Connect with us

Lifestyle

Apakah Hipertensi Bisa Disembuhkan atau Hanya Dikendalikan?

Hipertensi adalah kondisi kronis yang harus dikendalikan seumur hidup dengan obat dan gaya hidup sehat untuk mencegah risiko stroke dan gagal jantung.

Logompn

Published

on

Apakah hipertensi bisa disembuhkan atau hanya dikendalikan
Ilustrasi Seseorang sedang Hipertensi. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 7 Juni 2025 - Pertanyaan tentang apakah hipertensi bisa disembuhkan atau hanya dikendalikan kerap muncul dari pasien.

Menurut dr Ade Meidian Ambari, Ketua PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia), dalam podcast bersama dr Tirta pada Jumat (30/5), hipertensi adalah kondisi kronis yang harus dikendalikan seumur hidup.

“Jangan minum obat tanpa instruksi ya, terus kemudian tiba-tiba berhenti juga tanpa instruksi, gara-gara tensinya sudah bagus. Bisa bikin stroke, bisa bikin serangan jantung, bisa bikin gagal jantung,” ujar dr Ade dalam podcast, dikutip MPN Indonesia melalui YouTube Tirta PengPengPeng, Rabu (4/6).

Meski demikian, dr Ade mengatakan penderita hipertensi berpeluang mengurangi atau berhenti obat jika berhasil menjalani perubahan gaya hidup secara disiplin.

“Kalau lifestyle-nya berubah, obatnya bisa kita kurangin. Jadi dosisnya turun atau bisa berhenti, tergantung kondisi pasiennya,” jelasnya.

Perubahan gaya hidup yang dimaksud meliputi pola makan rendah garam, olahraga rutin, serta menghindari makanan tinggi lemak dan natrium.

Dr Tirta menambahkan bahwa deteksi dini dan pemeriksaan rutin sangat penting sebagai langkah pencegahan.

“Mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Kalau punya faktor risiko, lebih cepat ketahuan, lebih gampang ngobatinnya,” katanya.

Ia juga menyebut hipertensi kini menjadi faktor risiko utama penyakit jantung koroner di Indonesia, bahkan melampaui dampak merokok.

Faktor Penentu dalam Pengendalian Hipertensi

Hipertensi biasanya didiagnosis saat tekanan darah melebihi 140/90 mmHg dalam kondisi istirahat, dengan pengukuran berulang agar hasil lebih akurat.

Untuk beberapa kasus, diperlukan alat pengukur tekanan darah selama 24 jam (ABPM).

Menurut dr Ade, pembatasan asupan garam sangat penting. Penderita hipertensi disarankan membatasi konsumsi garam hingga sekitar sepertiga sendok teh per hari, atau 1,5 gram.

Baca Juga:  Simak! Ini 10 Makanan yang Diklaim Sehat Padahal Tak Sehat

“Paling enggak setengah atau sepertiganya,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan agar menghindari makanan cepat saji, sosis, nugget, ikan asin, dan mi instan yang tinggi natrium.

Olahraga juga penting, tapi jika tekanan darah masih tinggi, disarankan menurunkan dulu tekanannya sebelum mulai rutin berolahraga.

“Kalau tensinya tinggi misalnya 160, turunin dulu,” tegas dr Ade.

Komplikasi dan Risiko Jika Tidak Dikelola

Hipertensi yang tidak terkontrol dapat merusak organ vital seperti ginjal dan jantung.

Pembuluh darah kecil di ginjal bisa rusak, yang lama-kelamaan menyebabkan gagal ginjal. Komplikasi lain yang umum terjadi adalah stroke, serangan jantung, dan gagal jantung.

“Kalau misalnya tensi tinggi enggak diobatin… bisa menyebabkan gagal jantung,” imbuh dr Ade.

Penggunaan obat antihipertensi harus dipantau dokter, karena jenis dan dosisnya bisa disesuaikan sesuai kebutuhan.

“Obat itu bisa ditambah, bisa dikurangin,” pungkasnya.

Kesadaran dan Pencegahan Dini

Data menyebutkan satu dari tiga orang dewasa di Indonesia mengalami hipertensi.

Oleh karena itu, pemeriksaan rutin sangat dianjurkan, terutama bagi yang berusia di atas 30 tahun atau memiliki riwayat keluarga hipertensi.

“Sebagian besar orang hipertensi itu enggak ketahuan tensinya tinggi,” tutur dr Ade.

Mengelola hipertensi terutama lewat perubahan gaya hidup, seperti mengurangi garam, meningkatkan aktivitas fisik, dan menghindari stres berlebihan.

Selain itu, penting juga menghindari konsumsi berlebihan makanan olahan dan minuman energi, serta waspada terhadap garam tersembunyi dalam micin, kecap, dan camilan.

Menurut dr Ade, kesadaran sejak muda soal pola makan sehat dan olahraga rutin sangat menentukan risiko komplikasi jangka panjang.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending