Connect with us

Internasional

Israel Makin Membabi Buta, Warga Gaza Dibantai saat Cari Makan

Pasukan Israel kembali menumpahkan darah warga sipil Gaza. Sedikitnya 16 tewas pada Kamis (19/6) ketika berupaya mendapatkan makanan.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 20t152612.022
Israel Makin Membabi Buta, Warga Gaza Dibantai saat Cari Makan | Gambar: AFP

MPN Indonesia 20 Juni 2025 - Pasukan Israel kembali menumpahkan darah warga sipil Palestina di Gaza. Sedikitnya 16 warga tewas pada Kamis (19/6) ketika tengah berupaya mendapatkan bantuan makanan. Sehari sebelumnya, 29 orang tewas dalam insiden serupa.

Kemudian pada Selasa (17/6), jumlah korban melonjak drastis menjadi sedikitnya 70 orang saat mereka berkumpul di lokasi distribusi bantuan Gaza Humanitarian Foundation (GHF) di Khan Younis.

Dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera, menurut para penyintas, mereka diserang menggunakan drone, tembakan senapan mesin, hingga tank.

Kekerasan Berulang

Kekerasan ini menjadi pola berulang. Pada Senin (16/6), 38 warga tewas, mayoritas di Rafah, dan pada Minggu (15/6) 17 orang dibunuh di wilayah selatan dan tengah Gaza.

GHF merupakan lembaga distribusi bantuan buatan Israel dan Amerika Serikat yang menggantikan operasi kemanusiaan PBB sejak Mei 2025.

Namun, sejak awal operasionalnya, sudah terjadi sedikitnya delapan insiden penembakan terhadap warga yang mengantre bantuan di titik-titik GHF.

“Ini hampir terjadi setiap hari. Sudah jadi hal yang biasa,” kata jurnalis Gaza, Yasser al-Banna kepada Al Jazeera.

“Sekarang Israel perang dengan Iran, kami di Gaza takut dilupakan dunia,” imbuhnya.

Eksploitasi Perhatian Global

Sejak Israel menyerang Iran pada 13 Juni lalu, fokus dunia beralih, membuat penderitaan warga Gaza kian terlupakan.

Namun, alih-alih berhenti menyerang Gaza, Israel terus melanjutkan serangan di Gaza dan melakukan penggerebekan mematikan di Tepi Barat.

Omar Rahman dari Middle East Council on Global Affairs mengatakan bahwa Israel “memanfaatkan sorotan yang teralihkan untuk terus melakukan kejahatan terhadap warga sipil kelaparan”.

Baca Juga:  KBRI Riyadh Larang WNI Sebar Video Rudal dan Drone

Kematian massal di titik GHF pada Selasa disebut sebagai yang terparah sejak lembaga itu mulai beroperasi.

Kritik pun menguat bahwa GHF merupakan bentuk militerisasi bantuan kemanusiaan.

“Skema GHF adalah cara untuk semakin mempermalukan warga Palestina,” kata Ibrahim Nabeel, petugas medis Palestina.

Cengkeraman di Tepi Barat

Selain menggempur Gaza, Israel juga memperkuat blokade di Tepi Barat. Banyak jalan antar-kota ditutup, pos pemeriksaan ditambah, dan akses logistik terganggu.

Dalam sepekan terakhir, militer Israel dilaporkan mengusir puluhan warga dari kamp pengungsi di dekat Nablus.

Sedikitnya 60 orang ditangkap dalam operasi militer pada Selasa malam hingga Rabu pagi.

“Semalam mereka masuk desa kami, tangkap seorang pemuda, lalu hancurkan rumahnya,” kata Layth Barakat, petani di timur Ramallah.

Harga Melambung, Rakyat Lapar

Warga Gaza kini dihadapkan pada pilihan mati kelaparan atau mati ditembak saat mencari makan. Harga bahan pokok melonjak drastis.

“Saya lebih memilih mati kelaparan daripada mati tertembak,” kata Al-Banna yang kini tak sanggup memberi makan istri dan empat anaknya.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending