Connect with us

Berita

Kawasan Danau Toba Diterjang Banjir Bandang, 5 Rumah Alami Kerusakan

Banjir bandang dan longsor melanda Parapat, Simalungun. Lima rumah rusak, satu orang dievakuasi, dan akses jalan utama sempat tertutup material longsor.

Logompn

Published

on

Kawasan danau toba diterjang banjir bandang, 5 rumah dikabarkan rusak
Ilustrasi Banjir. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 19 Maret 2025 - Banjir bandang dan longsor melanda kawasan Danau Toba, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Minggu (16/3).

Bencana ini mengakibatkan lima rumah warga mengalami kerusakan parah, sementara satu orang dievakuasi ke rumah sakit.

Selain itu, akses jalan utama menuju kawasan wisata Danau Toba sempat tertutup material longsor, menyebabkan arus lalu lintas dialihkan.

Kapolsek Parapat, AKP Manguni Sinulingga, menjelaskan bahwa banjir terjadi di dua titik, yaitu Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Anggarajim, Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.

Sementara itu, longsor terjadi di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di samping Gereja HKBP Huta Sualan, Nagori Sibaganding.

Lima Rumah Warga Rusak, Satu Orang Dievakuasi

Menurut laporan, lima rumah warga yang mengalami kerusakan berada di dua lokasi, yaitu tiga rumah di Jalan Sisingamangaraja dan dua rumah di Jalan Anggarajim.

Banjir ini disebabkan oleh curah hujan tinggi sejak siang hingga sore, yang mengakibatkan erosi perbukitan dan meluapnya Sungai Batu Gaga di Bangun Dolok.

Seorang warga terdampak, Oloan Sinaga (59), yang tinggal di Jalan Anggarajim, dievakuasi ke RSUD Parapat untuk mendapatkan perawatan medis.

Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa akibat bencana alam tersebut.

“Bencana banjir longsor tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi mengakibatkan kerugian materi berupa bangunan milik warga yang rusak,” ujar AKP Manguni Sinulingga, dikutip MPN Indonesia dari Kompas.com, pada Rabu (19/3).

Longsor Tutup Akses Jalan, Lalu Lintas Dialihkan

Selain banjir yang merendam pemukiman, longsor juga terjadi di Dusun Sualan, Nagori Sibaganding.

Baca Juga:  Semprot Menteri LH soal Kayu Gelondongan di Aceh, Chiki Fawzi: Bantuin Warga Dong Bersihin Gelondongan Kayunya

Material longsor berupa batu dan lumpur dengan ketinggian mencapai 2,5 meter menutupi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), yang merupakan jalur utama menuju kawasan wisata Danau Toba.

Akibatnya, arus lalu lintas dialihkan dari Simpang Palang menuju Simpang Sitahoan sejak pukul 19.30 WIB.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menyatakan bahwa pengalihan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan serta menghindari kemacetan panjang.

Upaya Evakuasi dan Pembersihan Material Longsor

Pihak kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, serta dinas terkait segera turun ke lokasi untuk menangani dampak bencana alam ini. Pembersihan material longsor dilakukan menggunakan alat berat seperti ekskavator.

Menurut AKP Manguni Sinulingga, jalur yang sempat tertutup kini sudah bisa dilalui dengan sistem buka-tutup.

“Kendaraan sudah mulai bisa melalui jalur longsor Sualan Sibaganding, dengan sistem buka tutup,” ucap AKP Manguni Sinulingga.

Hingga Minggu (16/3) pukul 23.00 WIB, kendaraan yang sebelumnya terjebak sudah mulai bergerak kembali.

Sementara itu, warga yang terdampak banjir mulai membersihkan rumah mereka setelah air surut.

Warga dan Pemerintah Diminta Waspada

Banjir bandang dan longsor ini membuat aktivitas di kawasan Parapat lumpuh sementara.

Sejumlah warga yang tengah beraktivitas sempat panik akibat air yang datang tiba-tiba dengan arus deras.

Beberapa pihak menduga bahwa alih fungsi lahan di kawasan hulu turut memperparah banjir bandang ini.

Warga pun berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menangani dampak bencana serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Sebagai langkah mitigasi, Polres Simalungun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan bencana alam susulan.

Cuaca yang belum stabil serta potensi hujan deras dapat memicu longsor lanjutan di daerah perbukitan sekitar Danau Toba.

Baca Juga:  Gerai Lengkong, Pusat Produk UMKM Kota Tangerang Selatan terendam Banjir Imbas Sungai Cisadane Meluap

Posko bantuan dan dapur umum telah didirikan untuk membantu warga yang terdampak, terutama di Desa Sualan yang mengalami tanah longsor.

Selain itu, sistem peringatan dini juga mulai diaktifkan guna mengantisipasi bencana berikutnya.

Dampak dan Langkah Antisipasi

Banjir bandang yang melanda Parapat kali ini disebut warga lebih parah dibandingkan kejadian serupa pada 13 Mei 2021.

Selain merusak rumah warga, banjir juga mengganggu infrastruktur dan transportasi di kawasan wisata tersebut.

Dalam jangka panjang, pemerintah daerah diharapkan meningkatkan pemantauan curah hujan, melakukan pembersihan drainase secara berkala, serta menindak aktivitas yang dapat merusak lingkungan.

Dengan demikian, risiko bencana alam seperti banjir dan longsor dapat diminimalkan.

Pihak kepolisian terus mengimbau pengendara untuk mengikuti jalur alternatif yang telah ditetapkan dan tidak memaksakan diri melewati jalur yang masih tertutup material longsor.

Keselamatan warga dan kelancaran arus lalu lintas menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini.

(AKM/NID/RAD)

Trending