Connect with us

Lifestyle

Wajib Tahu! Ini Bahaya Memaksakan Diri Berolahraga saat Puasa

Apa dampak negatif yang bisa terjadi jika tetap memaksakan olahraga berat saat puasa? Berikut penjelasannya.

Adinda

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 17t153247.428
Bahaya Memaksakan Diri Berolahraga saat Puasa | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 17 Maret 2025 - Berolahraga saat puasa memang tetap bisa dilakukan, tetapi perlu dilakukan dengan cara yang tepat.

Sayangnya, masih banyak orang yang memaksakan diri tanpa mempertimbangkan kondisi tubuh, padahal ini bisa berisiko bagi kesehatan.

Apa saja dampak negatif yang bisa terjadi jika seseorang tetap memaksakan olahraga berat saat puasa? Berikut penjelasan dari Spesialis Kedokteran Olahraga, Anita Suryani.

Terapkan Prinsip Start Low, Go Slow

Menurut Anita, prinsip “Start low, go slow” sangat penting diterapkan dalam berolahraga, terutama saat berpuasa.

Anita menekankan bahwa memulai olahraga harus dari intensitas rendah dan meningkat secara bertahap, bukan secara instan.

“Memaksakan dalam konteks apapun tidak baik. Jadi kalau dalam olahraga kita kena prinsipnya start low go slow, mulai dari bawah naiknya pelan-pelan,” ujar Anita kepada MPN Indonesia, Jumat (7/3).

Anita menambahkan bahwa memulai olahraga sebaiknya dengan aktivitas ringan, seperti berjalan selama 5-10 menit, naik tangga daripada lift, atau mengunjungi meja rekan kerja daripada mengirim pesan.

“Semuanya diubah dari perlahan-lahan supaya jangan ada yang kaget di badan ini,” tambah Anita.

Risiko Olahraga saat Puasa

Sementara itu, risiko utama dari memaksakan olahraga saat puasa adalah cedera otot.

Otot yang belum kuat jika dipaksa menanggung beban tinggi dapat mengalami robekan, kram, atau kekakuan, yang akhirnya menurunkan fungsi tubuh.

Selain itu, memaksakan diri dapat menyebabkan gangguan metabolisme, rasa lemas, dan bahkan menurunkan sistem imun.

“Berdasarkan penelitian, yang membuat sistem imun meningkat adalah intensitas sedang bukan intensitas tinggi. Intensitas tinggi artinya terlalu memaksakan overtraining itu malah bisa menurunkan sistem imun artinya jadi gampang sakit,” kata Anita.

Baca Juga:  Hati-Hati! Ini Faktor yang Menyebabkan Mudahnya Penularan TBC

Ia juga mengingatkan bahwa overdosis olahraga bisa berakibat fatal, bahkan menyebabkan kematian.

“Olahraga itu obat, artinya kalau overdosis keterlaluan bisa berakibat fatal,” tegasnya.

Saran Waktu dan Jenis Olahraga saat Puasa

Untuk berolahraga saat puasa, Anita menyarankan memilih waktu yang tepat, seperti setelah sahur atau menjelang berbuka.

Jenis olahraga yang dianjurkan adalah intensitas ringan hingga sedang, seperti jalan santai.

Selain itu, penting untuk menjaga asupan makanan bergizi seimbang, memenuhi kebutuhan cairan, dan cukup tidur.

“Jika tubuh sudah memberikan alarm untuk kita beristirahat karena sakit, tidak perlu dipaksakan untuk bergerak,” tambahnya.

Dengan pendekatan yang tepat, olahraga saat puasa tetap bermanfaat bagi kesehatan tanpa menimbulkan risiko yang tidak diinginkan.

“Jadi kalau mau olahraga jangan ngoyo ya,” pesan Anita.

Selalu dengarkan tubuh dan jangan memaksakan diri, ya!

(BNG/NID/RAD)

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending