Connect with us

Berita

Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi Lagi, Semburkan Abu Vulkanik hingga 2 Kilometer

Gunung Lewotobi Laki-Laki di NTT erupsi dengan kolom abu 2.000 meter, warga diminta hindari radius 6 km dan waspada potensi bahaya lahar.

Logompn

Published

on

Gunung lewotobi laki laki erupsi lagi, semburkan abu vulkanik hingga 2 kilometer
Ilustrasi Gunung Mengalami Erupsi. Gambar : Ilustrasi by MPN Indonesia/Nida

Nusa Tenggara Timur, MPN Indonesia 19 Mei 2025 - Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali erupsi pada Minggu (18/5) pukul 16.37 WITA.

PVMBG mencatat kolom abu vulkanik setinggi 2.000 meter di atas puncak gunung, dengan abu berwarna kelabu dan intensitas tebal menyebar ke barat laut. Saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung.

Keesokan harinya, Senin (19/5) pukul 09.36 WITA, terjadi erupsi susulan yang terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 11 mm dan durasi 48 detik, meski tidak ada visual letusan yang teramati.

Aktivitas ini menunjukkan bahwa intensitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki masih signifikan dan berkelanjutan.

Imbauan Keselamatan dari PVMBG

PVMBG mengimbau masyarakat dan pengunjung agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi.

“Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki dan pengunjung atau wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 6 Km dari pusat erupsi,” tulis PVMBG melalui situs resminya, dikutip MPN Indonesia pada Senin (19/5).

Masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, dan tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.

Antisipasi Bahaya Sekunder dan Koordinasi Penanganan

PVMBG juga mengingatkan potensi bahaya sekunder seperti banjir lahar hujan, terutama di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote apabila hujan deras turun.

Masyarakat yang terdampak abu vulkanik disarankan memakai masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.

Koordinasi intensif terus dilakukan antara pemerintah daerah, Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, dan PVMBG di Bandung.

Baca Juga:  Usai Erupsi, Status Gunung Semeru Naik ke Level ‘Awas’

“Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan Gunung Lewotobi Laki-Laki,” terang PVMBG.

Masyarakat yang butuh informasi lebih lanjut dapat menghubungi Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki atau PVMBG melalui nomor resmi.

Situasi Vulkanik Indonesia Masih Aktif

Selain Gunung Lewotobi Laki-Laki, beberapa gunung berapi lain di Indonesia juga aktif pada Senin (19/5).

Gunung Ibu mengalami beberapa kali erupsi dengan kolom abu 500–800 meter, amplitudo seismograf maksimum 28 mm, dan durasi letusan 41–69 detik.

Gunung Dukono di Halmahera menunjukkan aktivitas dengan kolom abu setinggi 1.300 meter. Gunung Semeru di Jawa Timur mencatat kolom abu hingga 1.000 meter.

Meski visual letusan tidak selalu teramati, aktivitas tetap dipantau lewat alat seismik.

Gunung Ili Lewotolok di NTT juga erupsi dengan kolom abu setinggi 500 meter, abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal mengarah ke barat laut.

Aktivitas vulkanik ini mengingatkan bahwa wilayah Indonesia, terutama Nusa Tenggara Timur, masih dalam kondisi kewaspadaan tinggi terhadap potensi erupsi gunung berapi.

(AKM/NID/RAD)

Trending