Connect with us

Lifestyle

Hati-Hati! Ini Dampak Malas Stretching saat Olahraga

Meski terlihat sepele, namun melewatkan peregangan (stretching) bisa membawa konsekuensi bagi tubuh.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 28t104807.767
Hati-Hati! Ini Dampak Malas Stretching saat Olahraga | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 28 Mei 2025 - Meski terlihat sepele, namun melewatkan peregangan (stretching) seperti pemanasan (warming up) dan pendinginan (cooling down) bisa membawa konsekuensi serius bagi tubuh.

Cedera seperti terkilir (ankle sprain), peradangan tendon (tendonitis), bahkan cedera lutut seringkali terjadi akibat tubuh yang tidak siap menghadapi beban latihan.

Melalui kanal YouTubenya, Dokter Tirta dan Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dokter Adrian menegaskan pentingnya stretching dan warming up ini.

Stretching: Wajib, Bukan Pilihan!

Menurut dokter Adrian, banyak orang menganggap pemanasan dan pendinginan hanya formalitas. Padahal, keduanya sangat krusial bagi keselamatan dan performa saat berolahraga.

Ia pun menjelaskan bahwa seharusnya pemanasan dan pendinginan tak dilakukan sembarangan. Minimal butuh waktu 5 menit.

“Warming up dan cooling down seharusnya 5 sampai 15 menit,” katanya, dikutip MPN Indonesia dari YouTube Tirta Peng Peng Peng, Rabu (28/5).

Ia menjelaskan bahwa warming up yang efektif harus mencakup dynamic stretching dan gerakan yang relevan dengan olahraga yang akan dilakukan.

“Dan yang benar kayak apa? Yang intinya kita dynamic stretching ya dan kedua melakukan gerakan sesuai olahraga yang akan kita lakukan,” jelasnya.

Dokter Tirta Akui Pernah Malas Warming Up

Dokter Tirta, yang juga aktif berolahraga, mengaku pernah menyepelekan pemanasan.

Ia bercerita dulu dirinya malas melakukan pemanasan saat hendak berolahraga. Namun kemudian ia ditegur oleh pelatihnya.

“Itu aku baru tahu pentingnya warming up tuh setelah aku daftar ke pelatihan lari. Pelatih lariku selalu negur kalau warming up kurang. Dulu aku warming up cuma 3 menit,” kata Tirta.

Baca Juga:  Apa Itu Mindful Eating? Pola Makan Sadar yang Dapat Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental

Ia pun akhirnya memahami bahwa pemanasan dibutuhkan agar tubuh dan tenaga siap menerima beban lebih saat berolahraga nanti.

“Karena kalau kayak gitu caranya rate terlalu naik nanti kardio driftnya kamu harus menjaga di 120. Jadi biar tenagamu siap,” imbuh Tirta.

Fungsi Warming Up

Dalam dunia medis dan kebugaran, warming up berfungsi untuk mempersiapkan sistem tubuh, terutama jantung, otot, dan sirkulasi darah dalam menghadapi aktivitas fisik yang berat.

“Kalau sudah warming up, pompa jantungnya jadi bagus, terus otot itu vasodilatasinya lebih optimal. Makanya performanya lebih enak,” jelas Adrian.

Dengan aliran darah yang lancar dan suhu tubuh meningkat secara perlahan, otot menjadi lebih lentur, mengurangi risiko tarikan otot atau kram saat olahraga berlangsung.

Jangan Lupa Cooling Down

Selain pemanasan, cooling down atau pendinginan juga memiliki peran penting. Fungsinya adalah untuk membantu tubuh kembali ke keadaan normal secara bertahap setelah latihan berat.

Pendinginan yang baik bisa menurunkan detak jantung dan mencegah efek samping seperti pusing, nyeri otot, hingga cedera otot akibat penurunan aktivitas secara mendadak.

Cooling down bisa dilakukan dengan static stretching ringan atau aktivitas ringan seperti jalan kaki perlahan selama beberapa menit setelah latihan utama selesai.

Stretching: Kunci Olahraga Aman

Stretching, baik sebelum maupun sesudah latihan, membantu menjaga fleksibilitas otot dan mencegah otot menjadi tegang atau kaku.

Bahkan untuk olahraga rekreasional seperti bersepeda atau bermain bulu tangkis sekalipun, stretching tetap penting dilakukan.

“Stretching dan warming up harus diluangin benar-benar waktu. Jangan buru-buru,” pesan Adrian.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending