Connect with us

Internasional

Ibadah Sabtu Suci Ricuh, Tentara Israel Serang Jemaat Kristen di Yerusalem

Pasukan Israel dilaporkan menyerang jemaat Kristen Palestina di Gereja Makam Kudus saat Sabtu Suci.

Logompn

Published

on

Ibadah sabtu suci ricuh, tentara israel serang jemaat kristen di yerusalem
Ibadah Sabtu Suci di Gereja Makam Kudus, Yerusalem, berujung ricuh setelah tentara Israel menyerang jemaat Kristen Palestina. Gambar : REUTERS

MPN Indonesia 21 April 2025 - Pasukan militer Israel menyerang jemaat Kristen Palestina di Gereja Makam Kudus, Yerusalem Timur, pada Sabtu Suci (19/4), saat umat Kristiani memperingati hari terakhir dalam rangkaian Pekan Suci. 

Peristiwa itu terjadi ketika ribuan jemaat berkumpul untuk mengikuti upacara keagamaan di salah satu situs paling suci dalam tradisi Kristen.

Menurut penjaga kunci gereja, Adeeb Joudeh Al-Husseini, pasukan Israel mengosongkan area gereja dari pengunjung dan jemaat. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk penghinaan yang disengaja terhadap umat beriman serta pelanggaran terhadap kebebasan beribadah.

Adeeb Joudeh Al-Husseini mengatakan, “Pasukan pendudukan menutup jalan menuju Gereja Makam Kudus dan melarang siapa pun memasuki gereja, bahkan di hari-hari paling suci bagi umat Kristen.” dikutip The New Arab.

Pengetatan Keamanan dan Pembatasan Akses

Perayaan Sabtu Suci di Kota Tua Yerusalem disertai dengan pengetatan keamanan oleh militer Israel. Sejumlah pos pemeriksaan didirikan di sekitar lokasi, sementara ribuan jemaat Kristen Palestina dilaporkan dilarang memasuki area Gereja Makam Kudus. 

Langkah tersebut termasuk pemeriksaan ketat dan perlakuan kasar terhadap para jemaah dan pengunjung.

Sebelumnya, pembatasan juga diberlakukan saat perayaan Minggu Palma. Jemaat dari wilayah Tepi Barat dilarang melakukan perjalanan ke Yerusalem, dan pada Jumat Agung, ribuan peziarah tidak diizinkan mengunjungi situs-situs suci. 

Aktivis Palestina, George Sahar menyebut insiden pada Sabtu sebagai yang terburuk sejak Israel menduduki Yerusalem pada 1967.

Latar Belakang dan Lokasi Kejadian

Gereja Makam Kudus, yang terletak di Kota Tua Yerusalem Timur, dipercaya sebagai tempat penyaliban, penguburan, dan kebangkitan Yesus. Tempat ini merupakan pusat ibadah penting dalam tradisi Kristen dan menjadi tujuan utama bagi jemaat Kristen dari berbagai wilayah, termasuk Palestina.

Baca Juga:  Kiper Palestina, Saleem Al-Ashqar Tewas Ditembak Tentara Israel

Sabtu Suci adalah hari yang memperingati saat Yesus dibaringkan di dalam makam setelah penyaliban, dan dirayakan sehari sebelum Paskah. 

Meskipun terjadi serangan dan pembatasan, jemaat tetap mengikuti upacara Api Suci pada (19/4), yang merupakan bagian dari perayaan Sabtu Suci.

Reaksi dan Seruan Tindakan Internasional

George Sahar menyatakan bahwa kekerasan terhadap jemaat Kristen tidak dapat dipisahkan dari tindakan serupa yang dialami oleh umat Muslim selama bulan Ramadan. Ia merujuk pada insiden di mana warga Muslim juga dicegah memasuki Masjid Al-Aqsa pada hari Jumat. 

Menurutnya, perlakuan ini menunjukkan pola pelanggaran yang meluas terhadap kebebasan beragama di wilayah pendudukan.

George Sahar menyerukan agar pemerintah dunia, gereja-gereja global, dan organisasi hak asasi manusia segera mengambil tindakan terhadap kejadian ini. Ia menekankan pentingnya dukungan internasional untuk melindungi hak-hak warga Palestina, termasuk jemaat Kristen, dalam menjalankan kegiatan keagamaan mereka.

Pelanggaran Hak Beribadah di Yerusalem

Insiden pada Sabtu Suci menambah daftar panjang pembatasan yang dihadapi jemaat Kristen Palestina di Yerusalem. Penutupan akses, penggunaan kekuatan militer, dan pengosongan tempat ibadah oleh pasukan Israel menjadi sorotan dalam konteks pelanggaran terhadap hak-hak keagamaan.

Kejadian ini juga memunculkan tuduhan mengenai kejahatan perang, terutama dalam konteks perlakuan terhadap warga sipil Palestina, baik Muslim maupun Kristen. 

Tindakan Israel di wilayah pendudukan kembali menimbulkan kekhawatiran atas pelanggaran sistematis terhadap prinsip-prinsip hukum internasional yang melindungi hak atas kebebasan beragama dan perlindungan terhadap tempat-tempat ibadah.

Dengan terjadinya peristiwa ini, ketegangan antara Israel dan Palestina, termasuk dalam dimensi keagamaan, kembali mencuat di mata dunia.

 Jemaat Kristen Palestina, yang mengalami langsung tindakan represif ini, menuntut pengakuan atas hak mereka serta penghentian kekerasan yang terus berlangsung di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Ingin Evakuasi Warga Gaza, Prabowo: Kami Siap Kirim Pesawat untuk Angkut Mereka

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending