak (drone).
Houthi sebelumnya telah menyerang kapal-kapal yang terhubung dengan Israel di Laut Merah sejak akhir 2023, menyebabkan gangguan pada perdagangan global.
(ADN//NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
