Connect with us

Berita

Banjir Terjang Dayeuhkolot Bandung, Ribuan Warga Terdampak

Banjir melanda Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sejak Rabu malam (14/5).

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 19t163620.689
Banjir Terjang Dayeuhkolot Bandung, Ribuan Warga Terdampak | Gambar: TikTok/@andriiinurh

MPN Indonesia 16 Mei 2025 - Banjir melanda Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sejak Rabu malam (14/5).

Dua desa yang mengalami dampak paling parah adalah Desa Citeureup dan Desa Dayeuhkolot, dengan ketinggian air rata-rata mencapai 40 hingga 70 cm.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, sebanyak 2.344 kepala keluarga (KK) atau sekitar 6.000 jiwa terdampak langsung akibat kejadian ini.

“Korban terdampak sekitar 2.344 KK,” ungkap BPBD Jawa Barat kepada MPN Indonesia.

Luapan Air Sungai

Di Desa Citeureup sendiri, tercatat ada 9 RW yakni 3.041 KK atau 8.197 jiwa yang terkena dampak dari limpasan air yang cukup besar. Sementara Desa Dayeuhkolot terdampak di 8 RW.

Banjir mulai memasuki pemukiman warga sekitar pukul 22.00 WIB, dua jam setelah hujan deras turun di kawasan tersebut.

Camat Dayeuhkolot Asep Suryadi menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat tanggul di Sungai Cipalasari, Cigede, dan Cikapundung yang tidak mampu menampung debit air yang besar.

“Jam 8 malam air mulai naik, dan jam 10 malam sudah masuk ke permukiman warga. Itu karena tanggul di Sungai Cipalasari, Cigede, dan Cikapundung sudah tidak bisa menampung debit air,” ujarnya.

Menurutnya, banjir kali ini lebih disebabkan oleh kiriman air dari wilayah hulu yang mengalami hujan deras di kawasan Bandung Utara.

Mirip Banjir Bandang

Banjir yang terjadi di Dayeuhkolot disebut menyerupai banjir bandang karena datang secara tiba-tiba dengan volume air yang besar.

Meskipun air mulai surut pada Kamis pagi (15/5), genangan masih tersisa di RW 4 dan RW 14 Desa Dayeuhkolot.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Bongkar Penyebab Longsor Tebing Arjasari Bandung: Hutan Jadi Kebun Palawija

RW 9 Desa Citeureup, khususnya wilayah Pasigaran, menjadi salah satu area yang paling parah terdampak.

“Airnya bawa lumpur dan material sampah yang banyak. Itu mengganggu akses warga,” kata Asep.

Lakukan Kerja Bakti

Material yang terbawa arus banjir menyebabkan akses jalan tertutup serta mengganggu aktivitas warga sehari-hari.

Untuk merespons kondisi tersebut, kerja bakti massal dilakukan pada Kamis (15/5), melibatkan berbagai unsur seperti pihak kecamatan, pemerintah desa, Forkopimcam, dan masyarakat.

Pembersihan dilakukan hingga malam hari, terutama untuk membuka akses jalan.

“Alhamdulillah, kemarin dapat bantuan beko kecil dari PUPR, anggota BPBD juga turun bantu, dan Damkar kirim mobil semprot air untuk bersihkan jalan,” tutur Asep.

Penanganan Lanjutan

Pembersihan lanjutan dilaksanakan pada Jumat pagi (16/5), difokuskan pada sejumlah fasilitas umum seperti SMP 1 Dayeuhkolot serta SDN 3 dan SDN 6 di Desa Citeureup.

Meski air sempat kembali naik pada dini hari tadi, volumenya tidak sebesar malam sebelumnya.

Asep menyebut salah satu penyebabnya adalah tanggul pendek di dekat jembatan yang memerlukan penanganan segera.

“Kita sedang koordinasi dengan berbagai instansi, termasuk pemerintah desa untuk tanggap terhadap penyebab limpasan air ini,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending