Connect with us

Berita

Pasca Serangan Israel, KBRI Tehran Imbau 383 WNI Tingkatkan Kewaspadaan

KBRI Tehran imbau WNI tingkatkan kewaspadaan pasca serangan Israel ke Iran yang tewaskan petinggi militer dan ilmuwan nuklir.

Logompn

Published

on

Pasca serangan israel, kbri Tehran imbau 383 wni tingkatkan kewaspadaan
Serangan Israel ke Tehran, Iran. Gambar : Anadolu Ajansi

MPN Indonesia 14 Juni 2025 - Pasca serangan militer Israel ke Tehran, Iran, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tehran mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Iran untuk meningkatkan kewaspadaan.

Imbauan ini disampaikan pada Jumat (13/6) melalui akun media sosial resmi KBRI, menyusul serangan yang menyasar sejumlah lokasi strategis di ibu kota Iran.

“KBRI Tehran mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia yang berada di Republik Islam Iran untuk, pertama meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keselamatan diri dan keluarga dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari,” tulis KBRI dalam pernyataan resminya di akun @indonesiaintehran, dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (14/6).

Imbauan dan Langkah Perlindungan WNI

Selain meningkatkan kewaspadaan, WNI juga diminta menjaga komunikasi aktif dengan pihak KBRI dan segera melaporkan keberadaan masing-masing.

“Kelima, agar memastikan sudah memproses lapor diri kepada KBRI Tehran,” lanjut imbauan tersebut.

KBRI juga meminta WNI menyimpan dokumen penting di tempat aman dan terus memantau situasi melalui media serta sumber resmi. Seluruh WNI diharapkan menaati arahan dari otoritas keamanan setempat.

Dalam kondisi darurat, KBRI menyediakan dua jalur hotline darurat yang bisa diakses melalui telepon atau WhatsApp di nomor +98 902 446 8889 dan +98 991 466 8846.

Rencana Kontingensi KBRI dan Status Keamanan

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Roy Soemirat, menyatakan bahwa KBRI Tehran terus berkomunikasi dengan para WNI yang masih berada di Iran.

Ia menyebutkan bahwa rencana kontingensi telah disiapkan sejak Iran memberlakukan status siaga 2 pada Juli 2024.

Baca Juga:  Usai Prancis dan Inggris, Kini Giliran Kanada yang akan Mengakui Negara Palestina

“Sehingga ada hal-hal kontingensi plan yang kita miliki apabila memang dibutuhkan,” ujar Roy dalam konferensi pers di Kemenlu RI, Jumat (13/6).

Rencana tersebut mencakup berbagai skenario evakuasi dan perlindungan, tergantung pada eskalasi situasi di lapangan.

Serangan Israel Tewaskan Petinggi Iran

Serangan Israel pada Jumat (13/6) dini hari menyasar beberapa rumah yang disebut sebagai kediaman petinggi militer Iran.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengonfirmasi bahwa serangan dilakukan di Tehran dan beberapa provinsi lainnya.

Media Iran, termasuk IRNA dan Mehr, melaporkan bahwa Panglima Garda Revolusi Iran (IRGC), Hoseein Salami, tewas dalam serangan tersebut.

Selain itu, Charles Lister dari Middle East Institute menyebutkan bahwa Kepala Staf IRGC, Mayjen Mohammed Bagheri, juga menjadi korban.

Tasnim News melaporkan tewasnya dua ilmuwan senior pengembangan nuklir Iran, yakni Mohammad Mahdi Tehranchi dan Fereydoon Abbasi.

Fereydoon Abbasi merupakan mantan Kepala Badan Tenaga Atom Iran, sedangkan Mohammad Mahdi Tehranchi menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Azad.

Target Serangan dan Isu Kejahatan Perang

Serangan juga dilaporkan terjadi di Isfahan, termasuk di sekitar fasilitas nuklir Natanz.

Ledakan terdengar di area tersebut, yang menjadi salah satu pusat utama program nuklir Iran.

Akibat serangan yang turut menewaskan ilmuwan sipil dan menghantam wilayah non-militer, berbagai kecaman mulai bermunculan.

Sejumlah pihak menyuarakan tuduhan kejahatan perang terhadap Israel, mengingat korban tidak hanya berasal dari kalangan militer, tetapi juga sipil dan infrastruktur non-strategis.

(AKM/NID/RAD)

Trending