Otomotif
Ban Mobil Bisa Pengaruhi Konsumsi BBM? Ini Penjelasannya
Pemilihan ban mobil yang tepat dapat mengurangi konsumsi BBM, simak informasi selengkapnya di sini.
MPN Indonesia 6 April 2025 - Pemilihan ban mobil yang tepat terbukti berpengaruh signifikan terhadap konsumsi bahan bakar minyak (BBM), sebagaimana dijelaskan oleh berbagai pakar dan hasil pengujian industri otomotif.
Perbedaan efisiensi bahan bakar dapat terlihat bahkan ketika dua mobil yang identik menempuh jarak yang sama, tergantung pada jenis ban yang digunakan, tekanan angin, serta kondisi dan desain ban tersebut.
Dampaknya terhadap performa kendaraan dan penghematan BBM menjadi perhatian utama bagi pemilik mobil, terutama dalam konteks efisiensi jangka panjang.
Hubungan Antara Ban Mobil dan Efisiensi BBM
Berdasarkan pemantauan MPN Indonesia dari MICHELIN pada Jumat (28/3), faktor utama yang memengaruhi konsumsi BBM adalah rolling resistance atau hambatan gulir dari ban mobil. Hambatan ini adalah gaya yang menahan pergerakan roda saat kendaraan melaju di permukaan datar.
Semakin besar hambatan gulir, semakin banyak energi yang dibutuhkan mesin untuk mempertahankan laju, yang pada akhirnya meningkatkan konsumsi BBM.
Sebaliknya, ban dengan hambatan gulir rendah membutuhkan lebih sedikit energi, sehingga bahan bakar dapat digunakan lebih efisien.
Salah satu contoh ban mobil yang mengutamakan efisiensi BBM adalah MICHELIN e·PRIMACY. Berdasarkan hasil uji bersertifikasi, ban ini dapat menghemat sekitar 0,21 liter BBM per 100 kilometer karena hambatan gulirnya yang sangat rendah.
Menurut Cyrille Roget, Direktur Komunikasi Sains dan Inovasi di Michelin, kehilangan energi melalui ban bisa mencapai 20% dari konsumsi bahan bakar mobil berbahan bakar fosil.
Oleh karena itu, memilih ban dengan hambatan gulir rendah dapat berdampak signifikan terhadap penghematan bahan bakar.
Jenis dan Kondisi Ban yang Mempengaruhi Konsumsi BBM
Jenis ban yang digunakan serta kondisinya memiliki peran penting dalam efisiensi kendaraan. Ban mobil yang aus, tidak merata, atau berumur lebih dari enam tahun dapat menurunkan performa dan meningkatkan konsumsi BBM.
Oleh karena itu, pemilik mobil disarankan untuk memeriksa kedalaman tapak ban secara berkala, memastikan tekanan udara sesuai rekomendasi, dan mengganti ban jika terlihat adanya retakan atau benjolan di sisi ban.
Selain itu, ukuran dan spesifikasi ban juga harus sesuai dengan kendaraan.
Penggunaan ukuran ban yang tidak sesuai dapat memengaruhi kestabilan, kenyamanan, serta efisiensi bahan bakar. Informasi ukuran ban yang sesuai biasanya tertera pada panel kendaraan atau buku manual pemilik.
Tekanan Angin dan Perawatan Rutin Ban
Menjaga tekanan angin ban mobil pada level yang tepat adalah salah satu langkah paling efektif untuk menghemat BBM.
Ban dengan tekanan udara rendah dapat menyebabkan peningkatan hambatan gulir, sehingga mesin harus bekerja lebih keras untuk menggerakkan mobil.
Sebaliknya, tekanan yang sesuai tidak hanya meningkatkan efisiensi bahan bakar, tetapi juga memperpanjang umur ban dan meningkatkan keselamatan berkendara.
Perawatan rutin, termasuk rotasi ban, pemeriksaan kerusakan, dan pengecekan tekanan angin, sangat disarankan untuk menjaga performa optimal ban.
Beberapa produsen ban bahkan menyediakan garansi dan perlindungan terhadap kerusakan akibat jalan, yang dapat mengurangi beban biaya perawatan jangka panjang.
Label Efisiensi Energi dan Teknologi Ban
Di Eropa, label efisiensi energi ban memberikan panduan bagi konsumen dalam memilih produk yang hemat energi. Label ini mencantumkan peringkat dari A hingga E, di mana A menunjukkan performa tertinggi dalam efisiensi bahan bakar.
Informasi ini membantu pengguna mobil membuat keputusan berdasarkan data objektif mengenai pengaruh ban mobil terhadap konsumsi BBM.
Selain itu, teknologi ban terus berkembang dengan penekanan pada efisiensi dan keberlanjutan. Estimasi menunjukkan bahwa penggunaan ban dengan hambatan gulir rendah dapat menghemat hingga €80 dalam biaya bahan bakar dan mengurangi emisi hingga 174 kg CO₂ per 35.000 km.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
