Connect with us

Berita

Pihak Pengelola Buka Suara soal Penumpukan Sampah di Pasar Ciputat

Pihak pengelola Pasar Ciputat buka suara soal penumpukan sampah yang terjadi.

Logompn

Published

on

Pihak pengelola buka suara soal penumpukan sampah di pasar ciputat
Pengelola Pasar Ciputat angkat bicara soal penumpukan sampah yang terjadi. Gambar : kumparan.com/Jonathan Devin

MPN Indonesia 29 April 2025 - Pasar Ciputat, salah satu pasar tradisional yang ramai di Tangerang, menjadi perhatian publik beberapa hari lalu Jumat (25/4) akibat penumpukan sampah yang mencolok. 

Penumpukan ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana pengelolaan sampah di pasar tersebut dilakukan, seberapa serius dampaknya terhadap pencemaran lingkungan, serta langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi masalah ini.

Penyebab Penumpukan Sampah dan Klarifikasi Pengelola

Kasubag UPT Pengelola Pasar Ciputat, Triana Dodi, memberikan klarifikasi terkait situasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa penumpukan sampah yang terjadi beberapa hari sebelumnya disebabkan oleh kebijakan dari Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang untuk sementara waktu melarang pembuangan sampah.

“Penumpukan yang terjadi beberapa hari lalu dikarenakan TPS3R melarang ada pembuangan sampah,” ujar Triana Dodi kepada MPN Indonesia melalui pesan singkat pada Senin (28/4).

Meski sempat mengalami lonjakan volume sampah, Triana Dodi menegaskan bahwa kondisi saat ini sudah kembali terkendali. Ia menyampaikan bahwa pihak pengelola melakukan koordinasi harian dengan dinas terkait untuk menjaga kebersihan di Pasar Ciputat.

“Kami selalu melakukan koordinasi (setiap hari) dengan Dinas Terkait,” tambahnya.

Tantangan Pengelolaan Sampah di Pasar Ciputat

Meskipun masalah penumpukan tersebut bersifat sementara, tantangan dalam pengelolaan sampah di Pasar Ciputat masih menjadi perhatian. Salah satu masalah utama adalah kurangnya keterlibatan aktif para pedagang dalam menjaga kebersihan pasar. 

Triana Dodi mengungkapkan bahwa pihak pengelola sudah berulang kali memberikan imbauan, namun partisipasi pedagang dinilai masih kurang optimal.

“Kami hanya menghimbau para pedagang untuk mengurangi kuota sampah sisa aktivitas jual beli,” kata Triana Dodi.

Baca Juga:  Walkot Bogor Janji Benahi TPA Galuga usai Telan Korban Jiwa karena Longsor

Setiap hari, pedagang menghasilkan volume sampah yang besar. Tanpa kesadaran dan kontribusi aktif dari mereka, upaya untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan memperbaiki kebersihan pasar akan terus mengalami hambatan. 

Triana Dodi berharap edukasi yang berkelanjutan dapat meningkatkan kesadaran pedagang terhadap pentingnya pengelolaan sampah.
“Kami berharap dengan himbauan berkelanjutan, pedagang dapat lebih sadar akan pentingnya pengelolaan sampah,” tuturnya.

Minimnya Sistem Pemilahan Sampah di Pasar

Selain keterlibatan pedagang, kurangnya sistem pemilahan sampah yang efektif juga menjadi kendala dalam pengelolaan sampah di Pasar Ciputat. Saat ini, menurut Triana Dodi, pasar tersebut belum memiliki sistem pemilahan yang berjalan.

“Belum ada sistem pemilahan sampah pasar,” ungkap Triana Dodi.

Sistem pemilahan sampah yang baik sangat diperlukan untuk mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir dan untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan di sekitar pasar. Menyadari pentingnya hal tersebut, pihak pengelola tengah berupaya untuk mengembangkan sistem pemilahan sampah yang lebih terstruktur.

“Kami sedang mengupayakan agar ke depannya bisa ada sistem pemilahan yang lebih terstruktur,” tambah Triana Dodi.

Dengan pengelolaan sampah yang lebih efektif, diharapkan Pasar Ciputat dapat menjadi lingkungan yang lebih bersih dan nyaman bagi seluruh pengunjung maupun pedagang.

(AKM/NID/RAD)

Trending