Connect with us

Lifestyle

Nyeri Perut Saat Lari: Berbahaya atau Gangguan Sementara?

Dr Tirta ungkap penyebab nyeri perut saat lari dan cara mengatasinya, termasuk tips latihan otot inti untuk cegah side stitch dan spasme lambung.

Logompn

Published

on

Nyeri perut saat lari berbahaya atau gangguan sementara
Ilustrasi Seorang Wanita Alami Nyeri Perut Saat Berlari. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 21 Mei 2025 - Nyeri perut sebelah saat berlari, baik di sisi kiri maupun kanan, sering dikeluhkan pelari, mulai dari pemula hingga profesional.

Meski umum terjadi, rasa sakit ini tetap menimbulkan kekhawatiran, apakah berbahaya atau hanya gangguan ringan?

Menurut dr Tirta, penyebab nyeri ini tergantung pada sisi perut yang terasa sakit.

“Kalau sakitnya di kiri itu kemungkinan besar lambungnya penuh… sehingga terkocok dan otot lambung kalian mengalami spasme,” jelas dr Tirta dalam kanal YouTube Tirta PengPengPeng, dikutip MPN Indonesia, Rabu (21/5).

Perbedaan Nyeri Kiri dan Kanan

Nyeri di perut kanan biasanya disebabkan oleh kondisi yang disebut side stitch, yaitu ketegangan otot akibat lemahnya kekuatan otot inti atau core muscle.

“Kalau sakit di kanan itu namanya side stitch… bisa terjadi karena kalian kurang strength training sehingga rektus abdominis kalian mengalami ketegangan otot,” ujarnya.

Side stitch umumnya muncul karena peningkatan tekanan dalam rongga perut saat berlari, terutama jika otot inti tidak cukup kuat.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Side Stitch?

Dr Tirta menyarankan untuk berhenti berlari sejenak jika mengalami side stitch.

“Jadi ketika kalian mengalami side stitch… solusinya diam, enggak bergerak, duduk aja. Jangan dipaksa sampai hilang. Akan hilang. Iya. 5 sampai 6 menit akan hilang,” katanya.

Pengalaman ini juga bisa menjadi pengingat untuk memperbaiki pola latihan, khususnya dalam memperkuat otot inti agar nyeri tidak terulang.

Latihan Core untuk Cegah Side Stitch

Side stitch bisa dicegah melalui latihan kekuatan otot inti seperti plank, side plank, sit up, dan variasi lainnya.

Baca Juga:  Sering Dianggap Sepele, Ini 6 Kebiasaan yang Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung!

“Latihan core muscle perut itu enggak hanya sit up, light raise, plank, side plank, Copenhagen plank, squat, push up… karena setiap gerakan itu pasti akan intraabdominal,” tegas dr Tirta.

Ia juga mengingatkan bahwa cuaca bisa memengaruhi munculnya nyeri, terutama saat lari di tengah hujan.

Suhu dingin dapat memicu hipotermia, mempercepat kelelahan otot, dan menurunkan stabilitas tekanan perut.

Nyeri Perut dan Keseimbangan Fisik

Nyeri saat lari bisa mencerminkan ketidakseimbangan kondisi fisik, terutama kelemahan otot inti.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu kelelahan otot kronis hingga memengaruhi aktivitas harian.

Dr Tirta juga mengingatkan risiko lanjutan seperti sakit kepala akibat kurangnya oksigen selama lari.

Saat fungsi lambung atau otot terganggu, suplai energi menurun dan gejala lain bisa muncul, termasuk gangguan neurologis ringan.

Pencegahan Lewat Gaya Hidup Sehat

Untuk mencegah nyeri ini, dr Tirta menekankan pentingnya latihan kekuatan yang seimbang.

“Jadikan ini hikmah bahwa next-nya perkuat strength training terutama di core muscle,” tuturnya.

Ia juga menyarankan agar pelari tidak makan berat menjelang lari agar lambung tidak penuh dan memicu spasme.

Dengan menjaga rutinitas latihan yang menyeluruh dan memperhatikan kondisi tubuh serta pemulihan yang tepat, risiko side stitch dapat ditekan dan kenyamanan saat berlari meningkat.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending