Connect with us

Internasional

Donald Trump Protes, Minta Lukisan Dirinya Dicopot dari DPR AS karena Tak Mirip

Donald Trump memprotes potret dirinya di DPR Colorado yang dinilai tidak mirip. Lukisan itu akan dicopot atas permintaan Partai Republik usai menuai kontroversi.

Logompn

Published

on

Donald trump protes, minta lukisan dirinya dicopot dari dpr as karena tak mirip
Donald Trump Protes, Minta Lukisan Dirinya Dicopot dari DPR AS karena Tak Mirip. Gambar : Helen H. Richardson/The Denver Post Via AP

MPN Indonesia 4 April 2025 - Donald Trump memprotes lukisan dirinya yang dipajang di Gedung DPR negara bagian Colorado, menyebut potret tersebut sengaja dibuat tidak mirip.

Lukisan itu akan dicopot atas permintaan para pemimpin Partai Republik, setelah sebelumnya menuai kontroversi sejak diresmikan pada 2019.

Sebuah lukisan minyak Donald Trump yang tergantung di antara potret presiden Amerika Serikat lainnya di Gedung DPR negara bagian Colorado akan dicopot, menyusul protes dari Donald Trump yang menilai potret itu “sengaja dibuat tidak mirip.”

Langkah pencopotan tersebut disetujui oleh komite eksekutif legislatif yang terdiri dari pimpinan Partai Demokrat dan Republik.

Permintaan resmi disampaikan oleh Pemimpin Minoritas Senat Colorado dari Partai Republik, Paul Lundeen, yang meminta agar potret tersebut diganti dengan lukisan yang “menampilkan kemiripan kontemporer” dari mantan Presiden Donald Trump.

Proses Pengadaan dan Kontroversi Awal

Potret Donald Trump dipasang bersama dengan lukisan presiden-presiden AS lainnya.

Sebelum dipasang secara resmi pada 2019, sempat terjadi aksi iseng berupa penempatan foto Presiden Rusia Vladimir Putin di lokasi yang diperuntukkan bagi potret Donald Trump.

Lukisan itu merupakan hasil penggalangan dana oleh Partai Republik Colorado yang berhasil mengumpulkan lebih dari $10.000 melalui platform GoFundMe.

Artis Sarah Boardman, yang melukis potret tersebut, sempat mengungkapkan dalam wawancara dengan Colorado Times Recorder bahwa ia berusaha menggambarkan Donald Trump dengan gaya “netral, penuh pemikiran, dan tidak konfrontatif.”

Lukisan itu pada awalnya mendapat kritik karena menampilkan sosok Donald Trump dengan cara yang dianggap terlalu lembut.

“Selalu akan ada perbedaan pendapat, jadi menyenangkan satu kelompok pasti akan memicu kelompok lain. Saya mempertimbangkan potret yang secara netral penuh pemikiran dan tidak konfrontatif memungkinkan setiap orang menarik kesimpulan sendiri dalam waktu mereka masing-masing,” kata Boardman pada 2019, dikutip MPN Indonesia dari AP News, pada Rabu (26/3).

Baca Juga:  Donald Trump Pecat Jenderal Top Militer AS Lewat Media Sosial

Respons Donald Trump dan Permintaan Pencopotan

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Minggu malam (23/3), Donald Trump mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap lukisan tersebut.

Ia menyatakan bahwa ia lebih memilih tidak memiliki potret sama sekali daripada lukisan yang saat ini dipajang.

“Tidak ada yang suka gambar atau lukisan buruk tentang dirinya, tetapi yang di Colorado, di DPR negara bagian, dipasang oleh Gubernur, bersama semua Presiden lainnya, sengaja dibuat tidak mirip sampai tingkat yang belum pernah saya lihat sebelumnya,” tulis Donald Trump.

Ia bahkan memuji potret mantan Presiden Barack Obama yang digantung di dekatnya, juga dilukis oleh Boardman, dengan mengatakan bahwa “dia terlihat luar biasa.”

Perlu dicatat, potret-potret presiden di DPR negara bagian Colorado tidak berada di bawah wewenang gubernur melainkan dikelola oleh Komite Penasihat Bangunan Colorado.

Lukisan hingga Presiden Jimmy Carter disumbangkan sebagai koleksi, sementara potret setelahnya, termasuk milik Donald Trump, dibiayai oleh partai politik atau dana hasil penggalangan dari luar.

Tanggapan Publik dan Proses Selanjutnya

Komentar Donald Trump memicu lonjakan pengunjung yang datang untuk berfoto dengan potret tersebut sebelum pengumuman resmi bahwa lukisan akan dicopot.

Aaron Howe, seorang pengunjung dari Wyoming, mengatakan saat melihat potret tersebut, “Sejujurnya dia terlihat agak gemuk, tapi lebih baik dari yang bisa saya lakukan.”

Sementara itu, Kaylee Williamson, pendukung Donald Trump berusia 18 tahun dari Arkansas, menyatakan, “Menurut saya itu mirip. Mungkin dia lebih halus dibanding yang lainnya. Saya pikir tidak apa-apa.”

Lundeen, yang mengajukan permintaan resmi pencopotan, menyinggung preseden dari Presiden Grover Cleveland, yang masa jabatannya terpisah dan memiliki potret dari periode jabatan keduanya.

Baca Juga:  Trump Tetapkan Tarif Impor 32% untuk Indonesia Mulai 1 Agustus

Belum ada komentar resmi dari Boardman terkait pencopotan tersebut. Dalam wawancara sebelumnya dengan The Denver Post, ia menegaskan bahwa tujuannya adalah membuat potret yang tidak berpihak secara politik internasional.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending