Connect with us

Internasional

Pertama Kali di Dunia, Kapal Nirawak Ukraina Tembak Jatuh Jet Tempur Rusia

Ukraina berhasil menjatuhkan jet tempur Su-30 Flanker milik Rusia menggunakan kapal nirawak Ukraina.

Logompn

Published

on

Untuk pertama kalinya, kapal nirawak ukraina jatuhkan pesawat tempur rusia su 30 di laut hitam
Jet tempur Rusia | Gambar: Russian Social Network

MPN Indonesia 5 Mei 2025 - Untuk pertama kalinya, Ukraina berhasil menjatuhkan jet tempur Su-30 Flanker milik Rusia menggunakan kapal nirawak Ukraina di atas perairan Laut Hitam, dekat kota pelabuhan Novorossiisk, Rusia, Jumat (3/5).

Operasi ini dijalankan oleh unit intelijen militer Ukraina, Group 13, yang mengoperasikan drone maritim atau uncrewed surface vessel (USV).

Jet tempur itu berhasil dihancurkan oleh kapal nirawak yang dikembangkan dan dioperasikan oleh Group 13.

Pertama Kali dalam Sejarah Dunia

Lokasi serangan berada di dekat pangkalan angkatan laut strategis Rusia di Novorossiisk, wilayah Laut Hitam bagian timur.

Ini merupakan pertama kalinya dalam dunia internasional sebuah pesawat tempur dijatuhkan oleh drone maritim.

“Mereka menyebut ini sebagai insiden pertama di dunia di mana pesawat tempur berhasil ditembak jatuh oleh drone maritim,” demikian laporan yang dikutip MPN Indonesia dari Reuters.

Jet tempur seharga sekitar USD50 juta atau lebih dari Rp800 miliar itu diketahui terbang rendah untuk menyerang drone maritim Ukraina menggunakan meriam atau roket non-pemandu.

Namun, sebelum berhasil melaksanakan misi tersebut, pesawat itu dihantam oleh sistem senjata yang dipasang pada kapal nirawak Ukraina, dan jatuh di perairan Laut Hitam.

Spesifikasi Teknologi Kapal Nirawak Ukraina

Kapal nirawak yang digunakan dalam serangan tersebut diduga adalah Magura V5, yang sebelumnya dikaitkan dengan operasi oleh Group 13.

Magura V5 adalah drone permukaan yang dilengkapi dengan kamera, GPS, serta sistem navigasi otonom.

Menurut informasi dari media Ukraina, drone ini telah dimodifikasi untuk meluncurkan rudal udara-ke-udara R-73, yang dikenal dalam kode NATO sebagai AA-11 Archer.

Baca Juga:  Ukraina Bantah Tegas jadi Dalang Serangan Drone ke Kediaman Putin

Rudal ini umumnya digunakan oleh jet tempur seperti MiG-29 dan Su-27, namun dalam operasi terbaru telah diadaptasi agar dapat diluncurkan dari platform maritim.

Adaptasi tersebut mencakup pemasangan rel peluncur khusus serta sistem penargetan sederhana yang terintegrasi dengan perangkat elektronik dalam Magura V5.

Strategi Ukraina

Meskipun kalah dalam jumlah pasukan dan kekuatan persenjataan, Ukraina mengandalkan inovasi teknologi untuk menyeimbangkan kekuatan.

Sejak diperkenalkan, drone ini telah merusak dan menenggelamkan beberapa kapal perang serta kapal pendukung Rusia, termasuk penenggelaman kapal penjelajah Moskva pada 2022.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menyampaikan apresiasi atas keberhasilan operasi tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih kepada pasukan yang mampu meningkatkan kemampuan serang jarak jauh Ukraina di udara dan laut. Penembakan pesawat tempur Rusia oleh Angkatan Laut kami sangat brilian. Bukti dari kemampuan Ukraina,” ujar Zelensky, dikutip MPN Indonesia dari Kyiv Independent.

(ADN/NID/RAD)

Trending